Kupang,BBC – Setelah vakum selama lebih dari enam tahun, ajang bergengsi Pacuan Kuda Kapolda Cup 2025 kembali digelar di Gelora Lifubatu, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, pada Kamis (7/8/2025).
Perhelatan ini menjadi magnet yang memikat para penggemar olahraga berkuda, baik dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun dari mancanegara.
Kejuaraan yang menjadi simbol kebangkitan olahraga berkuda di NTT ini diikuti oleh 173 ekor kuda yang berkompetisi dalam 9 kelas berbeda. Para peserta datang dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Rote Ndao, Nagekeo, Ngada, serta perwakilan dari negara tetangga, Timor Leste.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Kepala Kepolisian Daerah NTT, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko, dan dihadiri Bupati Kupang, Yosef Lede, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTT Jerry Manafe serta jajaran pejabat tinggi Polda NTT dan Polres Kupang.
Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa Gelora Lifubatu Babau memiliki nilai strategis sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala besar yang berpotensi memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, ajang seperti Kapolda Cup tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan prestasi atlet, tetapi juga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi sektor ekonomi lokal.
“Pacuan kuda ini bukan hanya sekadar kegiatan olahraga, melainkan juga momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Dampak positifnya terlihat jelas pada peningkatan hunian hotel, aktivitas kuliner, jasa transportasi, hingga sektor industri kreatif,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjutnya, berkomitmen menggelar minimal tiga ajang pacuan kuda setiap tahun, termasuk Bupati Kupang Cup yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.
Selain itu, Gelora Lifubatu akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga lain, seperti motor sport road race, guna menarik wisatawan sekaligus investor.
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, menyatakan bahwa Polda NTT akan berkontribusi secara nyata dalam pembenahan Gelora Lifubatu agar memenuhi standar nasional, sehingga layak menjadi arena kejuaraan tingkat internasional.
“Kolaborasi pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan. Gelora Lifubatu tidak hanya akan menjadi pusat olahraga, tetapi juga simpul pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pordasi NTT Jerry Manafe menilai bahwa peningkatan kualitas fasilitas Gelora Lifubatu akan membuka peluang Kabupaten Kupang menjadi destinasi pacuan kuda bertaraf nasional.
Ia menambahkan bahwa pariwisata olahraga (sports tourism) memiliki prospek besar untuk meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat identitas budaya.
Penyelenggaraan Kapolda Cup 2025 telah memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Pedagang kaki lima di sekitar arena melaporkan peningkatan penjualan selama event berlangsung.
Penyedia jasa transportasi mengalami lonjakan permintaan, sementara sektor perhotelan dan kuliner mencatatkan okupansi dan omzet yang lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Selain itu, perajin lokal mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk suvenir kepada penonton dan peserta, menciptakan rantai ekonomi kreatif yang memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha kecil.
Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Kapolda Cup 2025 telah membuktikan diri sebagai wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan citra daerah dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kupang.
Keberhasilan Kapolda Cup 2025 menjadi bukti bahwa olahraga berkuda dapat menjadi sektor unggulan yang sinergis dengan pariwisata, budaya dan industri kreatif.
Dengan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, strategi promosi yang terarah dan pemberdayaan pelaku usaha lokal, Kabupaten Kupang memiliki peluang besar menjadikan Gelora Lifubatu Babau sebagai pusat olahraga berkuda bertaraf nasional bahkan internasional.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, pacuan kuda di Kupang tidak lagi sekadar menjadi tradisi, tetapi telah berkembang menjadi instrumen pembangunan ekonomi berbasis olahraga (sport-based economic development) yang memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional dan global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
