Kupang, BBC — Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Kupang Yosef Lede meninjau Bendungan Bipolo di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Jumat (30/01/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur pertanian yang rusak dan berdampak langsung pada kehidupan petani.

Kunjungan ke Bendungan Bipolo menjadi agenda penting di tengah kesibukan Yosef Lede sebagai kepala daerah.

Bendungan ini diketahui sejak lama menjadi sumber utama pengairan bagi lahan pertanian dan tambak masyarakat sekitar. Namun sejak mengalami kerusakan akibat bencana Siklon Seroja pada tahun 2021, bendungan tersebut tidak lagi berfungsi optimal.

Kerusakan struktur bendungan menyebabkan aliran air terhenti, sehingga berdampak pada produktivitas pertanian dan tambak. Kondisi tersebut memicu ketidakpastian musim tanam, menurunkan hasil produksi, serta memengaruhi ketahanan ekonomi petani yang bergantung pada ketersediaan air.

Dalam peninjauan tersebut, Yosef Lede memastikan secara langsung tingkat kerusakan Bendungan Bipolo.

Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual sebagai dasar pengambilan kebijakan dan penyusunan langkah penanganan lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kupang menilai pemulihan Bendungan Bipolo sebagai kebutuhan mendesak dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Perhatian terhadap Bendungan Bipolo juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan.

Pemerintah menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah, mengingat perannya yang strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kupang telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong penanganan Bendungan Bipolo, termasuk mengusulkan perbaikan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Balai Sungai, serta pendekatan anggaran melalui Komisi V DPR RI.

Upaya tersebut dilakukan agar perbaikan bendungan dapat masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Pemulihan Bendungan Bipolo dipandang tidak hanya sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian dan tambak masyarakat.

Ketersediaan air yang memadai diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ekonomi petani dan menjaga keberlanjutan pangan daerah.

Saat ini, harapan masyarakat petani tertuju pada tindak lanjut pemerintah pusat terhadap proposal yang telah diajukan. Masyarakat berharap Bendungan Bipolo dapat segera dibangun kembali agar fungsi pengairan pulih dan aktivitas pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Peninjauan Bupati Kupang Yosef Lede ke Bendungan Bipolo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung melihat persoalan di lapangan.

Pemerintah berharap upaya yang dilakukan dapat mempercepat proses pemulihan bendungan, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam melanjutkan aktivitas pertanian mereka.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.