Kupang, BBC – Pendidikan unggul tidak lahir dari fasilitas semata, melainkan dari kepemimpinan yang visioner di tingkat sekolah. Hal inilah yang menjadi penekanan Bupati Kupang, Yosef Lede saat menutup rangkaian Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di Hotel Neo Aston, Kota Kupang.
Kegiatan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tersebut diikuti peserta dari 18 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk 16 tenaga pendidik asal Kabupaten Kupang yang telah memenuhi syarat menjadi calon kepala sekolah.
Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan bahwa kualitas kepala sekolah adalah entry point menuju transformasi pendidikan di daerah.
Menurutnya, seorang kepala sekolah bukan sekadar administrator, tetapi juga pemimpin akademik yang menentukan arah, budaya dan ekosistem pembelajaran.
“Di Kabupaten Kupang saja ada sekitar 200 sekolah yang masih dipimpin oleh Kepala Sekolah berstatus Plt. Dalam waktu dekat, setelah proses seleksi yang ketat, lebih dari 500 Kepala Sekolah akan saya lantik. Khusus 17 peserta asal Kabupaten Kupang yang lulus BCKS kali ini, saya pastikan akan segera menduduki jabatan definitif,” tegas Yosef.
Yosef tidak menutup mata bahwa NTT, khususnya Kabupaten Kupang, masih menghadapi keterbatasan sumber daya kepemimpinan pendidikan. Namun, keterbatasan itu justru menjadi pendorong inovasi.
Ia bersama Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki mengambil inisiatif menggelar BCKS mandiri di Kabupaten Kupang dengan dukungan penuh dari APBD.
Langkah ini menandai perubahan paradigma: dari ketergantungan pada pusat menjadi kemandirian daerah dalam mencetak pemimpin sekolah. “Kami tidak bisa menunggu, karena pendidikan unggul harus kita mulai dari rumah sendiri,” tambah Yosef.
Lebih jauh, Yosef menekankan bahwa kepala sekolah masa depan harus menguasai literasi digital. Hal ini sejalan dengan tuntutan sistem pendidikan nasional berbasis teknologi. Dalam forum Google for Education di Bali, ia bahkan menegaskan bahwa digital competency wajib hukumnya bagi kepala sekolah.
“Seorang Kepala Sekolah di era ini tidak cukup hanya memahami administrasi manual. Mereka harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, manajemen sekolah, hingga komunikasi dengan orang tua murid. Inilah yang saya sebut sebagai digital leadership,” ujarnya.
Penutupan BCKS tidak hanya menandai akhir pelatihan, tetapi menjadi titik tolak menuju pendidikan unggul di Kabupaten Kupang. Dengan kepala sekolah yang berkualitas, diharapkan muncul kultur sekolah berbasis mutu, akuntabilitas, dan inovasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat penting, antara lain Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas, dan Tenaga Kependidikan Ditjen GTKPG Kemendikdasmen, Yaya Sutarya; Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT, Teguh Rahayu Slamet; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Eliazer Teuf; serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami.
Jika media lain hanya menyoroti jumlah peserta dan rencana pelantikan, maka esensi yang lebih dalam adalah bagaimana kepemimpinan kepala sekolah menjadi investasi sosial jangka panjang.
Dengan kepala sekolah yang kuat, Kabupaten Kupang menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
