Kupang,BBC – Pemerintah Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Dedi Suan, menegaskan komitmen membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh pada tahun 2025 adalah mengalokasikan 20% Dana Desa untuk pengembangan program budidaya dan perdagangan kacang tanah, komoditas unggulan desa yang terbukti adaptif terhadap kondisi lahan setempat.

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) bukan hanya sumber protein nabati yang tinggi, tetapi juga kaya lemak sehat, vitamin dan mineral penting seperti magnesium, fosfor, dan folat. Secara akademis, konsumsi kacang tanah berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat, mengurangi risiko malnutrisi, dan mendukung pola makan seimbang.

Selain manfaat nutrisi, kacang tanah juga memiliki sifat agronomis yang menguntungkan. Tanamannya mampu meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan sistem tanam yang relatif sederhana dan masa panen yang singkat, kacang tanah menjadi pilihan tepat untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan seperti Kiuoni.

Program ini tidak hanya difokuskan pada produksi, tetapi juga mencakup sistem jual-beli kacang tanah yang terintegrasi. Model ini memungkinkan petani memperoleh harga jual yang kompetitif sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM desa, seperti pengolahan kacang goreng, selai kacang dan bahan baku industri makanan.

Menurut Dedi Suan, pendekatan ini diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian desa. Petani memperoleh pendapatan dari penjualan hasil panen, pedagang lokal mendapat pasokan yang stabil dan produk olahan dapat dipasarkan hingga ke luar daerah, meningkatkan perputaran ekonomi Kiuoni.

“Potensi kacang tanah ini sudah lama ada, dan sekarang kami memanfaatkannya secara maksimal. Tujuan kami bukan hanya swasembada pangan, tapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Dedi Suan, Jumat (8/8/2025).

Kebijakan pengalokasian 20% Dana Desa untuk sektor pangan ini sejalan dengan arahan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Kiuoni menargetkan dalam lima tahun ke depan dapat menjadi salah satu sentra kacang tanah unggulan di Kabupaten Kupang, sekaligus menjadi model desa mandiri pangan di Nusa Tenggara Timur.

Dengan pengelolaan yang terencana, desa ini berpeluang besar mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah, memperkuat daya tahan ekonomi, serta menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.