Kupang, BBC – Suasana hening bercampur haru menyelimuti ruang utama Kantor Bupati Kupang, Senin (15/9/2025) siang.

Di hadapan Bupati Kupang Yosef Lede Wakil Bupati Aurum Titu Eki dan Sekretaris Daerah Mateldius Soleman Jilis Sanam, prosesi serah terima jabatan (sertijab) Pimpinan Tinggi Pratama dilaksanakan penuh khidmat.

Sertijab kali ini menandai pergantian sejumlah pejabat, di antaranya Marthen Rahakbauw yang menutup pengabdiannya sebagai Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyerahkan amanah kepada Guntur Taopan sebagai pejabat definitif.

Prosesi ini dilandasi Surat Keputusan Bupati Kupang Nomor: 821.12/02/BKPSDM.KAB.KPG/2025 tanggal 10 September 2025.

Ada jejak yang ditinggalkan,
Ada amanah yang dilanjutkan.
Jabatan hanyalah titipan,
Bukan kemegahan, bukan singgasana.
Yang pergi meninggalkan kenangan,
Yang datang mengemban harapan.
Pada akhirnya, semua jabatan hanyalah jalan,
Menuju pelayanan, menuju pengabdian.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menekankan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar ritual administratif, melainkan manifestasi moral dari tanggung jawab kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa pejabat lama wajib menyerahkan seluruh bentuk pertanggungjawaban, termasuk aset bergerak maupun tidak bergerak, kepada pejabat baru tanpa menyisakan catatan yang bisa menimbulkan persoalan hukum maupun birokratis di kemudian hari.

“Jabatan yang diterima bukan tempat mencari keuntungan, bukan ruang istimewa antara basah dan kering. Jabatan adalah amanah, sebuah kepercayaan publik yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ungkap Yosef Lede.

Lebih jauh ia menekankan, pejabat yang baru harus menjalankan tugas sesuai pakta integritas, serta tidak ragu melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah, sekretaris daerah, maupun asisten ketika menemui hambatan.

Perpisahan bukanlah kehilangan,
Tetapi titipan waktu yang berpindah tangan.
Amanah tidak pernah mati,
Ia hanya berganti wajah dan nama.
Jabatan bisa berakhir,
Namun integritas akan tetap dikenang.
Yang terpenting bukanlah gelar di papan nama,
Tetapi jejak pelayanan yang abadi di hati masyarakat.

Acara sertijab ini tidak hanya menjadi momen administratif, tetapi juga refleksi tentang tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Proses penandatanganan Berita Acara Sertijab serta penyerahan Memori Jabatan menjadi simbol transisi kepemimpinan yang berlandaskan etika, hukum dan integritas.

Dalam konteks pembangunan daerah, Yosef Lede menegaskan bahwa setiap pejabat yang dilantik adalah bagian dari tim kolektif yang bertugas mengawal arah kebijakan strategis melalui RPJMD Kabupaten Kupang.

Jika ada pejabat yang gagal menjalankan amanah sesuai komitmen, maka rotasi jabatan akan menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan

Dengan penuh keheningan, sertijab kali ini menjadi sebuah panggung perpisahan yang elegan: pejabat lama berpamitan dengan warisan tanggung jawab, sementara pejabat baru menerima estafet amanah untuk melanjutkan pelayanan.

Seperti pesan moral yang disampaikan Bupati Yosef Lede, jabatan adalah titipan yang fana, tetapi pengabdian yang tulus akan kekal dalam sejarah masyarakat Kabupaten Kupang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.