BB – Jembatan Termanu yang menghubungkan beberapa kecamatan di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, putus total setelah diterjang banjir pada Kamis (30/1) malam.
Kejadian ini mengakibatkan lumpuhnya akses ke Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara,membuat ribuan warga terisolasi.
Menanggapi kondisi darurat ini, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Dapil 3, Abi Yerusa Sobeukum, mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat Amfoang.
Ia meminta pemerintah provinsi melalui Dinas PUPR Kabupaten Kupang serta dinas terkait lainnya untuk turun tangan dan melihat langsung kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan.
“Jembatan Termanu sudah lama mengalami kemiringan akibat banjir sebelumnya. Struktur kayu yang lemah akhirnya tak mampu menahan derasnya arus, menyebabkan akses transportasi warga benar-benar lumpuh. Kami mendesak pemerintah segera bertindak agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal,” ujar Abi Yerusa Sobeukum saat dihubungi melalui WhatsApp pada Sabtu 01/02/2025
Putusnya Jembatan Termanu tidak hanya menghambat mobilitas warga tetapi juga berdampak besar pada perekonomian masyarakat. Banyak petani dan pedagang kesulitan mengangkut hasil bumi ke pasar, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.
Kecamatan yang terdampak langsung adalah Amfoang Barat Daya, yang merupakan jalur utama penghubung ke Kota Kupang. Warga kini terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui, memperparah kondisi transportasi di daerah tersebut.
“Tanpa jembatan ini, akses ke Kupang sangat fatal. Pemerintah harus segera menurunkan alat berat untuk membuat jalan darurat sebelum jembatan baru dibangun,” tambah Abi Yerusa Sobeukum.
Masyarakat Amfoang berharap pemerintah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera turun tangan untuk menangani situasi ini. Mereka meminta solusi konkret, bukan sekadar janji, agar kehidupan mereka tidak semakin terhambat akibat infrastruktur yang rusak.
Hingga saat ini, warga masih menanti langkah cepat dari pihak terkait guna membangun kembali Jembatan Termanu yang lebih kokoh dan tahan terhadap bencana di masa depan.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Warga Amfoang sangat menderita akibat jembatan yang putus ini,” tegas Abi Yerusa Sobeukum.
Kerusakan Jembatan Termanu menjadi bukti lemahnya infrastruktur di daerah tersebut, yang selama ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Dengan desakan dari Abi Yerusa Sobeukum dan harapan besar masyarakat, diharapkan pemerintah segera bertindak memperbaiki jembatan agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terhambat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
