<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegaskan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/tegaskan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 May 2026 05:57:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Tegaskan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mateldius Sanam Tegaskan Peran Strategis Penyuluh KB dalam Mewujudkan Kabupaten Kupang yang Lebih Sejahtera</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/mateldius-sanam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 05:57:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebih Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Mateldius sanam]]></category>
		<category><![CDATA[Mewujudkan Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh KB]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8653</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan institusi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pengukuhan Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2030 yang berlangsung di Balai Penyuluh KB Kecamatan Kupang Timur, Kelurahan Babau, Jumat (29/5/2026). Pengukuhan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong></a> — Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan institusi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.</p>
<p>Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pengukuhan Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2030 yang berlangsung di Balai Penyuluh KB Kecamatan Kupang Timur, Kelurahan Babau, Jumat (29/5/2026).</p>
<p>Pengukuhan pengurus IPeKB Kabupaten Kupang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, setelah sebelumnya para pengurus dilantik oleh Ketua IPeKB Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nikodemus, dalam rangkaian kegiatan yang sama.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para penyuluh keluarga berencana sebagai ujung tombak pembangunan keluarga yang berkualitas, tangguh dan berdaya saing di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Mateldius Sanam menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang menaruh perhatian serius terhadap keberadaan dan peran strategis Penyuluh Keluarga Berencana dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, peran Penyuluh KB saat ini tidak lagi terbatas pada sosialisasi program keluarga berencana semata, melainkan telah berkembang menjadi bagian integral dari upaya pembangunan keluarga secara komprehensif dan berkelanjutan.</p>
<p>“Pemerintah Kabupaten Kupang menyadari bahwa peranan seorang Penyuluh KB sangatlah besar. Karena itu pemerintah turut mengambil bagian dalam pelantikan dan pengukuhan IPeKB Kabupaten Kupang ini. Peran Penyuluh KB kini telah mencakup pembangunan keluarga dalam perspektif yang lebih luas sebagai upaya membentuk keluarga ideal yang menjadi miniatur dari masyarakat Kabupaten Kupang,” ujar Mateldius.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit sosial paling mendasar dalam struktur masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas keluarga yang ada di dalamnya.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, Penyuluh KB memiliki posisi yang sangat strategis sebagai agen edukasi, pendamping sosial, sekaligus fasilitator perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, harmonis, produktif dan sejahtera.</p>
<p>Mateldius juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh para Penyuluh KB, termasuk melalui penguatan kelembagaan organisasi profesi seperti IPeKB.</p>
<p>Ia berharap para pengurus yang baru dikukuhkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas, profesionalisme, dedikasi dan tanggung jawab sosial yang tinggi.</p>
<p>“Kami mendukung seluruh kegiatan Penyuluh KB di Kabupaten Kupang, termasuk pelantikan dan pengukuhan pengurus IPeKB ini. Kiranya para pengurus yang telah dipercaya dapat menjalankan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab, berdedikasi, serta mengabdi secara tulus kepada masyarakat,” katanya.</p>
<p>Menurut Mateldius, keberadaan Penyuluh KB memiliki nilai strategis yang sangat signifikan dalam mendukung pembangunan daerah berbasis keluarga. Selain menyampaikan berbagai program pemerintah, para penyuluh juga berperan sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, memperluas akses informasi kesehatan reproduksi, serta mendorong terciptanya keluarga yang mandiri secara sosial dan ekonomi.</p>
<p>“Penyuluh KB memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya menyampaikan Program KB, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kualitas keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, sejahtera dan berkualitas,” tegasnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Mateldius Sanam juga secara khusus mengajak seluruh Penyuluh KB di Kabupaten Kupang untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan yang masih menjadi tantangan bersama.</p>
