BB — Pemerintah Kecamatan Amfoang Tengah menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kupang yang kini aktif melayani kebutuhan administrasi kependudukan di wilayah mereka.

Hal ini disampaikan langsung oleh Camat Amfoang Tengah, Mars Prayudin Bureni saat diwawancarai wartawan di sela-sela kegiatan Festival Budaya di Bumi Beringin, Kecamatan Amfoang Selatan,Kamis 19 Juni 2025

Dalam pernyataannya, Mars Bureni menegaskan bahwa keberadaan UPTD di Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan, telah memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pelayanan publik, khususnya dokumen administrasi kependudukan.

“Kami merasa sangat terbantu. Sudah dua tahun terakhir ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota hanya untuk mengurus KTP, KK, akta kelahiran, hingga akta kematian. Semua sudah bisa diselesaikan di sini,” tegas Bureni.

Camat Bureni juga menyebut bahwa langkah besar ini berawal dari inovasi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang melalui program “Laesmanekat”, yakni pelayanan langsung ke desa-desa.

Program tersebut menjadi titik tolak yang mendorong kehadiran permanen UPTD di tingkat kecamatan.

“Dulu, pelayanan bersifat mobile, dan setelah terbukti efektif, Pak Kadis segera merespons dengan menghadirkan UPTD permanen. Ini bukti nyata pemerintah hadir dan tanggap,” ujarnya.

Menurut Bureni, layanan tersebut kini bahkan mencakup penerbitan akta kelahiran secara langsung usai proses persalinan di fasilitas kesehatan.

Dalam momen pernikahan, dokumen pernikahan kini bisa diserahkan langsung oleh pemerintah kecamatan kepada pasangan pengantin.

Meski demikian, Camat Amfoang Tengah menyampaikan bahwa pelayanan bisa semakin maksimal apabila ditambah sumber daya manusia dan fasilitas teknis.

“Saat ini UPTD hanya didukung satu kepala unit dan tiga staf. Sementara kondisi topografi wilayah Amfoang cukup menantang. Idealnya, personel perlu ditambah agar pelayanan tetap cepat dan merata,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan listrik yang kerap padam. Hal ini menyebabkan gangguan pada peralatan elektronik yang digunakan dalam pelayanan. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar UPTD dilengkapi dengan satu unit genset sebagai sumber daya cadangan.

Dalam kesempatan yang sama, Mars Prayudin Bureni yang juga bertindak sebagai salah satu panitia Pelaksana Festival Budaya Anak Kampung Amfoang, menyampaikan kebanggaannya atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kupang.

Festival ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya, Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang hadir langsung dan memberikan penghargaan kepada anak-anak berprestasi.

“Ini adalah momen bersejarah. Kehadiran Bupati dan wakil Bupati beserta rombongan menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kami,” ungkapnya.

Kegiatan festival turut dirangkaikan dengan demo masak untuk pengelola Pusat Pelayanan Anak (PPA) dari 11 desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi terpadu pencegahan stunting, sesuai dengan visi misi Pemkab Kupang dalam membangun generasi yang bergizi, beriman, dan berimbang.

Keseluruhan langkah strategis ini menggambarkan komitmen kuat pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Inovasi pelayanan adminduk dan perhatian terhadap kesehatan anak melalui festival budaya adalah bukti nyata bahwa program pembangunan yang inklusif sedang berjalan di Kecamatan Amfoang.

“Kami merasa diperhatikan, didengar, dan dilayani. Inilah bentuk pemerintahan yang kami harapkan: responsif, adaptif, dan solutif,” tutup Bureni

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.