<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stunting &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/stunting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2026 11:17:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Stunting &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengawal Kehidupan Sejak Dini: Aurum Obe Titu Eki Turun Langsung Perangi Stunting di Desa Kiuoni</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/mengawal-kehidupan-sejak-dini-aurum-obe-titu-eki-turun-langsung-perangi-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 11:12:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Obe Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kiuoni]]></category>
		<category><![CDATA[Fatuleu]]></category>
		<category><![CDATA[Mengawal Kehidupan Sejak Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Turun Langsung Perangi Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8026</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kupang kembali menunjukkan implementasi nyata di lapangan. Pada Rabu (18/02/2026), Wakil Bupati Kupang bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melakukan kegiatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sekaligus kunjungan posyandu di wilayah lokus stunting, yakni Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu. Berdasarkan pantauan,akses menuju desa tersebut menggambarkan tantangan geografis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kupang kembali menunjukkan implementasi nyata di lapangan. Pada Rabu (18/02/2026), Wakil Bupati Kupang bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melakukan kegiatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sekaligus kunjungan posyandu di wilayah lokus stunting, yakni Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu.</p>
<p>Berdasarkan pantauan,akses menuju desa tersebut menggambarkan tantangan geografis yang tidak ringan. Rombongan harus melewati ruas jalan rusak, berbatu, serta tanjakan curam yang memperlambat mobilitas kendaraan.</p>
<p>Kondisi ini merefleksikan realitas struktural pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.</p>
<p>Meski demikian, kehadiran pemerintah daerah disambut secara antusias oleh masyarakat setempat. Aparatur desa, tokoh adat, kader kesehatan dan warga tampak berkumpul di lokasi kegiatan, mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan intervensi kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.</p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemantauan layanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan balita, pemberian edukasi gizi, serta evaluasi program percepatan penurunan stunting yang sedang berjalan.</p>
<p>Posyandu menjadi pusat aktivitas layanan, memperlihatkan sinergi antara tenaga kesehatan, kader dan pemerintah desa dalam memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berlangsung secara berkelanjutan.</p>
<p>Secara substantif, kondisi medan yang berat tidak hanya menjadi hambatan teknis, melainkan juga merepresentasikan tantangan pembangunan kesehatan di daerah terpencil.</p>
<p>Namun di balik keterbatasan tersebut, terlihat komitmen kuat pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terluar, dengan menempatkan kesehatan sebagai hak dasar sekaligus fondasi pembangunan sumber daya manusia.</p>
<p>Kehadiran langsung pemerintah dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial negara dalam melindungi generasi masa depan.</p>
<p>Dari desa terpencil seperti Kiuoni, upaya-upaya preventif terus dilakukan secara konsisten, sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, produktif dan berkualitas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Kuimasi Bangkit, Dana Desa Difokuskan untuk Gizi, Ketahanan Pangan dan Vaksin Ternak</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/desa-kuimasi-bangkit-dana-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 08:02:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[bumdes kuimasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dana desa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[desa sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Karang Taruna]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Maksen Lifu]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Pmt]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin ternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5662</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pemerintah Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun desa yang sehat, mandiri, dan produktif. Melalui optimalisasi pemanfaatan Dana Desa tahun anggaran 2025, Desa Kuimasi menetapkan tiga fokus utama: peningkatan gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, dan pelaksanaan vaksinasi ternak. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Kuimasi, Maksen Lifu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pemerintah Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun desa yang sehat, mandiri, dan produktif.</p>
