Kupang, BBC — Fakta mengejutkan kembali mencuat dari Desa Oesusu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Dugaan penyalahgunaan Dana Desa tahun anggaran 2024 hingga 2025 menggemparkan warga setempat setelah ditemukan indikasi kuat bahwa laporan pertanggungjawaban (LPJ) proyek tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini dari sumber terpercaya, pembangunan WC sehat yang dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2024 tidak pernah dilaksanakan. Ironisnya, dalam laporan pertanggungjawaban, pihak desa justru diduga menggunakan foto-foto proyek WC sehat milik Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kupang sebagai bukti pelaksanaan kegiatan.

“Benar-benar tidak ada pembangunan WC dari Dana Desa tahun 2024. Semua foto diambil dari proyek milik Dinas Perkim,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (13/11/2025).

Menurut data, bantuan WC sehat sebanyak 55 unit yang ada di Desa Oesusu merupakan proyek DAK Dinas Perkim Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2024, bukan dari Dana Desa.

Namun foto-foto proyek tersebut justru digunakan kepala desa dalam LPJ Dana Desa 2024 seolah-olah hasil pembangunan dari anggaran desa.

Masalah tak berhenti di situ. Pada tahun anggaran 2025, dana ketahanan pangan sebesar Rp103 juta yang ditransfer bendahara ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) sejak bulan Juli, juga belum terealisasi kepada masyarakat. Bantuan berupa bibit pertanian, pupuk dan obat tanaman hingga kini tidak pernah disalurkan.

“Dana sudah dicairkan, tapi bantuannya tidak pernah sampai ke kami. Sampai sekarang belum ada realisasi,” lanjut sumber tersebut.

Selain dugaan penyalahgunaan dana, warga juga melaporkan adanya pekerjaan fisik yang terbengkalai di wilayah Dusun VI Kiukenat, Desa Oesusu.

Proyek rabat jalan sepanjang 75 meter disebut belum rampung, bahkan 75 sak semen rusak akibat hujan karena dibiarkan tanpa pengawasan.

“Kami sudah siap jika Pak Kajari Oelamasi benar-benar turun ke lapangan. Kami akan tunjukkan bukti-bukti nyata di lokasi,” tegas warga.

Masyarakat Desa Oesusu kini berharap agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Oelamasi, Yupiter Selan bersama tim segera turun untuk melakukan investigasi lapangan terkait dugaan penyimpangan Dana Desa tahun 2024–2025 tersebut.

“Kami warga siap mendampingi dan menunjukkan fakta sebenarnya di lapangan. Sudah waktunya kebenaran diungkap,” pungkas sumber

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.