Kupang, BBC – Dalam pidato 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan arah pembangunan pro-rakyat yang berfokus pada penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan layanan dasar.
Ia menyebut NTT harus menjadi “garda depan beranda selatan NKRI” dengan strategi terukur, eksekusi tepat, dan kolaborasi lintas elemen, pemerintah pusat/daerah, dunia usaha, lembaga keagamaan, kampus, hingga diaspora.
“Visi maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan adalah kompas pembangunan. Bukan sekadar janji, tapi rencana aksi yang memberi dampak nyata bagi rakyat,” tegas Melki.
Gubernur merinci tujuh pilar dan dasa cita sebagai kerangka kerja, dengan tiga “musuh endemik” yang jadi fokus: stunting, kemiskinan, dan hunian layak. Implementasi diarahkan melalui:
Makan Bergizi Gratis: investasi generasi emas—anak sehat, cerdas, produktif.
Sekolah Unggul Garuda & Sekolah Rakyat: memutus rantai kemiskinan lewat peningkatan kualitas SDM.
Program 3 Juta Rumah: memperkuat akses hunian bagi MBR.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: tulang punggung ekonomi lokal.
Cek Kesehatan Gratis, penurunan TBC, penguatan layanan primer: mendorong derajat kesehatan masyarakat.
Peningkatan produktivitas pertanian & akses jaminan sosial: motor pertumbuhan pedesaan.
“Gotong royong adalah modal sosial kita untuk menekan kemiskinan dan meninggalkan ketertinggalan,” ujarnya.
Kinerja dan Tantangan: Data sebagai Dasar Aksi
Melki memaparkan indikator yang menjadi pijakan kebijakan. Ia menyebut perekonomian NTT tumbuh 5,40% pada Triwulan II/2025, melampaui nasional. Inflasi Juli 2025 di NTT berada di sekitar 3,03%, sementara nasional 2,37%. Ia juga menyinggung TPT 3,23% (Februari 2025) serta penurunan prevalensi stunting dari 37,9% (2023) menjadi 37% (2024).
Di saat bersamaan, Gubernur mengakui pekerjaan rumah: kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, musim kemarau panjang, bencana alam, pengangguran, angka putus sekolah, ketahanan pangan, serta ketergantungan fiskal pada transfer pusat.
“Tantangan kita nyata, tapi peluang kita lebih besar: pertanian, perikanan-kelautan, peternakan, energi terbarukan, dan pariwisata,” katanya.
Program Kesehatan: Dari Posyandu hingga Layanan Digital
Di bidang kesehatan, prioritas Melki–Johnny adalah memperkuat posyandu dan kader kesehatan untuk menurunkan stunting:
Pelatihan 25 kompetensi dasar bagi kader; hingga Mei 2025, 2.640 orang (2.200 kader, 440 tenaga kesehatan) dilatih; total kader ±10.000 orang.
Kemitraan 8 lembaga keagamaan dan 22 organisasi profesi kesehatan, kampanye gizi, pencegahan penyakit menular, dan 1.000 HPK.
Kolaborasi dengan BKKBN & perguruan tinggi melalui KKN tematik.
Inovasi layanan: Loker (antar obat ke rumah) & Labling (laboratorium keliling) RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes untuk memangkas antrean dan mendekatkan layanan.
Melki juga menyoroti KLB rabies: hingga Agustus 2025 tercatat 16.936 gigitan dengan 20 korban jiwa di sejumlah kabupaten. Pemerintah mendistribusikan vaksin/sera, melatih nakes, mengedukasi masyarakat, dan mewajibkan pengikatan hewan rentan rabies selama September–Oktober guna memutus rantai penularan.
Gubernur menekankan sinergi dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka: makan bergizi gratis, kesehatan gratis, koperasi Merah Putih, industrialisasi hilir, diplomasi dagang, dan penguatan konsumsi domestik sebagai perisai menghadapi gejolak global.
“NTT harus jadi simpul ekonomi dan diplomasi di perbatasan—berhadapan dengan Timor Leste dan Australia—sekali gus penghubung antarbangsa,” ucapnya.
Melki mengajak diaspora NTT di mana pun berada untuk membawa gagasan, jejaring, modal, dan investasi kembali ke Flobamora. “Ayo Bangun NTT bukan slogan, melainkan gerakan bersama,” tegasnya.
Pull-Quote
“Visi tanpa eksekusi hanya ilusi; eksekusi tanpa data berisiko. NTT bergerak dengan keduanya: data yang jernih dan kerja yang terukur.”
Fakta Kunci (Singkat)
Fokus: stunting, kemiskinan, hunian layak
Ekonomi NTT (Q2/2025): 5,40%
Inflasi (NTT, Jul 2025): ±3,03%
TPT (Feb 2025): 3,23%
Stunting: 37,9% (2023) ➝ 37% (2024)
Rabies: 16.936 gigitan, 20 meninggal; pengikatan hewan Sep–Okt
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