<p>Melalui optimalisasi pemanfaatan Dana Desa tahun anggaran 2025, Desa Kuimasi menetapkan tiga fokus utama: peningkatan gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, dan pelaksanaan vaksinasi ternak.</p>
<p>Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Kuimasi, Maksen Lifu dalam keterangannya kepada media ini, Senin (16/6/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program-program tersebut merupakan hasil musyawarah desa yang bertujuan menjawab kebutuhan riil masyarakat.</p>
<p>Pada tahap pertama pelaksanaan dana desa tahun ini, Pemerintah Desa Kuimasi menitikberatkan pada program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini ditujukan untuk:</p>
<p>Bayi dan balita yang mengalami stunting dan wasting,</p>
<p>Ibu hamil, terutama yang berisiko tinggi (resti),</p>
<p>Serta lansia yang membutuhkan dukungan nutrisi tambahan.</p>
<p>“Kami tidak hanya memberikan PMT, tetapi juga menyiapkan alokasi transportasi bagi ibu hamil yang akan melahirkan di fasilitas kesehatan (faskes), sebagai bentuk tanggung jawab desa terhadap keselamatan ibu dan anak,” ungkap Maksen.</p>
<p>Selain itu, Pemerintah Desa juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu yang diikuti oleh 25 kader.</p>
<p>Tujuannya adalah untuk memperkuat pelayanan Posyandu lintas usia dan meningkatkan kualitas intervensi kesehatan di tingkat desa.</p>
<p>Sejalan dengan arahan Kementerian Desa, Desa Kuimasi mengalokasikan 40% Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan. Dana ini disalurkan melalui BUMDes, yang selanjutnya akan melibatkan:</p>
<p>Kelompok tani milenial,</p>
<p>Karang Taruna, dan</p>
<p>Unsur masyarakat lainnya yang berkompeten di bidang pertanian.</p>
<p>“Kami mengangkat tema tematik ketahanan pangan tahun ini dengan fokus pada penanaman cabai di lahan seluas 1 hektare yang terletak di sekitar kantor desa.</p>
<p>Ini adalah langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus mengendalikan inflasi harga pangan,” jelas Kepala Desa.</p>
<p>Pada sektor peternakan, Desa Kuimasi juga mengambil langkah preventif dengan memulai program vaksinasi terhadap ternak.</p>
<p>Tahap pertama vaksinasi difokuskan pada ternak-ternak yang telah dikandangkan dan memenuhi syarat penerimaan vaksin.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan ternak, meningkatkan kualitas produksi peternakan, dan mendukung ketahanan protein hewani di tingkat lokal.</p>
<p>Program-program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan elemen masyarakat.</p>
<p>Maksen Lifu menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil adalah hasil kesepakatan bersama dan berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>“Desa harus hadir sebagai pelindung dan pelayan rakyatnya. Kami berkomitmen untuk terus membangun desa berbasis data, kebutuhan, dan keadilan sosial,” tutupnya dengan penuh harap</p>
<p>Desa Kuimasi kini menapaki jalan transformasi menuju desa sehat, kuat secara pangan, dan mandiri secara ekonomi.</p>
<p>Harapan besar tertanam dalam kerja keras dan kolaborasi semua pihak—dari pemerintah desa, masyarakat, hingga generasi muda yang siap menjadi pilar pembangunan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Bisa Lagi Setengah Hati: Kabupaten Kupang Menjawab Krisis Stunting dengan Aksi Nyata</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/tak-bisa-lagi-setengah-hati-kabupaten-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 10:15:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Tpps]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5505</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen tegas dalam menghadapi krisis stunting yang kian mengkhawatirkan. Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di T-More Hotel, Rabu (28/5/2025) Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa penanganan stunting tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan lama yang stagnan dan reaktif. Mengusung semangat “transformasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen tegas dalam menghadapi krisis stunting yang kian mengkhawatirkan.</p>
<p>Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar di T-More Hotel, Rabu (28/5/2025)</p>
