<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ntt bangkit &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/ntt-bangkit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Aug 2025 02:38:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Ntt bangkit &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>NTT Bangkit Lewat Infrastruktur! Proyek Tahun 2025 Jadi Titik Balik Masa Depan Gemilang</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/ntt-bangkit-lewat-infrastruktur-proyek-tahun-2025-jadi-titik-balik-masa-depan-gemilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buserbindo.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 02:34:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi baru terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur NTT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Kontraktor lokal NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Ntt bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan berkelanjutan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi garam nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Garam dan Terang]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek konstruksi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek multiyears NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6237</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC &#8211; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menapaki babak baru pembangunan. Dalam momentum penandatanganan kontrak pekerjaan konsultan dan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kupang, Gubernur Melki Laka Lena menyatakan bahwa proyek infrastruktur tahun ini menjadi titik balik menuju masa depan gemilang bagi NTT. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, <a href="https://buserbindo.com/tag/regional">BBC</a></strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menapaki babak baru pembangunan. Dalam momentum penandatanganan kontrak pekerjaan konsultan dan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kupang, Gubernur Melki Laka Lena menyatakan bahwa proyek infrastruktur tahun ini menjadi titik balik menuju masa depan gemilang bagi NTT.</p>
<p>Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Gubernur Melki menekankan bahwa pembangunan kali ini tidak sekadar menjalankan program, tetapi menanam fondasi bagi NTT yang sehat, cerdas, dan sejahtera.</p>
<p>“2025 bukan sekadar angka dalam kalender. Ini adalah titik balik. Proyek ini menjadi pijakan untuk NTT bangkit sebagai provinsi strategis, bukan hanya di timur Indonesia, tapi juga di peta nasional,” tegas Melki.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur yang dijalankan harus memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kontraktor, konsultan, dan semua pihak yang terlibat diminta untuk bekerja sesuai aturan dan standar kualitas terbaik.</p>
<p>“Kita tidak ingin proyek ini hanya bagus di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini tertinggal,” katanya.</p>
<p>Proyek infrastruktur 2025 mencakup pembangunan jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga infrastruktur dasar di sektor pendidikan dan kesehatan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTT.</p>
<p>Kolaborasi dan Ekosistem Konstruksi yang Seimbang</p>
<p>Melki menyampaikan bahwa kesuksesan pembangunan bergantung pada sinergi semua elemen. Dalam acara tersebut, ia mengajak kontraktor lokal, BUMN, penyedia jasa keuangan, pengawas proyek, akademisi, hingga media untuk menjadi bagian dari ekosistem konstruksi yang sehat dan bertanggung jawab.</p>
<p>“Tidak boleh ada dominasi satu pihak. Kontraktor lokal harus dilibatkan. BUMN pun kami dorong agar berbagi ruang kepada pelaku usaha di daerah,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran DPRD dan perwakilan instansi vertikal di acara itu menjadi bukti komitmen bersama dalam memastikan proses pembangunan berjalan transparan, partisipatif, dan akuntabel.</p>
<p>Gubernur Melki juga mengungkap strategi cerdas yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT, yakni dengan mengejar peluang program nasional yang gagal dilaksanakan di provinsi lain. Dana dari proyek-proyek tersebut, menurutnya, dapat dialihkan ke NTT agar tidak hangus di akhir tahun anggaran.</p>
<p>“Kami selalu berkomunikasi aktif dengan pusat. Jika ada proyek gagal di Kalimantan, Sumatera, atau Jawa, kami siap eksekusi di NTT. Ini bagian dari strategi percepatan pembangunan,” ungkapnya.</p>
<p>Beberapa proyek strategis nasional seperti pembangunan bendungan, revitalisasi irigasi, dan kawasan sentra produksi akan dialihkan dan diperkuat di NTT berkat lobi intensif tersebut.</p>
<p>NTT sebagai Provinsi Garam dan Terang</p>
<p>Dalam pidatonya, Gubernur Melki juga memperkenalkan branding baru bagi provinsi yang ia pimpin: NTT sebagai Provinsi Garam dan Terang.</p>
<p>Julukan ini merujuk pada dua potensi besar NTT ke depan:</p>
<p>Produksi Garam Nasional: NTT akan menjadi sentra produksi garam terbesar, dengan proyek unggulan di Rote Ndao, Sumba, Sabu, dan Lembata.</p>
<p>Energi Baru Terbarukan (EBT): Dengan potensi energi panas bumi, angin, arus laut, dan matahari yang besar, NTT ditargetkan menjadi lumbung energi hijau untuk Indonesia.</p>
<p>“NTT bukan lagi provinsi pinggiran. Kita akan jadi provinsi strategis yang menghidupi negeri ini lewat garam dan energi,” ujarnya.</p>
<p>Melki menekankan bahwa seluruh pelaksanaan proyek akan didampingi oleh tim teknis dari berbagai lembaga, termasuk balai-balai pusat. Ia ingin memastikan bahwa dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, semua proses berjalan sesuai standar mutu dan regulasi.</p>
<p>“Tahun ini kita mulai bangun jalan-jalan yang benar-benar sampai ke desa. Kita bangun jembatan yang menghubungkan bukan hanya dua sisi sungai, tapi dua sisi masa depan,” ucap Melki penuh semangat.</p>
<p>Gubernur juga mengajak semua pihak untuk tidak menyerah, seraya mengutip pesan personalnya dari lagu ciptaannya berjudul “Jangan Menyerah”, yang menggambarkan bahwa kerja keras di masa gelap akan berbuah terang.</p>
<p>Dampak Ganda: Ekonomi dan Sosial</p>
<p>Dengan berbagai proyek yang dimulai pada tahun 2025, diharapkan terjadi efek berganda:</p>
<p>1. Peningkatan Lapangan Kerja – Masyarakat lokal diberdayakan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan fisik proyek.</p>
