Kupang,BBC — Di tengah stagnasi pembangunan dan meningkatnya keresahan publik terhadap maraknya praktik korupsi, dukungan tokoh masyarakat terhadap aparat penegak hukum menjadi penegasan penting dalam narasi pemberantasan korupsi.
Salah satu suara paling vokal datang dari Ayub Titu Eki mantan Bupati Kupang dua periode, tokoh adat, sekaligus akademisi yang telah lama dikenal konsisten menyuarakan kebenaran.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Ayub menyampaikan dukungan moril dan spiritual secara penuh kepada Kejari Kabupaten Kupang, Yupiter Selan yang sedang memimpin agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di daerah Kabupaten Kupang
“Saya mendukung Yupiter Selan, bukan hanya secara pribadi, tetapi mewakili harapan masyarakat kecil yang haus keadilan,” tegas Ayub.
Ayub secara terbuka menyampaikan apresiasi atas keberanian dan konsistensi awal yang ditunjukkan oleh Yupiter Selan dalam menangani sejumlah kasus dugaan korupsi yang telah mencuat di Kabupaten Kupang.
Menurutnya, di tengah tekanan dari berbagai kepentingan, langkah-langkah awal Yupiter adalah sinyal positif bahwa masih ada aparat penegak hukum yang berdiri di pihak rakyat.
Namun demikian, Ayub mengingatkan bahwa perjuangan ini tidak boleh berhenti pada level simbolik.
“Langkah Yupiter baik, tapi belum cukup. Ia harus naik kelas dari simbol ke substansi, dari ikan kecil ke ikan besar,” kata Ayub.
Ayub menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Kabupaten Kupang yang hingga kini masih tergolong sebagai daerah dengan angka kemiskinan tinggi dan indeks pembangunan yang stagnan.
Ia meyakini bahwa salah satu penyebab utama lambannya kemajuan adalah korupsi yang terstruktur dan sistematis, terutama pada sektor pengelolaan anggaran dan pelayanan publik.
“Korupsi bukan hanya mencuri uang. Ia mencuri harapan, menghancurkan masa depan anak-anak kita dan melemahkan fondasi moral pemerintahan,” tandas Ayub.
Lebih lanjut, Ayub menegaskan bahwa penegakan hukum yang efektif harus menyasar semua pihak yang terlibat, tanpa pandang status atau jabatan. Ia mengecam praktik impunitas yang selama ini menjadi tameng bagi para pelaku korupsi kelas kakap.
“Hukum harus tajam ke atas, bukan hanya ke bawah. Rakyat sudah lelah melihat keadilan dipermainkan oleh mereka yang berkuasa dan punya uang,” ungkapnya.
Ayub menekankan bahwa kejaksaan memiliki peran strategis dalam memutus rantai ketidakadilan struktural yang diciptakan oleh praktik korupsi.
Dalam nada yang lebih personal, Ayub menyatakan bahwa perjuangan seperti ini tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan hukum. Ia menyerukan dukungan moral dan doa masyarakat sebagai fondasi spiritual bagi aparat penegak hukum seperti Yupiter Selan.
“Saya mendoakan Yupiter. Bukan hanya karena ia sedang melakukan hal yang benar, tetapi karena ia sedang melawan sesuatu yang sangat besar dan sangat gelap,” kata Ayub.
“Ketika kekuasaan dan uang mencoba menekan kebenaran, maka hanya keberanian dan doa yang bisa melawan,” lanjutnya.
Ayub percaya bahwa selama aparat penegak hukum bekerja dengan integritas dan niat tulus, maka dukungan rakyat akan selalu hadirbdan yang lebih penting, Tuhan akan menyertai perjuangan itu.
“Jangan takut, Yupiter. Yang gelap tidak akan menang melawan terang. Selama engkau berdiri di sisi yang benar, rakyat dan Tuhan akan bersamamu,” ucap Ayub penuh keyakinan.
Dalam nada lebih tajam, Ayub menyampaikan peringatan kepada para pelaku korupsi yang selama ini merasa aman karena dilindungi jaringan kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa waktu perlindungan semu itu sedang menuju akhir.
“Berhentilah merampas hak rakyat kecil. Cukup sudah. Jika tidak takut pada hukum manusia, takutlah pada hukum Tuhan,” tegas Ayub.
Ayub Titu Eki mengingatkan bahwa perjuangan melawan korupsi bukan perjuangan satu orang, melainkan perjuangan kolektif yang membutuhkan keberanian aparat dan dukungan aktif dari masyarakat sipil.
Menurutnya, keberadaan jaksa-jaksa seperti Yupiter Selan adalah harapan baru bagi daerah seperti Kabupaten Kupang, namun mereka tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian.
“Yupiter sudah berjalan. Sekarang giliran kita berdiri di belakangnya. Kita dukung, kita jaga, kita doakan,” tutup Ayub dengan penuh harap.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
