KUPANG, BBC — Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, atmosfer Oelamasi, Kabupaten Kupang, dipenuhi energi kebersamaan, optimisme dan semangat nasionalisme.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, tampil sebagai representasi harmonisasi sosial dua komunitas etnis yang hidup berdampingan, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi serta pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Naunu, Romao Soares menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas kesempatan yang diberikan kepada desa dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pameran Daerah Oelamasi.
“Desa Naunu adalah rumah bagi dua kelompok etnis—penduduk asli dan saudara dari ‘matahari terbit’—yang selama ini membangun kehidupan bersama secara saling menghormati. Partisipasi kami dalam pameran ini merupakan pengalaman baru, sekaligus momentum memperkuat rasa persaudaraan demi kemajuan desa,” ujar Romao, Selasa (12/8/2025) malam.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah mempercayakan mandat kepemimpinan kepadanya. Menurutnya, komitmen membangun desa tidak ditentukan oleh asal-usul, melainkan oleh niat tulus dan integritas dalam pengabdian.
“Saya merasa terhormat karena warga menganggap saya bagian dari keluarga besar Desa Naunu, tanpa memandang latar belakang saya. Fokus utama saya hanyalah membangun desa menuju masa depan yang lebih baik. Kekurangan tentu ada, tetapi kami selalu berupaya menyelesaikannya dengan cara yang bijaksana,” tegasnya.
Setelah menerima arahan dari pemerintah daerah, masyarakat Naunu bersama desa-desa lain di Kecamatan Fatuleu langsung menunjukkan dukungan penuh. Stand pameran dibangun dengan menampilkan berbagai potensi unggulan, termasuk sepuluh program PKK yang memamerkan kerajinan, hasil pertanian, serta produk-produk kreatif karya masyarakat seperti Tenun.
Desa Naunu secara khusus menonjolkan ragam inovasi berkelanjutan, seperti produk pertanian hortikultura, kerajinan tangan tradisional,Tenun dan olahan pangan hasil karya generasi muda desa.
Kegiatan ini, menurut Romao bukan sekadar sarana promosi, melainkan instrumen strategis dalam memperluas jejaring pemasaran, memperkuat identitas desa dan mengakselerasi kemandirian ekonomi.
“Saya berharap inisiatif seperti ini dapat berlangsung secara konsisten, sehingga potensi Desa Naunu dapat terus dikenal dan dikembangkan secara optimal,” pungkasnya.
Pameran Oelamasi sendiri menjadi bukti bahwa kemajuan desa tidak hanya bergantung pada modal fisik, tetapi juga pada modal sosial berupa solidaritas lintas budaya dan semangat gotong royong.
Keberhasilan Naunu dalam menyatukan dua suku dalam satu visi pembangunan memberikan pesan penting: persatuan dalam keberagaman adalah fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Jika sinergi ini terus dipelihara, Desa Naunu berpeluang besar menjadi rujukan. Kehidupan yang dibangun atas dasar saling menghargai, inovasi berkelanjutan dan kepemimpinan yang berintegritas akan menjadi modal utama untuk mewujudkan kesejahteraan kolektif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