<p>Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa penanganan stunting tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan lama yang stagnan dan reaktif.</p>
<p>Mengusung semangat “transformasi digital untuk generasi sehat,” pemerintah daerah resmi meluncurkan strategi baru yang berpijak pada pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput, serta penguatan sistem monitoring berbasis data real-time.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-5507 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009.jpg" alt="IMG 20250528 WA0009" width="650" height="366" title="Tak Bisa Lagi Setengah Hati: Kabupaten Kupang Menjawab Krisis Stunting dengan Aksi Nyata 2" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-300x169.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-360x203.jpg 360w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-24x14.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-36x20.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250528-WA0009-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>“Stunting bukan sekadar urusan angka, ini soal masa depan anak-anak kita. Jika kita abai hari ini, kita menciptakan generasi yang rapuh besok. Maka, semua pihak wajib bergerak dan tidak bisa lagi setengah hati,” tegas Wabup Aurum dalam sambutannya.</p>
<p>Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan peningkatan prevalensi stunting di Kabupaten Kupang dari 38,4% menjadi 39,5%. Angka ini bukan hanya statistik, melainkan alarm nyata bahwa upaya konvensional telah mencapai titik jenuh dan memerlukan langkah revolusioner.</p>
<p>Wabup Aurum menegaskan bahwa solusi kini harus bersifat sistemik dan adaptif, bukan sporadis. Maka dari itu, Pemkab Kupang mulai menggulirkan pelatihan digital bagi tenaga kesehatan dan perangkat kecamatan/desa untuk mengoperasikan aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak berbasis mobile dan Web-BANDA—sistem data yang dirancang untuk integrasi lintas sektor.</p>
<p>Sebanyak 142 peserta dari berbagai sektor hadir dalam rakor ini, terdiri dari 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 24 camat, 24 kepala puskesmas, operator kecamatan, awak media, serta perwakilan Balai Penyuluhan Keluarga Berencana tingkat kecamatan.</p>
<p>Mereka bukan sekadar peserta, tetapi aktor utama dalam perubahan. Melalui pelatihan berbasis teknologi, mereka akan mengelola data spasial dan longitudinal untuk mendiagnosis akar persoalan stunting di wilayah masing-masing, sekaligus merancang intervensi yang lebih akurat dan berkelanjutan.</p>
<p>Pendekatan baru ini tidak hanya soal “gadget dan aplikasi.” Lebih dari itu, transformasi digital mencerminkan perubahan mendasar dalam budaya kerja pemerintahan—yang kini dituntut untuk lebih transparan, cepat tanggap, dan berbasis bukti ilmiah.</p>
<p>Sistem Web-BANDA menjadi tulang punggung pelaporan stunting, yang memungkinkan pemerintah mengakses data secara konsolidatif dan real-time. Dengan ini, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, bukan berdasarkan asumsi atau laporan manual yang rawan bias.</p>
<p>“Digitalisasi bukan tujuan, melainkan alat untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan cerdas. Kita perlu data yang akurat agar bisa menyusun kebijakan yang efektif,” ujar Aurum, yang juga mengingatkan agar keberhasilan menurunkan angka stunting tidak membuat aparat berpuas diri</p>
<p>Dalam nuansa yang sarat refleksi dan tekad, Wabup Aurum menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, tenaga medis, tokoh masyarakat, media, hingga keluarga—untuk menjadikan misi ini sebagai tanggung jawab bersama.</p>
<p>“Menurunkan stunting bukan proyek instan. Ini marathon kebijakan, yang membutuhkan integritas, kesabaran, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan semangat ini, Kabupaten Kupang menegaskan langkahnya menuju cita-cita besar: generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menghadapi masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Kupang Bergerak! Program Pusat Pangan Sentuh Ribuan Anak Penderita Stunting</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/kabupaten-kupang-bergerak-program-pusat-pangan-sentuh-ribuan-anak-penderita-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Sep 2024 03:41:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang Bergerak! Program Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan Sentuh]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan Anak Penderita]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=2165</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pemerintah Kabupaten Kupang mengambil langkah tegas dalam menangani masalah stunting yang tengah meningkat di wilayahnya. Dalam sebuah acara yang digelar pada Sabtu (21/9) di Aula Rumah Jabatan Bupati Kupang. Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba secara resmi membuka kegiatan Konvergensi Stunting Aksi 6 dan Aksi 7. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pemerintah Kabupaten Kupang mengambil langkah tegas dalam menangani masalah stunting yang tengah meningkat di wilayahnya. Dalam sebuah acara yang digelar pada Sabtu (21/9) di Aula Rumah Jabatan Bupati Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba secara resmi membuka kegiatan Konvergensi Stunting Aksi 6 dan Aksi 7.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk mengatasi peningkatan jumlah anak penderita stunting di Kabupaten Kupang. Salah satu terobosan penting yang diinisiasi oleh Alexon Lumba adalah Program Pemberantasan Stunting Pusat Pangan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Program ini secara langsung akan menyentuh 1.759 anak yang saat ini mengalami stunting di seluruh wilayah Kabupaten Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Alexon Lumba menjelaskan bahwa Program Pusat Pangan akan terintegrasi dengan Program Orang Tua Asuh, yang sebelumnya pernah dijalankan di Kabupaten Kupang. Program ini terbukti efektif menurunkan jumlah anak penderita stunting hingga di bawah 10 persen. Langkah ini diharapkan dapat mengulangi kesuksesan tersebut, dengan memberikan asupan pangan bergizi kepada anak-anak yang terdampak stunting.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Kami akan memastikan pendataan penderita stunting dilakukan secara akurat sebelum meluncurkan Program Pusat Pangan ini,&#8221; ujar Alexon Lumba. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ia menekankan pentingnya data yang tepat untuk mendukung pelaksanaan program ini secara optimal, guna memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pada kesempatan yang sama, Alexon Lumba juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ia berharap seluruh elemen yang terlibat dapat bersinergi dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas data, sehingga program penurunan stunting bisa berjalan dengan efektif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Kami ingin semua sumber daya dan potensi dilibatkan untuk memberantas stunting di Kabupaten Kupang,&#8221; tegasnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aksi ke-6 dan ke-7 dari program intervensi stunting ini bertujuan untuk memastikan tersedianya data yang valid, serta untuk mengetahui status gizi anak secara akurat sesuai umur.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya Plt. Sekda Kabupaten Kupang Novita Foenay, Kepala BKPSDM Kabupaten Kupang Juhardy Selan, Kepala Dinas Kesehatan Joel Laitabun, Kepala Dinas DP2KB Tjokorda Swastika, serta seluruh camat dan kepala puskesmas di Kabupaten Kupang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam memerangi masalah stunting yang menjadi prioritas pemerintah daerah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan diluncurkannya Program Pusat Pangan, Kabupaten Kupang menunjukkan komitmennya dalam mengatasi stunting secara sistematis dan terarah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Diharapkan, upaya ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Kupang, serta menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Program Pusat Pangan, Kabupaten Kupang, Penjabat Bupati Alexon Lumba, Stunting, Program Orang Tua Asuh, Penurunan Stunting, Aksi 6 dan Aksi 7, Intervensi Stunting, Pemerintah Daerah, Konvergensi Stunting.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bank NTT Dan Pemkab Kupang Bangun Kerja Sama Cegah Stunting</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/bank-ntt-dan-pemkab-kupang-bangun-kerja-sama-cegah-stunting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buserbindo.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 13:47:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama Cegah Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Penjabat Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=1389</guid>

					<description><![CDATA[OELAMASI, BB – Bank NTT terus menunjukan komitmennya dalam membantu pembangunan di Kabupaten Kupang. Terbukti dalam rangakaian perayaan HUT Bank NTT ke-62, Bank NTT Cabang Oelamasi mencanangkan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. Kegiatan kerja sama ini berlangsung di Puskesmas Naibonat,Kecamatan Kupang Timur,Kabupaten Kupang NTT.Jumat 12 Juli 2024. Pj. Bupati Kupang Alexon Lumba pada kesempatan tersebut menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://buserbindo.com/tag/oelamasi">OELAMASI</a>, BB</strong> – Bank NTT terus menunjukan komitmennya dalam membantu pembangunan di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Terbukti dalam rangakaian perayaan HUT Bank NTT ke-62, Bank NTT Cabang Oelamasi mencanangkan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting.</p>
