Kupang, BBC — Setelah lebih dari setahun masyarakat di Kota dan Kabupaten Kupang menghadapi kesulitan akses air bersih secara berkelanjutan, kini hadir sinyal pemulihan yang menegaskan bahwa upaya tata kelola air minum sedang memasuki fase transformatif.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Joni Sulaiman, Perumda Air Minum Kabupaten Kupang berhasil menerapkan strategi kolaboratif yang menghasilkan pemulihan aliran di sejumlah wilayah yang sebelumnya rentan kekeringan.

Langkah tersebut bukan hanya perbaikan teknis biasa, melainkan mencerminkan penerapan model manajemen publik kolaboratif dan inovatif dalam sektor layanan dasar.

Kerja sama dengan instansi militer—khususnya Lanud El Tari Kupang—menjadi titik kunci: melalui izin koneksi jaringan pipa berdiameter 4 dim dan 10 dim, pipa induk dari sumber Nasi Panaf terhubung ke jalur transmisi utama dan memungkinkan distribusi ke wilayah Penfui, TDM, Perumnas, Oebobo, Kota Baru hingga Oesapa Selatan.

“Begitu izin koneksi dari Lanud El Tari keluar, kami langsung mengeksekusi pekerjaan di lapangan. Kini suplai air sudah kembali normal di beberapa wilayah yang sebelumnya kesulitan,” ujar Joni Sulaiman, Rabu (22/10).seperti yang di lansir dari Kupang Media net

Menurut Sulaiman, keberhasilan ini dihasilkan dari pendekatan interselektoral lintas lembaga, yang menjadi variabel penting dalam tata kelola modern pelayanan publik. Dukungan dari institusi militer dianggap strategis karena menyentuh aspek keamanan infrastruktur, efisiensi teknis, serta kontinuitas pasokan air dalam jangka panjang.

Selain itu, Perumda di bawah arahannya kini menerapkan sistem distribusi cerdas (smart distribution system) untuk menjamin bahwa alokasi air tidak hanya menyasar wilayah pusat, tetapi juga memenuhi wilayah pinggiran yang memiliki kerentanan tinggi.

Ratusan sambungan pelanggan yang sempat non-aktif kini mulai diaktifkan kembali — suatu upaya yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan potensi peningkatan pendapatan daerah.

“Air adalah kebutuhan mendasar. Tugas kami bukan hanya mengalirkan air, tapi juga mengelola dengan sistem yang efisien dan berkelanjutan,” tambah Sulaiman.

Secara ekonomis, stabilitas pasokan air bersih menjadi pilar penting dalam memperkuat aktivitas rumah tangga, unit usaha mikro dan kecil serta sektor jasa di kawasan perkotaan Kupang.

Dari perspektif manajemen publik, kepemimpinan Joni Sulaiman dapat dijadikan studi kasus yang relevan bagi daerah-lain dalam ranah pengelolaan sumber daya air berbasis kolaborasi antarsektor.

Pendekatan integratif yang menggabungkan unsur pemerintah daerah, militer dan masyarakat menciptakan ekosistem manajemen air yang adaptif terhadap tantangan iklim, pertumbuhan demografis dan tekanan layanan publik.

Kini, Perumda Air Minum Kabupaten Kupang memandang masa depan dengan optimisme hati-hati. Dengan visi “air untuk semua”, perusahaan daerah ini berkomitmen menjaga kesinambungan layanan air bersih, terutama menghadapi ancaman kekeringan yang kerap muncul saat musim kemarau.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.