<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Iman &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/iman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jul 2026 04:37:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Iman &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sportivitas, Iman dan Persaudaraan Bersatu dalam Penutupan Glori Cup VII di Amfoang Barat Laut</title>
		<link>https://buserbindo.com/olahraga/sportivitas-iman-dan-persaudaraan-bersatu-dalam-penutupan-glori-cup-vii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 04:37:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang Barat Laut]]></category>
		<category><![CDATA[dalam Penutupan]]></category>
		<category><![CDATA[Glori Cup VII]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Persaudaraan Bersatu]]></category>
		<category><![CDATA[Sportivitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8930</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC – Di setiap peradaban yang besar, olahraga tidak pernah sekadar dipahami sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, olahraga merupakan ruang perjumpaan nilai-nilai kemanusiaan, laboratorium pembentukan karakter, sekaligus instrumen strategis yang memperkuat kohesi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Di atas hamparan lapangan hijau Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong> </a>– Di setiap peradaban yang besar, olahraga tidak pernah sekadar dipahami sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, olahraga merupakan ruang perjumpaan nilai-nilai kemanusiaan, laboratorium pembentukan karakter, sekaligus instrumen strategis yang memperkuat kohesi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Di atas hamparan lapangan hijau Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, nilai-nilai tersebut menemukan manifestasinya melalui penutupan Turnamen Sepak Bola Glori Cup VII, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-44 GMIT Jemaat Lahai Roi Manufui, Selasa (7/7/2026).</p>
<p>Turnamen yang berlangsung sejak 16 Juni hingga 7 Juli 2026 itu tidak hanya menghadirkan pertandingan yang kompetitif, tetapi juga melahirkan ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat lintas desa, lintas generasi, serta berbagai unsur kelembagaan dalam semangat persaudaraan, persatuan dan pelayanan.</p>
<p>Selama hampir tiga pekan, lapangan sepak bola menjelma menjadi ruang publik yang merekatkan hubungan antarmasyarakat, memperkuat modal sosial, serta menumbuhkan optimisme kolektif bahwa pembangunan daerah sesungguhnya bertumpu pada kualitas manusia yang mampu hidup berdampingan dalam harmoni.</p>
<p>Mewakili Bupati Kupang, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kain Maus, S.Pd., M.Si., menghadiri sekaligus membacakan sambutan Bupati Kupang pada acara penutupan tersebut.</p>
<p>Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Kupang Yudi Lima, Camat Amfoang Timur, Camat Amfoang Barat Laut, Camat Amfoang Barat Daya, Ketua Majelis Klasis Amfoang Utara, para kepala desa se-Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kapolsek Amfoang Barat Laut, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya turnamen yang sarat makna tersebut.</p>
<p>Dalam sambutan Bupati Kupang yang dibacakan Kain Maus, Pemerintah Kabupaten Kupang menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-44 kepada seluruh Jemaat GMIT Lahai Roi Manufui.</p>
<p>Momentum perayaan tersebut dipandang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai ruang kontemplasi spiritual untuk memperbarui komitmen iman, memperkokoh persaudaraan, memperluas pelayanan kasih, sekaligus memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan masyarakat yang berkeadaban.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Kupang meyakini bahwa gereja, pemerintah dan masyarakat merupakan tiga elemen yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.</p>
<p>Ketiganya memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang-ruang pendidikan karakter, memperkuat solidaritas sosial, membangun budaya gotong royong, serta menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia yang berintegritas, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>Dalam perspektif administrasi publik dan pembangunan berkelanjutan, Turnamen Glori Cup VII dipandang sebagai bagian dari investasi sosial (social investment) yang memiliki manfaat jangka panjang. Olahraga bukan sekadar aktivitas rekreatif, melainkan instrumen strategis yang mampu membangun kualitas sumber daya manusia melalui pembentukan karakter, penguatan disiplin, peningkatan kemampuan bekerja sama, pengembangan kepemimpinan, serta internalisasi nilai-nilai sportivitas yang menjadi fondasi kehidupan demokratis.</p>