<p>Kegiatan kerja sama ini berlangsung di Puskesmas Naibonat,Kecamatan Kupang Timur,Kabupaten Kupang NTT.Jumat 12 Juli 2024.</p>
<p>Pj. Bupati Kupang Alexon Lumba pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT Cabang Oelamasi yang terlibat aktif dalam pembangunan terutama pembangunan dalam bidang kesehatan di Kabupaten Kupang,khususnya penanggulangan stunting.</p>
<p>Menurut Pj bupati,ini adalah bentuk kerja nyata antara pemerintah dan sektor swasta untuk bersama – sama berantas persoalan yang terjadi di masyarakat.Penurunan angka stunting adalah salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan jangka menengah di Kabupaten Kupang dengan target 9,3% di tahun 2024 ini.</p>
<p>&#8220;Banyak hal yang telah dilakukan Pemerintah dengan didukung Bank NTT yang menghasilkan capaian-capaian yang membanggakan. Itulah bukti bahwa pendekatan kolaboratif dan integrative merupakan pilihan yang harus kita lakukan dalam penanganan stunting,&#8221; ujarnya</p>
<p>Lumba juga mengingatkan capaian yang membanggankan ini harus di tingkatkan di masa mendatang,karena berdasarkan data terbaru ditemukan masih ada kasus stunting kurang gizi pada anak serta kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil .Ini yang perlu ada langkah intervensi spesifik dan tepat sasaran sehingga capai target di Kabupaten Kupang</p>
<p>Intervensi serentak pencegahan stunting adalah aksi serentak bersama pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil dan balita secara berkelanjutan, serentak, dan evaluasi yang komprehensif yang pastinya akan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Intervensi pemberantasan stunting gencar dilakukan Pemkab Kupang yang juga melibatkan pihak-pihak terkait diantaranya Bank NTT Cabang Oelamasi. Sebanyak 50 orang anak gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Naibonat diberikan bantuan gizi dengan campuran Formula 100 yang mengandung susu, gula, dan minyak, serta beras dan telur.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Alexon Lumba juga memberikan beberapa penegasan yaitu, memberi apresiasi kepada pimpinan perangkat daerah dan stekholder yang sudah terlibat penanganan stunting di Kabupaten Kupang, mengajak semua pihak untuk terlibat dalam intervensi serentak pencegahan stunting dengan memastikan dilakukannya pendataan seluruh calon pengantin, ibu hamil, dan balita diseluruh Kabupaten Kupang, memastikan semua Kader Posyandu memiliki kemapuan timbang dan ukur, memastikan kegiatan timbang dan ukur menggunakan alat antropometri.</p>
<p>Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Yoel Laitabun mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang tentu tidak bisa bekerja sendiri memberantas stunting di Kabupaten Kupang, perlu kerja kolaboratif dari semua pihak untuk mendukung program-program pemberantasan stunting di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Oleh karena itu, dukungan dari Bank NTT tersebut sangat diapresiasi, dan berharap semua pihak, terutaman Kepala Desa dan Lurah di seluruh Kabupaten Kupang, juga pro aktif memberantas stunting di daerahnya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Terimakasih kepada Pimpinan dan Staf Bank NTT Oelamasi yang sudah membantu penanggulangan stunting di Kabupaten Kupang, dan untuk data sementara stunting di Kabupaten Kupang meningkat menjadi 13,97%, namun akan kami upayakan tekan dan menurun di bulan timbang berikutnya&#8221;, ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang.</p>
<p>Rangkain acara intervensi program dalam rangakan perayaan HUT Bank NTT ke-62 di Puskesmas Naiboat itu sendiri diawali dengan senam sehat bersama, kemudian diadakan demo pembuatan Formula 100 oleh para tenaga kesehatan, dan pemberian bantuan beras dan telur secara simbolis kepada 50 anak stunting di daerah pelayanan Puskesmas Naibonat.</p>
<p>Sementara turut hadir dalam kesempatan tersebut, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang Sorta Lumba Turnip, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang Yulius Taklal, Camat Kupang Timur Ishak Lubalu, Jajaran Pimpinan dan Staf Bank NTT Oelamasi, Kepala Puskesmas dan Karyawan Puskesmas Naibonat, Perwakilan BPJS Tenaga Kerja NTT, dan masyarakat setempat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
