BB – Bencana tanah longsor melanda Dusun I, Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (9/2) pagi.
Longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi ini menyebabkan sejumlah rumah warga hancur dan akses jalan di wilayah tersebut terputus total.
Akibatnya, warga terdampak terpaksa mengungsi ke Pos Pelayanan Bioba Lama untuk menyelamatkan diri.
Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa curah hujan yang terus mengguyur wilayah Amfoang sejak Sabtu (8/2) menjadi penyebab utama longsor.
“Ya, benar. Longsor terjadi di Desa Bitobe akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak hari Sabtu. Selain merusak rumah warga, akses jalan juga mengalami kerusakan parah,” ungkap Kapolres Agung.
Tanah longsor ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 70 juta per rumah. Beberapa warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah di antaranya:
Zet Haenael
Telfina Nalle
Agustinus Lakusaba
Anton Haenael
Ester Lakusaba
Jibrael Lakusaba
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi para korban harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi demi keselamatan.
Selain curah hujan tinggi, kondisi tanah yang labil dan penebangan pohon secara liar menjadi faktor pemicu longsor.
Berkurangnya vegetasi di daerah tersebut mempercepat proses erosi, membuat tanah tidak mampu menahan air hujan, hingga akhirnya terjadi longsoran yang menghancurkan pemukiman warga.
Menanggapi bencana ini, BPBD Kabupaten Kupang, Dinas Sosial, Camat Amfoang Tengah, dan Kepala Desa Bitobe langsung bergerak memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan mencakup bahan pangan, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan dasar lainnya untuk para pengungsi.
Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Kupang:
20 buah spon
20 lembar selimut
20 unit tenda gulung
200 paket makanan siap saji
20 paket Famili Kid
10 paket Kids Ware
Bantuan dari BPBD Kabupaten Kupang:
200 kg beras
20 dus mie instan
40 kaleng ikan kaleng
20 dus air mineral
20 liter minyak goreng
Warga Diminta Waspada, Potensi Longsor Susulan Masih Tinggi
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di sekitar tebing atau daerah rawan longsor diminta segera mengungsi jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari penebangan pohon secara liar yang dapat memperburuk kondisi tanah. Pemerintah setempat juga diharapkan segera mengambil langkah mitigasi bencana guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan berbagai bantuan yang diberikan, diharapkan warga terdampak bisa segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan normal. Namun, langkah pemulihan pasca-bencana masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
