BB – Pemerintah Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menggelar Pelatihan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kader Posyandu, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya pada siklus hidup, ASI eksklusif, dan MPASI.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh kader Posyandu di Desa Kuimasi, yang selama ini telah menjadi ujung tombak dalam mendampingi keluarga dan balita di tingkat dusun.

Materi pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman tentang peran strategis kader dalam mendukung integrasi layanan kesehatan dasar, terutama dalam mendukung program nasional Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (GNP2G).

Sekretaris Desa Kuimasi, Antonius Tamelab, yang mewakili Kepala Desa Maksen Lifu, menekankan pentingnya pelatihan ini dalam mendukung percepatan program pemerintah.

“Pemerintah Desa Kuimasi berpandangan bahwa peningkatan kapasitas kader Posyandu adalah kunci. Kader bukan hanya pelaksana lapangan, tetapi mitra strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar. Apalagi ke depan, kita sudah ditetapkan sebagai desa yang melaksanakan integrasi layanan publik (ILP) di sektor kesehatan,” tegas Antonius.

Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut integrasi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup kesehatan ibu-anak, gizi, dan penguatan peran keluarga dalam pembangunan generasi sehat.

Dengan tema “Posyandu, ASI, MPASI, dan Siklus Hidup Menuju Generasi Tangguh”, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Fatuleu.

Para kader dibekali dengan pengetahuan tentang tahapan tumbuh kembang anak, pentingnya ASI eksklusif selama 6 bulan, serta prinsip dasar pemberian MPASI yang aman, bergizi, dan sesuai usia.

Pelatihan juga menekankan pentingnya revitalisasi Posyandu sebagai pusat edukasi, bukan sekadar tempat penimbangan anak.

“Jika kita hanya mengandalkan cara lama tanpa penguatan kapasitas, maka tujuan program GNP dan ILP akan sulit tercapai. Karena itu, kami berharap materi hari ini bisa diterapkan langsung di lapangan,” lanjut Antonius.

Pemerintah desa optimis bahwa hasil dari pelatihan ini akan membawa perubahan signifikan, tidak hanya dalam peningkatan kualitas layanan Posyandu, tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi masa depan desa.

“Kader adalah harapan kita. Mereka yang akan menjaga kualitas hidup anak-anak kita sejak dini. Maka dari itu, pelatihan ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan,” pungkas Antonius.

Kegiatan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025, yang memang telah mengalokasikan dukungan khusus untuk penguatan layanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.