<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tpps &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/tpps/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 May 2025 10:15:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Tpps &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Bisa Lagi Setengah Hati: Kabupaten Kupang Menjawab Krisis Stunting dengan Aksi Nyata</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/tak-bisa-lagi-setengah-hati-kabupaten-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 10:15:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Tpps]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5505</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen tegas dalam menghadapi krisis stunting yang kian mengkhawatirkan. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di T-More Hotel, Rabu (28/5/2025) Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa penanganan stunting tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan lama yang stagnan dan reaktif. Mengusung semangat “transformasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen tegas dalam menghadapi krisis stunting yang kian mengkhawatirkan.</p>
<p>Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di T-More Hotel, Rabu (28/5/2025)</p>
<p>Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa penanganan stunting tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan lama yang stagnan dan reaktif.</p>
<p>Mengusung semangat “transformasi digital untuk generasi sehat,” pemerintah daerah resmi meluncurkan strategi baru yang berpijak pada pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput, serta penguatan sistem monitoring berbasis data real-time.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-5507 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009.jpg" alt="IMG 20250528 WA0009" width="650" height="366" title="Tak Bisa Lagi Setengah Hati: Kabupaten Kupang Menjawab Krisis Stunting dengan Aksi Nyata 2" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-300x169.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-360x203.jpg 360w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-24x14.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-36x20.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>“Stunting bukan sekadar urusan angka, ini soal masa depan anak-anak kita. Jika kita abai hari ini, kita menciptakan generasi yang rapuh besok. Maka, semua pihak wajib bergerak dan tidak bisa lagi setengah hati,” tegas Wabup Aurum dalam sambutannya.</p>
<p>Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan peningkatan prevalensi stunting di Kabupaten Kupang dari 38,4% menjadi 39,5%. Angka ini bukan hanya statistik, melainkan alarm nyata bahwa upaya konvensional telah mencapai titik jenuh dan memerlukan langkah revolusioner.</p>
<p>Wabup Aurum menegaskan bahwa solusi kini harus bersifat sistemik dan adaptif, bukan sporadis. Maka dari itu, Pemkab Kupang mulai menggulirkan pelatihan digital bagi tenaga kesehatan dan perangkat kecamatan/desa untuk mengoperasikan aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak berbasis mobile dan Web-BANDA—sistem data yang dirancang untuk integrasi lintas sektor.</p>
<p>Sebanyak 142 peserta dari berbagai sektor hadir dalam rakor ini, terdiri dari 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 24 camat, 24 kepala puskesmas, operator kecamatan, awak media, serta perwakilan Balai Penyuluhan Keluarga Berencana tingkat kecamatan.</p>
<p>Mereka bukan sekadar peserta, tetapi aktor utama dalam perubahan. Melalui pelatihan berbasis teknologi, mereka akan mengelola data spasial dan longitudinal untuk mendiagnosis akar persoalan stunting di wilayah masing-masing, sekaligus merancang intervensi yang lebih akurat dan berkelanjutan.</p>
<p>Pendekatan baru ini tidak hanya soal “gadget dan aplikasi.” Lebih dari itu, transformasi digital mencerminkan perubahan mendasar dalam budaya kerja pemerintahan—yang kini dituntut untuk lebih transparan, cepat tanggap, dan berbasis bukti ilmiah.</p>
<p>Sistem Web-BANDA menjadi tulang punggung pelaporan stunting, yang memungkinkan pemerintah mengakses data secara konsolidatif dan real-time. Dengan ini, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, bukan berdasarkan asumsi atau laporan manual yang rawan bias.</p>
<p>“Digitalisasi bukan tujuan, melainkan alat untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan cerdas. Kita perlu data yang akurat agar bisa menyusun kebijakan yang efektif,” ujar Aurum, yang juga mengingatkan agar keberhasilan menurunkan angka stunting tidak membuat aparat berpuas diri</p>
<p>Dalam nuansa yang sarat refleksi dan tekad, Wabup Aurum menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, tenaga medis, tokoh masyarakat, media, hingga keluarga—untuk menjadikan misi ini sebagai tanggung jawab bersama.</p>
<p>“Menurunkan stunting bukan proyek instan. Ini marathon kebijakan, yang membutuhkan integritas, kesabaran, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan semangat ini, Kabupaten Kupang menegaskan langkahnya menuju cita-cita besar: generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menghadapi masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
