BB – Sherly Tjoanda resmi dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara dalam pelantikan Kepala Daerah Serentak 2025.
Pelantikan ini menjadi momen bersejarah sekaligus emosional bagi Sherly, yang bangkit dari duka mendalam usai kehilangan sang suami, Benny Laos, dalam insiden kapal Bela 72 di Kabupaten Pulau Taliabu pada 12 Oktober 2024.
Kematian Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai periode 2017–2022, mengguncang dunia politik Maluku Utara.
Namun, tragedi tersebut justru menjadi titik balik dalam kehidupan Sherly Tjoanda. Demi melanjutkan cita-cita dan perjuangan sang suami, Sherly menerima pinangan dari delapan partai koalisi untuk maju sebagai calon gubernur Maluku Utara bersama Sarbin Sehe.
Penetapan Sherly Tjoanda sebagai calon gubernur bukan tanpa alasan. Ketua Tim Pemenangan Benny-Sarbin, Rahmi Husein, menyatakan bahwa keputusan ini adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan mendiang Benny Laos.
“Keputusan ini juga untuk melanjutkan perjuangan Pak Benny Laos. Hasil rapat kami dari 8 pimpinan partai koalisi kemudian menyepakati mendorong Ibu Sherly Tjoanda, istri Benny Laos,” ujar Rahmi.
Delapan partai koalisi pengusung pasangan Sherly-Sarbin adalah Partai NasDem, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Gelora, PSI, dan Partai Buruh.
Sherly Tjoanda membawa visi besar untuk Maluku Utara, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan akses pendidikan gratis dan fasilitas kesehatan yang layak dan terjangkau. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan keinginannya untuk melanjutkan mimpi sang suami dalam membangun Maluku Utara yang lebih baik.
“Saya ingin melanjutkan cita-cita almarhum suami saya. Saya percaya, Maluku Utara bisa menjadi provinsi yang maju jika masyarakatnya mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak,” kata Sherly.
Sherly Tjoanda lahir di Ambon pada 12 Agustus 1982. Latar pendidikannya pun terbilang mentereng. Ia merupakan lulusan International Business Management dari Universitas Petra Surabaya dan melanjutkan program double degree di Inholland University, Belanda pada 2004.
Dalam dunia bisnis, Sherly dikenal sebagai Direktur PT Bela Group, perusahaan yang ia kelola bersama almarhum suaminya. Tak hanya itu, ia juga aktif di berbagai kegiatan sosial sebagai Ketua Yayasan Bela Peduli dan anggota aktif Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Kematian Benny Laos dalam insiden kebakaran speed boat di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, menjadi pukulan berat bagi Sherly. Ia sendiri sempat mengalami patah kaki akibat insiden tersebut.
Namun, dengan dukungan keluarga dan partai koalisi, Sherly perlahan bangkit dan menerima tantangan untuk terjun ke dunia politik.
Beberapa hari setelah kematian suaminya, Sherly dihubungi langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang memintanya melanjutkan perjuangan Benny Laos.
Sherly pun menjalani sosialisasi dan kampanye bersama Sarbin Sehe hingga akhirnya meraih kemenangan dalam Pilkada Maluku Utara.
Dalam upacara pelantikan yang berlangsung khidmat, Sherly Tjoanda dilantik secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen ini menandai awal baru bagi Maluku Utara di bawah kepemimpinannya.
Dengan semangat dan visi yang kuat, Sherly Tjoanda siap membawa Maluku Utara menuju masa depan yang lebih cerah. Kepemimpinannya diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata, melanjutkan warisan perjuangan Benny Laos, dan menjadikan Maluku Utara sebagai provinsi yang maju dan sejahtera.
Kisah Sherly Tjoanda adalah bukti nyata bahwa dari duka dan tragedi, lahir kekuatan untuk bangkit dan memimpin. Kini, masyarakat Maluku Utara menaruh harapan besar pada kepemimpinan Sherly Tjoanda untuk membawa provinsi ini menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
