KUPANG, BBC — Setelah puluhan tahun hidup tanpa akses penerangan listrik sejak Indonesia merdeka, sebanyak 111 Kepala Keluarga (KK) di Dusun III Oetulu, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, akhirnya dapat menikmati layanan listrik secara resmi
Momentum ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan Kabupaten Kupang.
Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terealisasinya jaringan listrik sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang kini melayani masyarakat Dusun Oetulu.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Kupang, atas perhatian dan komitmen nyata dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat kami. Ini bukan sekadar pemasangan jaringan, tetapi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ungkap Melianus kepada media ini pada Selasa 03/03/2026
Menurutnya, kehadiran listrik bukan hanya menjawab kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi strategis bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Ia menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, warga Dusun Oetulu harus mengandalkan lampu pelita dan sumber penerangan sederhana lainnya untuk aktivitas malam hari.
“Selama ini masyarakat kami hidup dalam kondisi yang sangat terbatas. Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya, kegiatan ibadah di gereja berlangsung dengan pencahayaan minim dan pelayanan kesehatan di posyandu pun terkendala.
Dengan hadirnya listrik, kami optimistis kualitas pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial keagamaan akan meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Di Dusun III Oetulu sendiri terdapat satu unit gereja dan satu posyandu yang kini turut menikmati aliran listrik.
Kepala desa menilai hal tersebut sebagai langkah maju dalam memperkuat pelayanan publik di tingkat desa.
“Listrik yang telah masuk sepanjang tiga kilometer ini bukan hanya menyentuh 111 KK, tetapi juga menghidupkan satu gereja dan satu posyandu sebagai sarana umum vital. Artinya, dampak pembangunan ini bersifat kolektif dan berorientasi pada kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Melianus Faot secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang atas perhatian dan komitmen mereka dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tersentuh.
“Kami mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Kupang yang telah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa. Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Kupang tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di dusun-dusun terpencil,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran listrik harus dimaknai sebagai awal dari transformasi desa menuju kemandirian dan pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dengan adanya listrik, kami berharap akan muncul aktivitas ekonomi baru, seperti usaha kecil menengah berbasis rumah tangga.
Listrik membuka peluang produktivitas, memperluas akses informasi, serta mendorong masyarakat untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Secara akademis, akses terhadap energi listrik merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan dan kemajuan suatu wilayah.
Elektrifikasi desa memiliki korelasi langsung dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), terutama pada aspek pendidikan, kesehatan dan standar hidup layak.
Kepala Desa Camplong II menegaskan bahwa pemerintah desa akan berkomitmen menjaga dan memanfaatkan fasilitas listrik tersebut secara optimal.
“Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan listrik secara bijak, menjaga instalasi yang telah dibangun dan menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Pembangunan ini adalah amanah yang harus dirawat bersama,” tutupnya.
Hadirnya listrik di Dusun Oetulu menjadi bukti konkret bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kupang terus bergerak progresif.
Dari gelap menuju terang, masyarakat kini tidak hanya menikmati cahaya listrik, tetapi juga cahaya harapan untuk masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
