BB – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi melantik 18 dokter baru dalam acara Pengangkatan Sumpah dan Pelantikan Dokter XLIII, yang digelar pada Selasa (04/02/2025).

Para dokter muda ini kini siap mengabdi bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi etika, ilmu, dan integritas dalam praktik kedokteran mereka.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan FKKH Undana, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), orang tua, serta para dosen yang telah membimbing para dokter selama masa pendidikan.

Salah satu dokter yang baru dilantik, dr. Putu Dinda Pramesti, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan mereka menjadi dokter.

“Terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan inspirasi yang telah diberikan. Kami berjanji akan menjaga sumpah ini dengan penuh tanggung jawab demi kebaikan sesama,” ungkapnya penuh haru.

Sementara itu, perwakilan orang tua dokter baru, Herman Abatan, mengingatkan para dokter muda untuk selalu mengedepankan skill, mindset, attitude, dan karakter dalam menjalankan tugasnya.

“Jadilah dokter yang berintegritas, empati, dan penuh solusi bagi masyarakat. Kehadiran kalian harus menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan,” pesannya.

Ketua PDUI Cabang NTT, dr. Yudith M. Kota, M.Kes, menegaskan pentingnya profesionalisme dalam praktik kedokteran.

“Jangan pernah memberikan resep tanpa pemeriksaan! Selalu patuhi regulasi yang berlaku dan bersikaplah ramah kepada pasien, karena mereka datang dalam kondisi yang rentan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua IDI NTT, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B, mendorong para dokter baru untuk terus meningkatkan kompetensi mereka dengan memperbarui ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.

“Saat ini ada program Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) yang mengajarkan kita untuk memberikan pengobatan lebih presisi. Jangan pernah berhenti belajar,” katanya.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, menekankan bahwa etika dan moral adalah landasan utama bagi seorang dokter.

“Etika dan integritas adalah harga mati, bahkan lebih tinggi dari hukum itu sendiri. Dokter harus memiliki hati nurani dalam menjalankan profesinya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan, kerja sama tim, serta perhatian terhadap kesehatan mental para dokter.

“Banyak tenaga medis menghadapi tekanan mental yang tinggi. Jangan abaikan kesehatan mental kalian sendiri saat melayani orang lain,” pungkasnya.

Dengan pelantikan ini, 18 dokter muda resmi bergabung dalam dunia medis, siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

Mereka diharapkan tidak hanya menjadi dokter yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Berikut nama dokter yang diambil sumpah dan janji :

Gloria Harpazo Lai, S.Ked, dr. Rambu Hana Pandarangga, S.Ked, dr. Putri Amelinda Lubalu, S.Ked, dr. Lidya Lyke Sonbait, S.Ked, dr. Merizaputri Wihelmina Kotta, S.Ked, dr. Bintang Musa Bessie, S.Ked, dr. Gilberth Umbu Kaledi Sagabulang, S.Ked, dr. Rosina Wiwin So’o, S.Ked, dr. Clarensius Giovani Boni Kefi, S.Ked, dr. Vinsensius Idelfonus Fence Masu, S.Ked, dr. Lorenza Aurelia Eli Abatan, S.Ked, dr. Dania Ekasanti Maryono Seran, S.Ked, dr. Maria Klaudia Redlich Galut, S.Ked, dr. Stevania Vicenisia Nau, S.Ked, dr. Irwanda Vinarti Saputri Tegu, S.Ked, dr. Anggi Rahmadinah Susilowati, S.Ked, dr. Juniar Sanjar Fajareni, S.Ked, dan dr. Putu Dinda Pramesti, S.Ked.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.