Kupang , BBC – Pemerintah Kabupaten Kupang resmi memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di SMP Negeri 8 Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur.

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede pada Jumat, 30 Januari 2026, berlokasi di wilayah Desa Nunkurus.

Pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari program nasional unggulan Presiden Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah terpencil.

Dalam arahannya, Bupati Yosef Lede menjelaskan bahwa pembangunan SPPG di Kabupaten Kupang direncanakan di 70 titik, meski awalnya terdapat 73 titik.

“Sesuai dengan undangan hari ini kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan salah satu SPPG atau dapur bergizi dari 70 titik. Sebenarnya ada 73, tetapi karena tiga titik datanya berdekatan, maka yang tersisa adalah 70 titik,” jelas Bupati.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memberi makan, melainkan memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Ini adalah salah satu program utama Bapak Presiden. Tujuannya bagaimana pemerintah mengeluarkan masyarakat dari rantai kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa sasaran program SPPG terus diperluas.

“Awalnya hanya untuk anak-anak dan ibu hamil, sekarang tenaga pendidik juga masuk, anak-anak putus sekolah yang duduk di pinggir jalan juga akan masuk,” katanya.

Menurutnya, jika program ini terus berjalan, dampaknya akan sangat besar.

“Kalau saya pikir, ini seperti memberi makan seluruh rakyat. Dampaknya positif, bukan hanya kesehatan dan gizi anak-anak untuk pertumbuhan, tapi juga membuka lapangan pekerjaan,” lanjutnya.

Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa kehadiran dapur bergizi harus dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan ekonomi lokal.

“Dampaknya bukan hanya kasih makan anak-anak, tapi menciptakan lapangan pekerjaan dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat menyiapkan pangan lokal, agar bahan baku dapur tidak bergantung dari luar daerah.

“Kalau dapur beroperasi di sini tapi bahannya diambil dari pasar luar, apakah ada pertumbuhan ekonomi? Belum tentu. Karena itu, bahan pangan harus diambil dari masyarakat sekitar,” tegasnya.

SPPG, menurut Bupati, akan membutuhkan pasokan sayur, buah, telur ayam, daging ayam, dan hasil pertanian serta peternakan lainnya.

Bupati menyebut Oelatimo sebagai wilayah pertanian yang sangat potensial.

“Kalau lahan basah, tanam padi. Kalau lahan kering, tanam hortikultura yang bisa menyuplai dapur,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kupang sedang menyiapkan beras kemasan lokal ‘Kupang Emas’ yang segera diluncurkan.

“Saya akan bicara dengan BGN, seluruh SPPG wajib menggunakan beras pemerintah yang kualitasnya bagus, supaya anak-anak kita makan nasi dari beras yang berkualitas,” katanya.

Bupati Yosef Lede menyampaikan capaian besar sektor pertanian Kabupaten Kupang.

“Tahun 2025 kita bersyukur sudah mencapai swasembada beras. Dari 21 ribu ton di 2024, dalam 10 bulan naik menjadi 87 ribu ton atau naik 400 persen,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa hasil beras tersebut akan disuplai ke seluruh SPPG.

“Sehingga anak-anak dan ibu-ibu betul-betul disajikan makanan dari beras yang baik dan berkualitas,” katanya.

Selain itu, Pemkab Kupang juga terus menyalurkan alat pertanian seperti traktor hingga ke desa-desa.

“Kami tahu ini belum cukup, tapi terus kita upayakan agar potensi lahan bisa dimaksimalkan dan ketahanan pangan terwujud,” tambahnya.

Bupati Yosef Lede secara tegas meminta agar pembangunan SPPG ini diselesaikan tepat waktu.

“Saya minta 35 hari harus selesai, jangan lama-lama. Ada pihak ketiga, saya akan cek. Habis selesai langsung rekrut relawan dan mulai beroperasi,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung dirinya pada peletakan batu pertama merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah.

“Ini mau memberitahukan kepada masyarakat bahwa Pemda sangat konsen dan sangat mendukung program ini supaya benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menutup arahannya, Bupati berharap SPPG ini membawa dampak nyata bagi masa depan generasi muda.

“Sehingga betul-betul anak-anak di Oelatimo ini dapat dilayani dengan makan bergizi,” tutupnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.