KUPANG, BBC – Pembentukan karakter generasi muda tidak dapat diserahkan semata-mata kepada proses pendidikan formal. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan manusia melalui pembinaan spiritual, moral dan kepemimpinan.
Berangkat dari semangat tersebut, Klasis GMIT Fatuleu Timur menyelenggarakan Camp Pemuda Klasis Fatuleu Timur di Gereja GMIT Terima Selamat Oefeu, Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh pemuda dari 25 mata jemaat se-Klasis Fatuleu Timur itu menjadi ruang pembinaan yang memadukan penguatan iman, pengembangan karakter, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan generasi muda Kristen.
Selama pelaksanaan camp, peserta mengikuti berbagai kegiatan rohani dan edukatif, di antaranya lomba vocal group, solo vokal, khotbah, pertandingan bola voli putra dan putri, serta seminar mengenai kepemimpinan Kristen dan bahaya seks bebas.
Ketua Panitia Camp Pemuda, Efraim Nalle, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh panitia yang dipersiapkan dalam waktu kurang lebih tiga bulan.
Menurutnya, tujuan utama camp bukan sekadar menghadirkan kegiatan seremonial, melainkan membentuk karakter, memperkuat iman, serta mempersiapkan generasi muda gereja agar mampu menghadapi tantangan kehidupan yang terus berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan dana maupun material, termasuk sejumlah donatur dari Kabupaten Kupang serta beberapa perangkat daerah yang turut berkontribusi terhadap keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Kupang, Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Drs. Guntur Subu Taopan, menegaskan bahwa pemuda merupakan aset strategis pembangunan daerah yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas pribadi sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan arus globalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menuntut generasi muda memiliki karakter yang kuat, kedewasaan berpikir, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan salam hangat dari Bupati Kupang dan Wakil Bupati Kupang kepada seluruh peserta Camp Pemuda Klasis Fatuleu Timur.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda, Bupati Kupang memberikan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kupang yang diwakili Habel Nikson Mbate, S.H., mengingatkan bahwa pemuda harus memiliki integritas yang tinggi dalam menghadapi perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan moral, sosial dan budaya yang membutuhkan kesiapan karakter serta kemampuan berpikir kritis.
Pembukaan kegiatan dipimpin oleh Pdt. Frangky Risakotta, S.Si., dengan mengusung tema “Hidup Berintegritas dan Berperan Aktif Membangun Pemuda Kristen yang Berdampak di Tengah Tekanan Zaman.” Tema tersebut menggambarkan komitmen gereja dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kualitas spiritual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, gereja, dan bangsa.
Secara resmi, kegiatan Camp Pemuda Klasis Fatuleu Timur dibuka oleh Sekretaris Majelis Sinode Harian (MSH) GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, M.Si. Dalam suara gembalanya, ia menegaskan bahwa camp merupakan ruang pembentukan karakter yang mengajak pemuda keluar dari zona nyaman untuk belajar menghadapi tantangan kehidupan secara dewasa dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pengalaman hidup bersama selama camp menjadi proses pembelajaran yang membentuk keberanian dalam mengambil keputusan, memperkuat tanggung jawab, serta menumbuhkan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pemuda dalam menjalankan peran di lingkungan gereja, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Pengurus Pemuda Sinode GMIT Theldo Foenay, Ketua Penanggung Jawab Camp Pemuda Klasis Fatuleu Timur Pdt. Nurul Hamidah, S.Th., Ketua Klasis Fatuleu Timur Pdt. Simeon Liubana, S.Th., Ketua UPP Klasis Fatuleu Timur Yonatan Loloin, S.Pd., Sekretaris UPP Klasis Fatuleu Timur Desmis Tulle, S.Pd.Gr., para pendeta vikaris, calon vikaris, mahasiswa dari UKSW Salatiga dan UKAW Kupang, serta peserta dari 25 mata jemaat se-Klasis Fatuleu Timur.
Penyelenggaraan Camp Pemuda Klasis Fatuleu Timur memperlihatkan bahwa pembangunan generasi muda tidak hanya bertumpu pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas dan spiritualitas.
Melalui sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta komitmen untuk mengabdi bagi gereja, masyarakat dan pembangunan Kabupaten Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
