BB – Menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, SIK, MH, memberikan imbauan penting kepada masyarakat Kabupaten Kupang untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Imbauan ini disampaikan dalam rapat analisis dan evaluasi (anev) awal tahun 2025 di Mapolres Kupang beberapa hari lalu.
Peringatan ini merujuk pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang yang melaporkan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTT akibat sejumlah fenomena atmosfer, seperti aktivitas Monsun Asia, La Nina yang lemah, dan gelombang atmosfer Kelvin Khatulistiwa. Selain itu, terdeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91S di Semenanjung Dampier, Australia Barat, yang memberikan dampak tidak langsung pada cuaca di NTT.
Cuaca Ekstrem: Ancaman Nyata
BMKG memprediksi wilayah NTT akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat selama sepekan ke depan. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir.
Kapolres Kupang mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG, seperti layanan telepon, WhatsApp, atau aplikasi Info BMKG yang tersedia di iOS dan Android. “Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada, serta mematuhi informasi terkini terkait cuaca ekstrem,” ujar AKBP Agung.
Kapolres Kupang menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng gunung dan kawasan pesisir.
Potensi banjir bandang dan tanah longsor di wilayah ini semakin tinggi selama musim penghujan. “Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan yang signifikan. Selalu siaga dan ambil langkah pencegahan sedini mungkin,” tambahnya.
BMKG terus memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 91S dan dampaknya terhadap wilayah NTT. Masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk, memeriksa kondisi atap rumah, dan memastikan saluran air bebas dari hambatan.
Kapolres Kupang juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan solidaritas dalam menghadapi bencana. “Kesiapan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko,” tutupnya.
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai cuaca ekstrem di wilayah NTT, masyarakat dapat terus memantau kanal informasi BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Tetap siaga dan bersiap menghadapi segala kemungkinan demi keselamatan bersama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
