BB – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang meluncurkan Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah program inovatif sebagai bagian dari pilar transformasi sistem kesehatan Indonesia.
Peluncuran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kupang, terutama di tingkat layanan primer.

Bertempat di Puskesmas Batakte, acara peluncuran ILP ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan momentum ILP oleh Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, yang didampingi oleh perwakilan lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi NTT, BPJS Kesehatan Kabupaten Kupang, serta sejumlah pimpinan wilayah setempat.
Dalam pidatonya, Penjabat Bupati Alexon Lumba menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan transformasi sistem kesehatan.
“Peluncuran ILP di Kabupaten Kupang merupakan bukti komitmen kami untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Program ILP merupakan bentuk adaptasi dari Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga posyandu.

Dengan sistem ILP, pelayanan kesehatan diharapkan lebih terintegrasi dan fokus pada upaya preventif, bukan hanya kuratif.
Puskesmas Batakte dipilih sebagai model percontohan ILP di Kabupaten Kupang karena telah memenuhi standar pelayanan kesehatan yang komprehensif, dengan akreditasi pelayanan tingkat madya dan rekam medis elektronik berbasis Satu Data Kesehatan (ASDK).
Alexon Lumba menegaskan bahwa Puskesmas Batakte bisa menjadi tempat studi tiru bagi puskesmas-puskesmas lain di Kabupaten Kupang.
“Puskesmas Batakte siap menjadi center of excellence untuk layanan primer di wilayah Kupang,” jelasnya.
PHC Specialist USAID Momentum, Melky Saudila, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan kebanggaannya akan pencapaian Puskesmas Batakte.
“Implementasi ILP di sini menunjukkan komitmen besar dalam memberikan layanan kesehatan yang fokus pada siklus hidup, mulai dari anak-anak hingga lansia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Penjabat Bupati Kupang juga menekankan pentingnya fokus pada penurunan angka stunting.
Menurut Alexon, peran camat dan tenaga kesehatan sangat penting untuk memantau serta menurunkan angka stunting.
“Tenaga kesehatan yang mampu menurunkan angka stunting akan kami dukung sepenuhnya untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Namun, jika angka stunting di wilayah tugasnya masih tinggi, izin untuk melanjutkan studi akan diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, peluncuran ILP ini juga mendapat dukungan dari lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Kupang, serta mitra strategis seperti USAID Momentum yang mendukung pengembangan model layanan primer di Indonesia.
Peluncuran Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Kupang menjadi momentum penting dalam transformasi layanan kesehatan di daerah ini.
Dengan adanya ILP, diharapkan layanan kesehatan menjadi lebih terintegrasi dan merata, sehingga setiap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari layanan kesehatan yang berkualitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
