BB – Di tengah hamparan pegunungan sunyi di Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, kisah inspiratif tentang pemberdayaan perempuan lahir dari figur sederhana bernama Taroci Yosina Bani.
Ia bukan hanya dikenal sebagai istri dari Aipda Adi Babys, personel SPKT Polsek Amfoang Selatan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mengubah wajah desanya melalui semangat kemandirian dan ketekunan.
Berangkat dari keterbatasan fasilitas pedesaan, Yosina membuktikan bahwa perempuan, sekalipun berada di wilayah terpinggirkan, memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi rumah tangga dan masyarakat.
Dengan memanfaatkan keterampilannya di bidang kuliner, ia merintis usaha warung makan sederhana yang menjajakan bakso dan nasi ayam, yang kini menjadi rujukan kuliner bagi warga setempat serta pengunjung yang melintasi jalur menuju Observatorium Nasional Timau.
Letak usahanya yang strategis—yakni di jalur penghubung antara pusat kecamatan dan wilayah wisata ilmiah—menjadi nilai tambah yang turut mendorong pertumbuhan bisnisnya. Aktivitasnya tidak hanya terbatas pada dunia kuliner.
Melihat rendahnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, Yosina kemudian dipercaya sebagai agen BRILink dan Bank NTT (Be Juga Bisa), membawa layanan perbankan lebih dekat ke masyarakat pedesaan yang sebelumnya harus menempuh perjalanan berjam-jam ke kota.
Kontribusinya yang nyata menjadikan Yosina sebagai tokoh sentral dalam upaya penguatan ekonomi mikro di daerah terpencil. Perannya secara tidak langsung mendukung upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan dan pemberdayaan perempuan di wilayah tertinggal.
Hingga saat ini, perempuan kelahiran Amfoang tersebut telah mengembangkan usahanya ke sektor sembako dengan omzet yang mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.
Pencapaian ini merupakan cerminan dari sinergi antara peran domestik dan publik yang dijalankan secara simultan oleh seorang perempuan desa, sekaligus memperlihatkan bahwa peran seorang istri polisi tidak hanya terbatas pada lingkup rumah tangga semata.
Ketika diwawancarai, Yosina mengungkapkan harapan sederhana namun penuh makna: “Saya hanya ingin suami tetap bertugas di Polsek ini sampai pensiun. Kami sudah merasa rumah kami di sini.”
Kisah Yosina Bani adalah manifestasi nyata dari semangat emansipasi yang digaungkan R.A. Kartini lebih dari seabad lalu.
Ia adalah representasi perempuan Timur Indonesia yang tangguh, yang mampu menciptakan perubahan sosial dan ekonomi melalui kerja keras, cinta, dan dedikasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
