Kupang, BBC – Dalam gelaran Expo Pembangunan dan UMKM Kabupaten Kupang 2025, Stand Kecamatan Amfoang Tengah tampil sebagai magnet perhatian publik.
Mengusung konsep lanskap sabana yang tertata artistik, miniatur perbukitan yang gagah, hingga aliran sungai buatan yang mengalir mempesona, stand ini seolah memindahkan bentang alam Amfoang Tengah ke tengah jantung kota Oelamasi.
Setiap sudut stand adalah narasi visual. Pengunjung yang melangkah masuk dibawa pada perjalanan imajiner melintasi Bukit Humon yang kokoh, Bukit Lulun yang berbalut hijau, hingga hutan Fatumonas yang lebat.
Di tengah panggung, replika Sungai Noel Oben mengalir perlahan, menghadirkan harmoni antara seni instalasi dan edukasi lingkungan. Sentuhan bonsai khas hutan Timau menjadi aksen yang menegaskan keterikatan masyarakat Amfoang Tengah pada warisan alamnya.
Namun daya pikat stand ini tak berhenti pada keindahan visual. Indera pengecap pengunjung disambut persembahan istimewa: dua kopi arabika unggulan — Kopi Lelogama dan Kopi Bitobe — yang disajikan hangat oleh tangan-tangan ibu TP PKK Kecamatan Amfoang Tengah. Aroma kopi menyeruak, memikat indera dan mengundang pengunjung kembali untuk menyesap kenikmatannya.
Setiap cangkir bukan hanya minuman, tetapi juga cerita tentang tanah, ketinggian dan tradisi yang melahirkannya. Tidak mengherankan jika penjualan kopi ini mampu membukukan omzet jutaan rupiah setiap hari.
Camat Amfoang Tengah, Marsyuner Prayudin Bureni, Sp., menegaskan bahwa pameran ini merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
“Kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah panggung diplomasi budaya dan ekonomi. Di sini kami memperlihatkan kepada dunia bahwa Amfoang Tengah memiliki kekayaan alam, produk unggulan dan semangat gotong royong yang kuat. Harapan kami, agenda seperti ini menjadi program tahunan dengan pemberitahuan sejak jauh hari, sehingga kami dapat menyiapkan potensi dengan lebih matang dan terencana. Kami percaya, ketika pemerintah, masyarakat dan pelaku UMKM bergerak bersama, hasilnya akan menjadi kebanggaan daerah sekaligus sumber ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya dengan optimistis.
Partisipasi ini mencerminkan kekuatan kolaborasi lintas tingkatan masyarakat. Dari TP PKK kecamatan hingga desa, semua turut menghadirkan produk terbaik: madu hutan yang murni, kain tenun adat yang sarat makna, hingga kerajinan tangan yang memadukan estetika dan fungsi.
Stand Amfoang Tengah tidak sekadar menjadi etalase dagang, tetapi juga medium edukasi tentang kearifan lokal dan daya juang masyarakat dalam mengangkat perekonomian berbasis budaya.
Dari perspektif ekonomi, keterlibatan Amfoang Tengah di pameran ini membuka jalur distribusi baru bagi produk lokal, memperluas jangkauan pasar dan memperkuat merek daerah di mata konsumen.
Dari perspektif budaya, stand ini menjadi jendela diplomasi yang menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi dapat dikemas secara modern, elegan dan relevan dengan tuntutan zaman.
Keberhasilan Amfoang Tengah di Expo Pembangunan dan UMKM Kabupaten Kupang 2025 membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan simbiosis antara kekuatan ekonomi dan kekayaan budaya.
Saat alam, tradisi dan kreativitas dipadukan dalam satu strategi, sebuah daerah tidak hanya tumbuh secara materiil, tetapi juga berdiri teguh sebagai pemilik identitas yang berdaya saing di panggung nasional maupun global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