<p>2. Pemberdayaan UMKM dan Kontraktor Lokal – Memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha daerah.</p>
<p>3. Peningkatan PAD dan Aset Infrastruktur – Memberi kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan pemerataan pembangunan.</p>
<p>Dengan tekad kuat, strategi nasionalis, dan pola kerja kolaboratif, proyek-proyek infrastruktur Tahun Anggaran 2025 menjadi landasan penting bagi kebangkitan NTT. Di bawah kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena, NTT tidak lagi menjadi provinsi yang menunggu bantuan, tapi daerah yang siap memimpin perubahan dan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia.</p>
<p>“Kita bangkit bersama. NTT tidak menunggu giliran, tapi mengambil peran,” tutup Melki penuh optimisme.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pancasila Menyala di Oelamasi: Bupati dan Wabup Tampil Gagah dengan Kain Adat, Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/pancasila-menyala-di-oelamasi-bupati-dan-wabup-tampil-gagah-dengan-kain-adat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 09:32:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Asn inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Hari lahir pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia emas 2024]]></category>
		<category><![CDATA[kupang bersatu]]></category>
		<category><![CDATA[Ntt bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Wabup Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5541</guid>

					<description><![CDATA[BB — Langit pagi Oelamasi, Senin (2/6/2025), menjadi saksi semangat kebangsaan yang menyala di tengah padang hijau Lapangan Kantor Bupati Kupang. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kupang tahun ini tak sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi ruang refleksi kebangsaan, pendidikan karakter, dan pemaknaan ulang terhadap jati diri bangsa Indonesia. Bupati Kupang, Yosafat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> — Langit pagi Oelamasi, Senin (2/6/2025), menjadi saksi semangat kebangsaan yang menyala di tengah padang hijau Lapangan Kantor Bupati Kupang.</p>
<p>Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kupang tahun ini tak sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi ruang refleksi kebangsaan, pendidikan karakter, dan pemaknaan ulang terhadap jati diri bangsa Indonesia.</p>
<p>Bupati Kupang, Yosafat Lede, hadir mengenakan kain adat Amfoang, berdampingan dengan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki yang membalutkan kain adat Amarasi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-5543 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021.jpg" alt="IMG 20250602 WA0021" width="650" height="433" title="Pancasila Menyala di Oelamasi: Bupati dan Wabup Tampil Gagah dengan Kain Adat, Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman 3" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0021-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Keduanya tak hanya tampil gagah, tapi juga mengirim pesan simbolik: bahwa akar budaya lokal adalah bagian utuh dari identitas nasional.</p>
<p>Dalam sambutan resmi yang dibacakan Bupati Yosef Lede Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk merenungi kembali nilai luhur Pancasila sebagai rumah besar bagi seluruh anak bangsa.</p>
<p>“Pancasila menyatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, tetapi justru kekuatan untuk bersatu,” tulis Wahyudi dalam amanat yang dibacakan Bupati Lede.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-5544 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020.jpg" alt="IMG 20250602 WA0020" width="650" height="433" title="Pancasila Menyala di Oelamasi: Bupati dan Wabup Tampil Gagah dengan Kain Adat, Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman 4" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250602-WA0020-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Dalam konteks pembangunan nasional, Wahyudi menekankan bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan “Asta Cita”—delapan agenda prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu agenda fundamental adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).</p>
<p>“Melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan — dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital. Pancasila harus menjadi inspirasi dalam setiap karya, kebijakan, dan interaksi sosial,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Wahyudi mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.</p>
<p>Tampilnya pemimpin daerah dengan busana adat bukan sekadar seremonial. Ia menjadi narasi tersendiri tentang bagaimana warisan budaya lokal tidak bertentangan dengan semangat nasionalisme—bahkan menjadi penopangnya.</p>
<p>Di tengah globalisasi dan derasnya arus digitalisasi, pesan yang disampaikan dari Oelamasi pagi itu begitu terang: identitas bangsa dibangun dari rumah-rumah adat yang saling menghargai dan bersatu di bawah naungan Pancasila.</p>
<p>Bupati Kupang dalam pernyataan singkat kepada awak media menyebutkan, Hari Lahir Pancasila bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus diperjuangkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kita ingin tunjukkan bahwa nilai-nilai luhur bangsa ini hidup di Kabupaten Kupang. Dari gotong royong di desa-desa, toleransi antar umat, hingga semangat melayani di lingkungan birokrasi. Semuanya berakar dari Pancasila,” ujar Yosef Lede.</p>
<p>Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi cermin bagi dunia pendidikan. Di tengah krisis identitas global dan disrupsi teknologi, pembelajaran tentang ideologi kebangsaan perlu dihidupkan kembali—tidak hanya lewat kurikulum formal, tetapi juga lewat keteladanan dan keterlibatan sosial.</p>
<p>Pancasila tidak boleh sekadar menjadi hafalan pelajar, melainkan harus menjadi napas dalam praktik hidup.</p>
<p>Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara lokalitas dan nasionalisme, antara identitas dan kemajuan.</p>
<p>Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, Dandim 1604/Kupang Letkol Inf Kadek Abriawan, perwakilan Pengadilan Negeri Oelamasi, Plt. Sekda Marthen Rahakbauw, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, ASN, hingga tenaga kontrak daerah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
