Kupang,BBC — Di bawah langit cerah Oematnunu, semangat kepemimpinan muda berkobar di Bumi Perkemahan CHMK, Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat.

Dalam suasana penuh inspirasi, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki dan Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT 2025, yang mengusung tema besar “To Be a Leader: Bertumbuh, Berkarya, Berdampak.”

Kegiatan ini diikuti ratusan pemuda dari 33 klasis se-Sinode GMIT. Lebih dari sekadar pertemuan rohani, forum ini menjadi ruang akademis dan spiritual bagi generasi muda untuk memperdalam pemahaman tentang kepemimpinan yang berakar pada iman, karakter, dan karya nyata.

Dalam paparannya, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa masa depan bangsa terletak di tangan anak muda yang siap memimpin dengan hati dan integritas.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia sedang memasuki masa bonus demografi — sebuah peluang emas yang harus diolah dengan kesiapan mental, spiritual dan keterampilan.

“Pemuda adalah aset terbesar bangsa ini. Kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan, melainkan dari kesungguhan hati dalam mengemban tanggung jawab, sekecil apa pun itu,” ujar Aurum dengan nada penuh makna.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter, dan gereja memiliki peran strategis dalam menumbuhkan nilai-nilai pelayanan, empati, serta keadilan sosial.

Menurutnya, sinergi antara gereja dan pemerintah adalah kemitraan setara yang berlandaskan kasih dan cita-cita bersama: kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang berdaya. Pemerintah Kota Kupang, katanya, terus memperkuat kerja sama dengan gereja melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah Sunday Market Saboak di Taman Nostalgia Kupang, yang telah memberdayakan lebih dari seratus pelaku UMKM dengan perputaran ekonomi mencapai tiga miliar rupiah selama 18 minggu pelaksanaan.

Tak berhenti di situ, Serena juga memperkenalkan program INAKASIH (Intervensi Bantuan Pembalut Gratis bagi Perempuan Prasejahtera), sebuah inisiatif humanis yang menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan perempuan dan kelompok rentan.

“Kepemimpinan sejati lahir dari kepedulian. Kolaborasi antara nilai-nilai rohani dan kebijakan publik harus berjalan seirama untuk membangun keadilan sosial,” tutur Serena dengan penuh kelembutan.

Kehadiran Aurum Obe Titu Eki dan Serena C. Francis di tengah ribuan pemuda GMIT menjadi simbol sinergi yang elok antara iman dan tindakan, antara refleksi dan karya.

Dalam harmoni keduanya, tampak pesan mendalam: bahwa kepemimpinan yang sejati tidak menjauh dari bumi, tetapi justru menumbuhkan kehidupan di dalamnya.

Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT 2025 bukan sekadar momentum seremoni, melainkan perayaan intelektualitas dan spiritualitas yang memanggil pemuda untuk berani memimpin dengan kasih, melayani dengan nurani dan berkarya dengan kebijaksanaan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.