Kupang, BBC – Suasana penuh haru dan semangat terpancar dari wajah para pemuda Karang Taruna Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika Walikota Kupang, Cristian Widodo diberi kesempatan untuk menyampaikan penguatan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Didampingi Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki serta disaksikan langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, Cristian Widodo hadir bukan sekadar sebagai pemimpin, melainkan sebagai sahabat yang membawa pesan kehidupan.

Ia menyampaikan kisah yang sederhana namun sarat makna, sebuah ilustrasi yang menyalakan bara semangat dalam dada para pemuda.

Cristian mengawali penguatannya dengan sebuah metafora tentang kapal dan dermaga.

“Saat terindah dari sebuah kapal adalah ketika ia ditambatkan di dermaga. Indah sekali jika kita melihatnya, ditemani cahaya rembulan, disinari lampu-lampu, seakan menjadi lukisan kehidupan. Namun ingat, kapal diciptakan bukan untuk berhenti di dermaga. Kapal dibuat untuk berlayar, menghajar gelombang, membelah samudra luas,” ungkapnya penuh penekanan.

Bagi Cristian, filosofi kapal itu adalah cermin dari perjalanan hidup Karang Taruna. Ia menegaskan bahwa organisasi kepemudaan ini bukanlah ornamen sosial yang dipajang dengan gagah-gagahan.

“Karang Taruna dibuat bukan untuk difoto, bukan untuk dipamerkan. Karang Taruna dibuat untuk berlayar, untuk menghadapi gelombang masalah di masyarakat, untuk hadir membawa solusi dan untuk memberi dampak nyata bagi Kabupaten Kupang, Kota Kupang, bahkan Provinsi NTT,” tuturnya.

Suasana menjadi hening sesaat. Pesan itu bukan sekadar kalimat, melainkan panggilan jiwa. Cristian mengingatkan, gagahnya pakaian atau rapinya penampilan bukanlah ukuran.

Yang terpenting adalah keberanian untuk menembus badai persoalan sosial serta kesediaan untuk bekerja demi kepentingan bersama.

“Kita hadir di sini bukan untuk gagah-gagahan. Kita hadir untuk berdampak. Setiap kegiatan Karang Taruna haruslah selalu bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya tegas, disambut tepuk tangan hadirin.

Di akhir sesi, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, menutup penguatan tersebut dengan yel-yel penuh semangat Karang Taruna.

Dengan suara lantang, ia menegaskan bahwa apa yang disampaikan Walikota Kupang adalah cerminan isi hatinya.

“Kami satu bahtera, satu tujuan, dan satu semangat. Kata-kata Walikota Cristian Widodo adalah kata hati saya,” ucap Aurum, sembari mengobarkan semangat persaudaraan dalam bingkai kebersamaan.

Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan momentum lahirnya kesadaran baru: bahwa pemuda adalah bahtera yang diciptakan untuk mengarungi samudra kehidupan, bukan untuk diam di dermaga.

Dari Kupang Timur, pesan itu menggema: Karang Taruna harus menjadi nahkoda perubahan, penembus badai dan pengukir harapan bagi masa depan NTT.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.