KUPANG,BBC – UPTD SMP Negeri 10 Oesusu, Kecamatan Takari, resmi memasuki tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 selesai dilaksanakan.

Tahun ini, sekolah mencatat peningkatan jumlah peserta didik baru dengan 79 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel). Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu layanan pendidikan yang diberikan sekolah.

Kegiatan MPLS berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan mengusung pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan budaya sekolah, peningkatan disiplin, serta pengembangan kompetensi peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.

Kepala UPTD SMP Negeri 10 Oesusu, Dorkas Albertina Na’u, S.Pd, mengatakan bahwa peningkatan jumlah peserta didik baru merupakan hasil dari kerja sama seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, membangun kepercayaan publik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.

“Puji syukur kepada Tuhan karena pada tahun ajaran ini jumlah peserta didik baru mengalami peningkatan hingga mencapai 79 orang sehingga kami dapat membuka tiga rombongan belajar. Ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat kepada sekolah yang harus kami jawab dengan peningkatan kualitas pembelajaran, pelayanan pendidikan, dan pembinaan karakter peserta didik,” ujar Dorkas.

Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan penyambutan siswa baru, tetapi merupakan proses pendidikan awal yang memiliki nilai strategis dalam membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya akademik, mengenal hak dan kewajiban sebagai warga sekolah, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Mereka harus mengenal lingkungan belajar yang positif, memahami tata tertib, menghargai guru dan sesama teman, serta memiliki motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” jelasnya.

Dorkas menegaskan bahwa pendidikan pada era sekarang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

“Karakter adalah fondasi utama keberhasilan pendidikan. Sekolah memiliki tanggung jawab membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki moral, etika, dan kepedulian sosial. Karena itu seluruh materi MPLS kami susun agar mendukung pembentukan profil pelajar yang berkarakter dan berdaya saing,” katanya.

Ia menambahkan bahwa berbagai materi yang diberikan selama MPLS telah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, antara lain Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), pendidikan karakter dan tata tertib sekolah, strategi belajar efektif serta pengenalan kurikulum, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga pembelajaran lagu nasional dan lagu daerah.

“Seluruh materi tersebut dirancang untuk membentuk peserta didik yang disiplin, memiliki rasa cinta tanah air, menghargai budaya lokal, mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dorkas menjelaskan bahwa pihak sekolah terus berupaya menciptakan budaya sekolah yang sehat melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Salah satunya adalah penyelenggaraan Turnamen Spenten Mini Soccer yang beberapa waktu lalu sukses dilaksanakan sebagai sarana pengembangan bakat, sportivitas, kerja sama tim dan pembentukan karakter peserta didik.

“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kegiatan olahraga, seni, organisasi, dan berbagai aktivitas positif lainnya merupakan bagian penting dalam membentuk kepribadian peserta didik yang utuh. Karena itu sekolah akan terus memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MPLS, Rusly Tanaem, S.Pd.Gr, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang agar berjalan edukatif, ramah anak, bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan, serta sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, MPLS difokuskan sebagai media pengenalan budaya sekolah, penguatan karakter, serta membangun hubungan positif antara peserta didik baru dengan guru maupun kakak kelas.

“Dengan pelaksanaan MPLS yang terarah, kami berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan cepat, memiliki rasa percaya diri, memahami budaya sekolah, serta siap mengikuti proses pembelajaran selama tiga tahun ke depan,” ujar Rusly.

Melalui peningkatan jumlah peserta didik baru dan pelaksanaan MPLS yang berorientasi pada pendidikan karakter, UPTD SMP Negeri 10 Oesusu Takari menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, disiplin, serta mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul bagi Kabupaten Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.