<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teres &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/teres/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Nov 2024 23:37:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Teres &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Revolusi 5P Gagal Total? Pantai Teres Dan Fatubraon Berantakan Tak Terurus</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/revolusi-5p-gagal-total/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 23:36:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Berantakan]]></category>
		<category><![CDATA[Fatubraon]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi 5P Gagal Total]]></category>
		<category><![CDATA[Teres]]></category>
		<category><![CDATA[Terurus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=3066</guid>

					<description><![CDATA[BB — Kondisi pantai Teres dan Fatubraon di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang,NTT memprihatinkan dan tampak tak terurus. Padahal, objek wisata ini digadang-gadang sebagai salah satu destinasi unggulan dalam program revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan, dan Pariwisata) yang diusung oleh duet pemimpin Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Jerry Manafe, di bawah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> — Kondisi pantai Teres dan Fatubraon di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang,NTT memprihatinkan dan tampak tak terurus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Padahal, objek wisata ini digadang-gadang sebagai salah satu destinasi unggulan dalam program revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan, dan Pariwisata) yang diusung oleh duet pemimpin Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Jerry Manafe, di bawah tagline “Paket Komitmen”.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Program revolusi 5P ini awalnya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor utama di Kupang, termasuk sektor pariwisata. Sayangnya, kondisi lapangan jauh dari harapan. Berdasarkan pantauan langsung di pantai Teres, Selasa (12/11), objek wisata ini tampak rusak parah, tidak terawat, dan penuh sampah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Padahal, pembangunan destinasi wisata ini telah menelan anggaran dari APBD sekitar 40 miliar rupiah dan baru saja diresmikan pada 29 April 2023.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Saat awak media berusaha memasuki lokasi pantai Teres, tampak kondisi jalan masuk yang ditutupi belukar di sisi kanan dan kiri. Fasilitas yang tersedia juga tampak memprihatinkan; lampu-lampu jalan yang sudah rusak, kolam renang yang tidak lagi layak digunakan, hingga kamar mandi yang sudah tidak berpintu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Gedung yang rencananya akan digunakan sebagai restoran kini dipenuhi kotoran sapi, menciptakan kesan kumuh dan tidak terawat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Tak hanya itu, kabel instalasi listrik di gedung aula berserakan di lantai, membuat lokasi ini berbahaya bagi pengunjung karena risiko sengatan listrik. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Beberapa bangunan dan fasilitas tampak rusak berat dan tak terurus, menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas pengelolaan anggaran yang telah dikucurkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kondisi objek wisata pantai Teres dan Fatubraon ini mencerminkan ironi dari ambisi revolusi 5P yang bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kupang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pembangunan besar-besaran yang menghabiskan dana miliaran ini tampak tidak membuahkan hasil, dan justru menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat setempat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk memperbaiki dan merawat fasilitas yang ada, agar dana yang telah dihabiskan tidak terbuang sia-sia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk menghindari kegagalan program yang merugikan masyarakat dan mengikis kepercayaan publik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kondisi pantai Teres dan Fatubraon yang kini berantakan ini memberikan tantangan besar bagi pemerintah Kabupaten Kupang untuk membuktikan komitmennya dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Penanganan cepat dan strategis diperlukan untuk memperbaiki fasilitas, membersihkan area wisata, serta memastikan bahwa investasi besar yang telah dikucurkan tidak sia-sia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Objek wisata pantai Teres dan Fatubraon sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan yang mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan perawatan dan pengelolaan yang baik, pantai ini bisa menjadi aset berharga bagi sektor pariwisata Kabupaten Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Namun, tanpa upaya nyata untuk memperbaiki dan merawat lokasi tersebut, potensi ini hanya akan menjadi angan-angan. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tragis! Proyek Miliaran Di Pantai Teres Jadi Cermin Pengelolaan Yang Gagal</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/tragis-proyek-miliaran-di-pantai-teres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 13:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Cermin]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Teres]]></category>
		<category><![CDATA[Tragis! Proyek Miliaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=3055</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pantai Teres, yang berlokasi di Desa Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, pernah menjadi simbol besar untuk kemajuan ekonomi lokal.  Dengan dana investasi fantastis mencapai Rp 40 miliar yang bersumber dari APBD, proyek ini diharapkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menjadi daya tarik wisata utama.  Namun, harapan besar ini tampaknya memudar, meninggalkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pantai Teres, yang berlokasi di Desa Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, pernah menjadi simbol besar untuk kemajuan ekonomi lokal. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan dana investasi fantastis mencapai Rp 40 miliar yang bersumber dari APBD, proyek ini diharapkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menjadi daya tarik wisata utama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Namun, harapan besar ini tampaknya memudar, meninggalkan potret suram dari pengelolaan yang dianggap gagal dan tanpa perhatian.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-3057 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057.jpg" alt="IMG 20241113 WA0057" width="650" height="364" title="Tragis! Proyek Miliaran Di Pantai Teres Jadi Cermin Pengelolaan Yang Gagal 2" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057-300x168.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057-360x203.jpg 360w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057-24x13.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057-36x20.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241113-WA0057-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400">Tim Media yang mengunjungi Pantai Teres belum lama ini menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan. Bangunan utama yang dirancang sebagai aula pertemuan dan kafe justru tak terawat dan terbengkalai. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Aula berdebu, kotor, dan dipenuhi sarang serangga. Sementara itu, bangunan yang seharusnya menjadi kafe terlihat lebih mirip kandang, dengan kotoran sapi berserakan di pintu masuk hingga ke bagian dalam ruangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Lebih mengejutkan lagi, kolam renang yang dibangun di samping kafe yang seharusnya menjadi daya tarik utama kini kosong, retak, dan tak terisi air. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Beberapa instalasi kabel juga tampak rusak, sebagian dibiarkan tergeletak di tanah, menambah kesan bahaya dan ketidakpedulian. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Di sekitar bangunan, atap yang terbuat dari daun sudah berlubang di berbagai titik, dan tumbuhan liar tumbuh tak terkendali, menutupi sebagian besar area.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pantai Teres diresmikan pada 29 April 2023 oleh Bupati Kupang saat itu, Korinus Masneno. Proyek yang diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian Kabupaten Kupang kini justru menjadi contoh nyata dari pengelolaan yang dianggap gagal. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kondisinya yang tak terurus seolah mengabaikan besarnya anggaran yang telah dikucurkan dan harapan masyarakat untuk menikmati manfaat ekonomi dari wisata tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ironisnya, proyek yang pernah menjadi kebanggaan ini malah berubah menjadi beban. Tidak adanya pemeliharaan rutin dan pengawasan menyebabkan fasilitas yang seharusnya menjadi penopang wisata ini tampak tak layak dan tak menarik bagi pengunjung. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Padahal, Pantai Teres seharusnya menjadi aset penting yang mendukung ekonomi dan mendatangkan penghasilan bagi masyarakat setempat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kondisi Pantai Teres yang terbengkalai ini memicu keprihatinan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan arah pengelolaan wisata ini dan komitmen pemerintah daerah terhadap proyek besar seperti Pantai Teres. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Berharapnya ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas yang telah rusak, menata ulang kawasan wisata, dan melakukan pemeliharaan rutin agar proyek ini tidak hanya menjadi simbol kemunduran, melainkan aset ekonomi jangka panjang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Publik mendesak agar pemerintah segera melakukan audit dan penataan ulang untuk menghindari pemborosan dana APBD yang tidak berdampak nyata. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kolaborasi dengan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata ini juga dapat menjadi solusi jangka panjang agar Pantai Teres bisa berkembang sesuai dengan harapan dan investasi besar yang telah dikeluarkan.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
