BB – Bupati Kupang, Yosef Lede, kembali menegaskan rencananya untuk menjual seluruh aset milik Kabupaten Kupang yang berada di Kota Kupang.

Keputusan ini memicu pro-kontra di berbagai kalangan, namun Yosef Lede menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dan tetap menjalankan rencana tersebut.

Pernyataan tegas ini disampaikan dalam audiensi dengan awak media di Ruang Rapat Bupati, Oelamasi, Kamis (13/03/2025) sore.

Yosef Lede menjelaskan bahwa total nilai aset yang akan dijual mencapai sekitar Rp3 triliun, dan jika uang hasil penjualan tersebut disimpan di bank, pemerintah bisa mendapatkan bunga deviden tahunan sekitar Rp250 miliar.

“Sekarang kita tinggal pilih saja, mau terima Rp250 miliar per tahun atau hanya Rp1,8 miliar per tahun dari hasil sewa aset yang ada.Saya tidak peduli siapa yang bicara, biar saya viral gratis. Yang bicara itu malah tidak mengerti apa-apa,” tegasnya.

Menurut Yosef Lede, selama bertahun-tahun, banyak aset milik Pemda di Kota Kupang yang mangkrak dan tidak terawat.

Meskipun ada beberapa aset yang disewakan, total pendapatan dari sewa aset tersebut hanya sekitar Rp1,8 miliar per tahun, jumlah yang dianggap terlalu kecil dibandingkan nilai aset itu sendiri.

Bupati Kupang menilai bahwa menjual aset dan menyimpan hasilnya di bank adalah pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan mempertahankan aset yang tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.

“Daripada aset mangkrak, lebih baik dijual dan disimpan di bank. Setiap tahun kita bisa dapat sekitar Rp250 miliar untuk membangun infrastruktur, memperbaiki jalan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu uang abadi yang tidak akan pernah habis sampai dunia kiamat,” ungkapnya.

Keputusan Bupati Yosef Lede untuk menjual aset ini mendapat reaksi beragam dari berbagai pihak. Beberapa mendukung langkah ini sebagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara yang lain mempertanyakan transparansi dan dampak jangka panjang dari keputusan tersebut.

Menanggapi kritik yang muncul, Yosef Lede justru menyikapinya dengan santai. Ia bahkan menantang para pengkritiknya dan menyatakan bahwa kontroversi ini hanya akan membuatnya semakin dikenal.

“Siapa yang mau bicara, silakan,Saya malah viral gratis,” ujarnya dengan nada bercanda.

Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa proses penjualan akan dilakukan setelah melalui kajian aturan.

Ia juga mengaku sudah berdiskusi dengan Kapolres, Kejari, dan Ketua Pengadilan, serta akan segera membentuk panitia khusus untuk mengurus mekanisme penjualan aset tersebut.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.