Kupang, BBC – Pelaksanaan Tour de EnTeTe 2025, International Road Cycling Race (balap sepeda jalan raya internasional) yang berlangsung pada 10–21 September 2025, mendapat sambutan penuh makna dari Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki.

Sebagai bentuk penghormatan bagi para peserta, pemerintah Kabupaten Kupang menggelar jamuan makan siang bersama di Rumah Jabatan Bupati Kupang, Jalan R.A. Kartini, Selasa (9/9/2025).

Momentum ini dihadiri oleh 155 peserta Tour de EnTeTe dari 13 negara, sekaligus memperlihatkan bagaimana diplomasi budaya lokal dirancang dalam format sederhana, namun sarat nilai simbolik.

Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa Tour de EnTeTe bukan hanya tentang olahraga bersepeda, melainkan instrumen diplomasi daerah untuk memperkenalkan wajah Kabupaten Kupang.

Ia menilai, kehadiran ratusan peserta dari berbagai negara adalah peluang emas memperluas narasi tentang pariwisata, masyarakat dan budaya lokal.

“Ajang ini bukan sekadar olahraga, tetapi sarana membangun cerita yang akan hidup di negara asal para peserta. Dari keramahan masyarakat hingga potensi pariwisata, semua akan melekat sebagai kesan yang mereka bawa pulang,” ungkap Yosef Lede.

Lebih lanjut, Yosef menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Kupang dalam lintasan internasional ini memberi dampak ekonomi nyata.

Kehadiran pelaku UMKM yang menampilkan produk pangan lokal dan tenun ikat tradisional menjadi bukti bahwa sport tourism adalah ekosistem yang menghubungkan olahraga dengan ekonomi kreatif masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki menyampaikan sambutan dalam bahasa Inggris sebagai bentuk penghargaan kepada peserta internasional.

Dalam pernyataannya, Aurum menekankan bahwa keindahan alam, keunikan budaya dan keramahan masyarakat NTT merupakan daya tarik utama yang melekat pada ajang Tour de EnTeTe.
Ia menyampaikan:
“First of all, we like to say with pride that our province is a very beautiful place with many beautiful places to explore. The Tour de EnTeTe is one of the reasons we open this opportunity. We are very honored to have everyone passing by Kabupaten Kupang, and we hope you enjoy our weather, our culture, our nature, and the race itself.”
Diterjemahkan, pernyataan itu menegaskan bahwa keindahan NTT adalah alasan utama ajang ini diselenggarakan. Ia berharap para peserta tidak hanya menikmati kompetisi, tetapi juga merasakan atmosfer sosial-budaya masyarakat lokal, termasuk cuaca panas khas musim kering yang menjadi tantangan sekaligus daya tarik.

“Ini perkenalan sederhana dari kami. Cuaca memang panas, tetapi kami berharap kalian menyukai pemandangan, budaya, keramahan orang-orang, dan seluruh pengalaman selama berada di Kupang,” tambahnya.

Tour de EnTeTe 2025 merepresentasikan konsep interdisipliner sport tourism, yaitu integrasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dengan 10 etape sepanjang lebih dari 1.500 km melintasi tiga pulau besar—Timor, Sumba dan Flores—ajang ini tidak hanya menguji ketahanan fisik atlet, tetapi juga menyajikan narasi budaya yang melekat pada ruang geografis NTT.

Kehadiran UMKM lokal di Rumah Jabatan Bupati Kupang memperlihatkan bagaimana ekonomi mikro dapat menjadi bagian dari narasi global. Produk tenun ikat, pangan lokal dan hasil kerajinan masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai cenderamata, tetapi juga sebagai simbol diplomasi budaya yang menyertai perjalanan para peserta ke negara asal mereka.

Melalui sambutan Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki, Kabupaten Kupang menegaskan dirinya sebagai rumah yang ramah bagi dunia.

Diplomasi budaya yang dibangun melalui olahraga internasional ini menunjukkan bahwa sport tourism bukan sekadar konsep, melainkan strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Tour de EnTeTe 2025 membuktikan bahwa Kupang tidak hanya bagian dari peta geografis lintasan balap sepeda internasional, tetapi juga bagian dari narasi global tentang pariwisata, budaya dan identitas NTT.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.