Kupang, BBC — Civic Center Oelamasi pada hari ini tidak sekadar menjadi pusat keramaian, melainkan ruang sejarah yang menandai awal babak baru pembangunan ekonomi Kabupaten Kupang.
Melalui Expo UMKM dan Pangan Lokal pertama di era kepemimpinan Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki, tema “Bangkit Bersatu Menuju Kupang Emas” terwujud dalam bentuk nyata: mengangkat potensi lokal sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa UMKM adalah denyut nadi ekonomi daerah. Produk seperti jagung, kelor, ikan laut olahan dan kain tenun bukan sekadar barang dagangan, melainkan warisan identitas dan modal sosial yang membentuk daya saing Kabupaten Kupang.
“Expo ini adalah panggung untuk menunjukkan bahwa kita mampu membangun dari kekuatan sendiri. Potensi lokal harus menjadi fondasi ekonomi yang tahan terhadap guncangan global,” ujar Yosef.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya strategi ketahanan pangan, tetapi juga instrumen penguatan struktur ekonomi yang berpihak pada masyarakat kecil.
Dengan pengelolaan yang inovatif, ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat ditekan, sementara nilai tambah produksi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.
Kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Obe Titu Eki menunjukkan bahwa pembangunan berbasis logika data harus berjalan seiring dengan empati sosial.
Program bantuan pasang baru listrik 2025 yang diprioritaskan bagi desa-desa tanpa aliran listrik adalah bukti nyata kebijakan pro-rakyat yang berorientasi pada pemerataan manfaat pembangunan.
Ketersediaan listrik tidak hanya memberi penerangan, tetapi juga membuka peluang transformasi ekonomi. Pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memanfaatkan teknologi dan memperluas pasar. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi lokal dapat bersifat inklusif, partisipatif dan berkelanjutan.
“Listrik adalah cahaya kemajuan. Pastikan ia menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan, agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan merata,” pesan Yosef.
Expo ini melibatkan 24 kecamatan, perangkat daerah, TNI-Polri, organisasi perempuan, pelajar, komunitas kreatif dan dunia usaha. Kegiatan pendukung seperti donor darah, pengobatan gratis, pekan pajak, karnaval budaya, olahraga, hingga sayembara Patung Kristus memperlihatkan kolaborasi multi-sektor yang harmonis.
Keterlibatan beragam unsur ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah adalah hasil kerja kolektif, di mana pemerintah berperan sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai penggerak utama.
Sejarah pembangunan membuktikan bahwa kemajuan sejati tidak lahir dari sumber daya semata, tetapi dari cara sumber daya tersebut dikelola untuk kepentingan bersama.
Civic Center Oelamasi hari ini menjadi simbol bahwa pemerintahan yang logis dan berpihak pada rakyat mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang menyejahterakan.
Di tanah kelor yang hijau abadi,
Jagung menguning di bawah matahari yang setia.
Laut berbisik di tepian pantai,
Menyimpan rahasia rezeki bagi nelayan desa.
Dari tangan rakyat, lahir kerja tanpa pamrih,
Dari hati pemimpin, mengalir kebijakan yang jernih.
Kabupaten Kupang, engkau ditempa oleh waktu dan tekad,
Tak gentar menghadapi gelombang, tak surut oleh jarak.
Bangkitlah bersama, genggam cahaya masa depan,
Sebab di setiap potensi lokal,
Tersimpan lentera yang tak pernah padam.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