<p>Ia menilai bahwa pendekatan pembangunan yang berpusat pada keluarga merupakan salah satu strategi paling efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara berkelanjutan.</p>
<p>Beberapa isu prioritas yang menjadi perhatian pemerintah daerah, lanjutnya, meliputi percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan ekonomi keluarga, hingga pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing.</p>
<p>“Peran aktif Penyuluh KB sangat dibutuhkan untuk bekerja bersama pemerintah daerah. Kita harus bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Kupang, mulai dari tingginya angka stunting, kualitas kesehatan ibu dan anak, pernikahan dini, penguatan ekonomi keluarga, hingga pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua IPeKB Provinsi NTT, Nikodemus, menjelaskan bahwa pembentukan IPeKB bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme para Penyuluh Keluarga Berencana dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan keluarga di tengah masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, organisasi profesi tersebut memiliki fungsi strategis sebagai wadah pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan solidaritas profesi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>“IPeKB dibentuk untuk meningkatkan kesadaran sikap dan mutu para Penyuluh KB, sekaligus mengembangkan standar profesionalisme Penyuluh KB dalam bidang pembangunan keluarga,” jelas Nikodemus.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberadaan IPeKB diharapkan mampu mendorong lahirnya kultur kerja yang semakin akuntabel, adaptif, inovatif, kolaboratif dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.</p>
<p>Dalam perspektif pembangunan modern, lanjut Nikodemus, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh aspek pendidikan dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas institusi keluarga yang menjadi lingkungan pertama dalam proses pembentukan karakter individu.</p>
<p>Oleh sebab itu, peran Penyuluh KB menjadi semakin relevan dalam mendukung agenda pembangunan nasional maupun daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.</p>
<p>“Melalui IPeKB, diharapkan seluruh Penyuluh KB semakin memperkuat semangat solidaritas, pelayanan, inovasi dan kolaborasi yang diwujudkan dalam tugas sehari-hari sebagai pelayan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Pengukuhan Pengurus IPeKB Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2030 tersebut turut dihadiri Sekretaris BKKBN Provinsi NTT Michael Yance Gamin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Desemiyeti Ngatriany, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Kupang Richard Benu, Camat Kupang Timur Marina Ludji, serta para pengurus IPeKB Kabupaten Kupang yang baru dikukuhkan.</p>
<p>Melalui penguatan organisasi profesi Penyuluh KB ini, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap terbangun sinergi yang semakin kokoh antara pemerintah, tenaga penyuluh dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, berketahanan dan sejahtera.</p>
<p>Dengan keluarga yang kuat sebagai fondasi pembangunan, cita-cita menghadirkan Kabupaten Kupang yang maju, sehat, inklusif dan berdaya saing diyakini akan semakin mudah diwujudkan secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aurum Obe Titu Eki Tegaskan di Hari Kartini 2026 Perempuan Pilar Kemajuan Daerah</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/aurum-obe-titu-eki-tegaskan-di-hari-kartini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 01:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Obe Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[hari kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilar Kemajuan Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Tegaskan]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8355</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG , BBC — Peringatan Hari Kartini tahun 2026 tidak sekadar menjadi penanda historis atas jejak emansipasi perempuan Indonesia, melainkan juga hadir sebagai ruang refleksi epistemik dan afirmasi moral terhadap urgensi penguatan peran perempuan dalam arsitektur pembangunan daerah. Dalam lanskap tersebut, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menyampaikan pandangan yang tidak hanya bernilai normatif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG , BBC</strong></a> — Peringatan Hari Kartini tahun 2026 tidak sekadar menjadi penanda historis atas jejak emansipasi perempuan Indonesia, melainkan juga hadir sebagai ruang refleksi epistemik dan afirmasi moral terhadap urgensi penguatan peran perempuan dalam arsitektur pembangunan daerah.</p>
