BB — Pemerintah Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, resmi meluncurkan inisiatif Desa Layak Anak (DLA) sebagai wujud komitmen terhadap pemenuhan hak-hak dasar anak dan pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Peluncuran ini ditandai dengan kegiatan deklarasi yang berlangsung selama tiga hari, dari 9 hingga 11 Juli 2025, dan bekerja sama dengan Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI)

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan yang menempatkan anak-anak sebagai pilar utama menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sillu, Mikhael Takel menyampaikan bahwa peluncuran Desa Layak Anak bukan sekadar program seremonial, melainkan bentuk nyata dari kesadaran pemerintah desa untuk melindungi, memberdayakan, dan menjamin masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kita semua. Ini bukan hanya sekadar proyek atau seremoni, tetapi bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Desa Sillu dalam menjamin, melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Anak-anak adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan dan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Mikhael Takel, Rabu (9/7), di halaman Kantor Desa Sillu.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada WVI dan seluruh pemangku kepentingan atas kerja sama yang telah terjalin

Deklarasi Desa Layak Anak ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif antara pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.

Kegiatan ini mencakup pelayanan adminduk, edukasi hak anak, pelatihan partisipasi anak, hingga perayaan ulang tahun bersama bagi anak-anak kelahiran Juni.

WVI sebagai mitra strategis hadir tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak transformasi sosial berbasis perlindungan anak dan pembangunan inklusif.

Pembentukan Desa Layak Anak adalah bagian dari pendekatan berbasis hak anak (child rights-based approach), yang menekankan pentingnya partisipasi anak, perlindungan dari kekerasan dan akses terhadap layanan dasar berkualitas.

Desa Layak Anak diharapkan menjadi lingkungan yang aman, sehat, inklusif dan penuh kasih sayang, tempat di mana setiap anak bisa tumbuh, berkembang dan mengekspresikan dirinya secara optimal.

“Anak-anak harus diberikan ruang untuk berekspresi, mengembangkan bakat, serta dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Itulah esensi dari Desa Layak Anak,” lanjut Kepala Desa Sillu.

Peluncuran Desa Layak Anak di Desa Sillu menjadi tonggak sejarah dalam upaya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari desa, dan bahwa masa depan Indonesia dibangun melalui komitmen terhadap hak-hak anak.

Desa Sillu membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga mitra dapat mewujudkan perubahan

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.