Kupang,BBC – Perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa liturgis tahunan, tetapi juga sebagai ruang refleksi kolektif bagi dunia pendidikan.

Hal inilah yang ditegaskan Bupati Kupang, Yosef Lede saat menghadiri perayaan Natal bersama SMAK Negeri Kupang dan SMPTK Tarus, Senin, 12 Januari 2026, di aula kedua sekolah tersebut, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Timur.

Kehadiran Bupati Kupang pada momentum rohani tersebut menjadi simbol keterhubungan antara iman, pendidikan dan tanggung jawab negara dalam membentuk masa depan generasi muda.

Dalam pandangan Yosef Lede, pendidikan sejati tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berakar pada pembentukan karakter dan kedalaman iman.

Mengangkat tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, Yosef Lede menilai bahwa pesan Natal tahun ini memiliki relevansi kuat dengan eksistensi SMAK Negeri Kupang dan SMPTK Tarus di tengah masyarakat.

Sekolah, menurutnya, bukan hanya institusi akademik, melainkan ruang pembentukan nilai, tempat benih-benih moral, disiplin dan kasih ditanamkan sejak dini.

“Sekolah harus berjalan beriringan dengan keluarga dan pemerintah. Ketiganya adalah pilar utama yang tidak bisa dipisahkan dalam membentuk manusia seutuhnya,” ujar Yosef Lede.

Ia menekankan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama, sementara sekolah adalah perpanjangan tangan keluarga dalam mendidik anak.

Pemerintah, dalam hal ini, hadir sebagai penopang kebijakan dan fasilitas agar proses pendidikan berjalan bermakna dan berkelanjutan. Tanpa sinergi ketiganya, pendidikan akan kehilangan ruh dan arah.

Lebih lanjut, Yosef Lede menyampaikan bahwa Natal seharusnya menjadi momentum kontemplatif, mengajak semua pihak untuk kembali pada nilai dasar kemanusiaan.

Ia menyebut bahwa dari kerja sama yang tulus antara sekolah dan keluarga, akan lahir generasi yang tangguh secara spiritual, matang secara intelektual dan kokoh secara moral.

“Natal bukan sekadar perayaan seremonial. Ia adalah panggilan nurani untuk membentuk karakter, menumbuhkan iman, dan menyiapkan masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Dalam perspektif Yosef Lede, generasi unggul bukan hanya mereka yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati sosial dan keteguhan nilai.

Pendidikan yang berakar pada iman diyakininya mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menjaga martabat kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Yosef Lede juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus mendukung keberlangsungan SMAK Negeri Kupang dan SMPTK Tarus.

Dukungan ini mencakup perhatian terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, yang akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pemerintah berkewajiban memastikan sekolah memiliki fasilitas yang layak agar proses belajar mengajar berlangsung optimal,” katanya.

Perayaan Natal ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, Kasat Pol PP Kabupaten Kupang, Aprion Lona, Camat Kupang Tengah, Yuni Padja, Kepala Desa Mata Air, Eli Luluporo, Lurah Tarus, Beby Lubalu, serta Kepala SMAK Negeri Kupang dan SMPTK Tarus, Amendniada Haekase, bersama para guru dan seluruh siswa.

Momentum Natal tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar urusan ruang kelas, melainkan proses panjang membangun manusia berkarakter.

Dari sinilah diharapkan tumbuh generasi unggul Kabupaten Kupang, yang berakar pada iman, berjiwa kebangsaan dan siap menyongsong masa depan dengan kebijaksanaan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.