<p>Dalam lanskap tersebut, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menyampaikan pandangan yang tidak hanya bernilai normatif, tetapi juga mengandung dimensi filosofis, sosiologis dan transformatif.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa perempuan tidak dapat lagi diposisikan sebagai entitas pelengkap dalam dinamika pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki kapasitas intelektual, keberanian moral dan daya gerak sosial yang menentukan arah kemajuan bangsa, khususnya dalam konteks lokal Kabupaten Kupang.</p>
<p>Dalam pernyataan yang disampaikan dengan artikulasi visioner dan nuansa empatik, Aurum menyatakan secara utuh:</p>
<p>“Hari Kartini adalah pengingat bagi kita bahwa kecerdasan dan keberanian perempuan adalah pilar kemajuan bangsa,” ujar Aurum.</p>
<p>“Mari kita terus mendukung kesetaraan dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya, memimpin dan menginspirasi.”</p>
<p>Pernyataan tersebut merefleksikan kesadaran struktural atas pentingnya kesetaraan gender sebagai fondasi dalam tata kelola pembangunan yang berkeadilan.</p>
<p>Lebih dari sekadar retorika simbolik, pesan ini mengandung dorongan transformasional untuk merekonstruksi paradigma sosial yang selama ini cenderung membatasi ruang partisipasi perempuan.</p>
<p>Sebagai pemimpin perempuan di Kabupaten Kupang, Aurum menghadirkan keteladanan yang tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi juga mendorong praksis sosial yang inklusif.</p>
<p>Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan reposisi cara pandang—dari yang semula restriktif menjadi progresif—terhadap eksistensi dan kontribusi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.</p>
<p>Ia menekankan bahwa residu paradigma lama yang mengekang peran perempuan harus ditanggalkan secara sadar dan sistematis.</p>
<p>Sebaliknya, ruang-ruang strategis harus dibuka secara luas agar perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam ranah pemerintahan, ekonomi, pendidikan, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan secara menyeluruh dan bermartabat.</p>
<p>Dalam elaborasi lebih lanjut, ia menautkan semangat perjuangan historis R.A. Kartini dengan realitas kontemporer yang menuntut keberanian baru dalam memperjuangkan kesetaraan substantif.</p>
<p>“Sebagai tokoh pemimpin perempuan, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi membatasi peran perempuan, melainkan mendorong mereka untuk mengambil peran strategis di berbagai sektor.<br />
Ia menekankan bahwa semangat ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ harus terus menyala dalam jiwa perempuan Indonesia.”</p>
<p>Pesan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga merupakan seruan ideologis yang menegaskan bahwa perempuan di daerah harus tampil sebagai aktor perubahan—bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif, kritis, reflektif dan transformatif dalam membentuk masa depan komunitasnya.</p>
<p>Lebih jauh, Aurum menyoroti urgensi pembukaan akses dan distribusi kesempatan yang adil bagi perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis. Dalam perspektif pembangunan inklusif, langkah ini bukan hanya pilihan kebijakan, melainkan keniscayaan etik dalam mewujudkan keadilan sosial.</p>
<p>“Pesan ini ditujukan khusus untuk membangkitkan semangat juang perempuan di daerah. Memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis. Menjadikan perempuan sebagai figur yang mampu menggerakkan perubahan di lingkungan sekitarnya.”</p>
<p>Dalam penutup yang sarat makna dan beresonansi puitis, Aurum menyampaikan pesan yang menjadi simbol harapan kolektif sekaligus energi moral bagi perempuan di Kabupaten Kupang dan Indonesia secara luas:</p>
<p>“Selamat Hari Kartini 21 April 2026 bagi semua perempuan hebat di Kabupaten Kupang. Teruslah bercahaya perempuan Indonesia, teruslah bercahaya perempuan Kabupaten Kupang,” tutupnya dengan penuh semangat.</p>
<p>Dengan demikian, peringatan Hari Kartini tahun ini menjelma bukan sekadar seremoni tahunan yang repetitif, melainkan sebuah momentum kontemplatif yang mengafirmasi kembali posisi perempuan sebagai pilar strategis dalam pembangunan daerah.</p>
<p>Dalam konteks Kabupaten Kupang, narasi yang dibangun oleh Wakil Bupati mencerminkan kepemimpinan yang berorientasi pada nilai—yakni keadilan, kesetaraan dan keberlanjutan—yang secara simultan mengarahkan masyarakat menuju tatanan sosial yang lebih inklusif, beradab dan berkeadilan substantif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
