KUPANG, BBC — Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Kupang Yosef Lede bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki pada 20 Februari menjadi momentum reflektif yang sarat makna bagi masyarakat Fatuleu Tengah, khususnya warga Dusun Oelhue,Desa Oelbiteno.

Warga menyatakan bahwa hadirnya jaringan listrik di wilayah tersebut merupakan perubahan fundamental yang untuk pertama kalinya menghadirkan terang dalam kehidupan sosial, ekonomi dan kultural masyarakat setempat.

Sefrintus Paul, tokoh lembaga adat Desa Oelbiteno wilayah Dusun III Oelhue, menyatakan bahwa selama lebih dari tujuh dekade sejak kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat di wilayah itu hidup dalam keterbatasan akses energi listrik.

Ia menegaskan bahwa kondisi gelap yang berlangsung selama puluhan tahun tidak semata mencerminkan keterbatasan infrastruktur, melainkan juga menggambarkan ketimpangan pembangunan yang secara struktural membatasi kesempatan masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang optimal, produktivitas ekonomi yang berdaya saing, serta kualitas hidup yang layak dan bermartabat.

Ia menyampaikan bahwa pada masa kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Obe Titu Eki, masyarakat akhirnya menyaksikan perubahan nyata yang selama ini hanya menjadi harapan kolektif.

Menurutnya, berdirinya tiang-tiang listrik di sepanjang wilayah permukiman warga dipandang sebagai simbol konkret kehadiran negara, sementara proses instalasi kabel menuju rumah-rumah penduduk yang akan melayani sekitar 164 kepala keluarga dinilai sebagai langkah strategis menuju pemerataan kesejahteraan.

Sefrintus menyatakan bahwa listrik tidak hanya memiliki fungsi teknis sebagai sarana penerangan, melainkan juga mengandung dimensi transformasional yang luas.

Ia menilai bahwa akses terhadap energi listrik akan membuka ruang peningkatan kualitas pendidikan anak-anak, memperkuat produktivitas ekonomi rumah tangga, memperluas akses informasi, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak memiliki bentuk penghargaan material yang dapat dipersembahkan kepada Bupati Kupang Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki selain doa tulus.

Menurutnya, doa tersebut merupakan ekspresi moral masyarakat yang mencerminkan rasa syukur sekaligus harapan agar para pemimpin daerah senantiasa diberi keteguhan hati, kesehatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik yang berorientasi pada keadilan sosial.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masyarakat merasakan dimensi kemanusiaan dalam proses pembangunan tersebut, karena aspirasi mereka yang selama ini disampaikan, termasuk melalui media daring, akhirnya memperoleh respons nyata dari pemerintah daerah.

Ia menilai bahwa perhatian tersebut menegaskan prinsip inklusivitas pembangunan, di mana masyarakat di wilayah terpencil tidak lagi berada dalam posisi marginal, melainkan menjadi bagian integral dari agenda pembangunan daerah.

Sefrintus menegaskan bahwa kehadiran listrik di Oelhue merupakan bukti empiris bahwa paradigma pembangunan yang berkeadilan mulai terwujud secara konkret.

Ia menyatakan bahwa masyarakat kini merasakan secara langsung makna kehadiran negara sebagai institusi yang melindungi, melayani dan memberdayakan seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk di wilayah paling perifer.

Ia juga menyampaikan bahwa momentum satu tahun kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Obe Titu Eki dipersepsikan masyarakat sebagai tonggak historis yang menandai peralihan dari era keterisolasian menuju era keterhubungan.

Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek material, tetapi juga membangun rasa percaya diri kolektif masyarakat sebagai bagian yang diakui dalam sistem pembangunan daerah dan nasional.

Menurutnya, cahaya listrik yang segera menyala di rumah-rumah warga memiliki makna simbolik yang mendalam, karena merepresentasikan harapan baru, pemulihan martabat sosial, serta pengakuan atas hak dasar masyarakat desa terpencil terhadap akses pembangunan yang setara.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa rasa syukur masyarakat akan diwujudkan melalui komitmen kolektif untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas listrik secara bertanggung jawab.

Ia menyatakan bahwa masyarakat bertekad menjadikan kehadiran listrik sebagai fondasi strategis untuk mendorong kemajuan pendidikan, pertumbuhan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan generasi masa depan secara berkelanjutan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.