<p>&#8220;Melalui olahraga, kita membangun kebersamaan dan persatuan. Kemenangan memang penting, tetapi yang lebih utama adalah lahirnya generasi muda yang berkarakter, sehat, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas,&#8221; demikian pesan yang dibacakan oleh Kain Maus.</p>
<p>Pernyataan tersebut merefleksikan paradigma pembangunan modern yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan (people-centered development). Keberhasilan sebuah turnamen tidak semata-mata diukur melalui jumlah gol yang tercipta ataupun trofi yang berhasil diraih.</p>
<p>Nilai yang jauh lebih substansial terletak pada lahirnya generasi yang mampu menghargai aturan, menjunjung tinggi etika kompetisi, mengendalikan emosi, menghormati lawan, menerima kemenangan dengan rendah hati, serta menghadapi kekalahan dengan penuh kebesaran jiwa.</p>
<p>Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari modal sosial yang sangat diperlukan dalam memperkuat tata kehidupan masyarakat yang demokratis, inklusif, adaptif dan berkeadaban.</p>
<p>Ketika sportivitas tumbuh menjadi budaya, sesungguhnya masyarakat sedang membangun fondasi kokoh bagi terciptanya tata kelola sosial yang sehat, di mana kepercayaan, kolaborasi dan rasa saling memiliki menjadi energi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Kupang juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Majelis Jemaat GMIT Lahai Roi Manufui, panitia penyelenggara, aparat keamanan, para sponsor, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, seluruh peserta, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar dan penuh sukacita.</p>
<p>Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini merupakan manifestasi nyata dari tata kelola kolaboratif (collaborative governance), di mana pemerintah, gereja, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama dalam semangat saling melengkapi demi tercapainya tujuan bersama.</p>
<p>Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Kupang menilai bahwa kompetisi olahraga di tingkat masyarakat memiliki fungsi strategis sebagai ruang pembinaan atlet sekaligus mekanisme identifikasi talenta-talenta muda yang memiliki potensi untuk berkembang pada tingkat regional maupun nasional. Oleh sebab itu, pengembangan olahraga masyarakat perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari kebijakan pembangunan sumber daya manusia, karena investasi pada generasi muda pada hakikatnya merupakan investasi terhadap masa depan daerah.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang melibatkan gereja, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat, serta pemerintah desa.</p>
<p>Kolaborasi lintas sektor tersebut diyakini menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Kepada tim-tim yang berhasil meraih prestasi, Pemerintah Kabupaten Kupang menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih. Kemenangan hendaknya dimaknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga kerendahan hati, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Sebaliknya, bagi tim yang belum berhasil, setiap pertandingan hendaknya dipandang sebagai proses pembelajaran yang memperkaya pengalaman, memperkuat mentalitas dan membentuk karakter pantang menyerah.</p>
<p>Dalam setiap kekalahan selalu tersimpan pelajaran, dan dalam setiap proses selalu terdapat benih-benih keberhasilan yang akan tumbuh pada waktunya.</p>
<p>Mengakhiri sambutan tersebut, Kain Maus mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kupang untuk terus memelihara persatuan, memperkuat budaya gotong royong, serta menjadikan olahraga sebagai media pemersatu yang melampaui sekat-sekat perbedaan.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat yang maju bukan hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui kemampuan warganya membangun kepercayaan, solidaritas, toleransi, serta semangat hidup bersama dalam bingkai kebhinekaan.</p>
<p>Ketika peluit panjang penutupan Glori Cup VII akhirnya ditiup di bawah langit Amfoang yang membentang teduh, sesungguhnya yang berakhir hanyalah rangkaian pertandingan. Nilai-nilai yang tumbuh selama turnamen justru memasuki babak baru untuk dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Sorak-sorai di tepi lapangan perlahan mereda, tetapi gema persaudaraan tetap bergema dalam hati masyarakat.</p>
<p>Sebab pada akhirnya, lapangan hijau bukan sekadar ruang tempat sebelas pemain mengejar sebutir bola. Ia adalah ruang peradaban, tempat iman diterjemahkan menjadi kejujuran, sportivitas diwujudkan dalam integritas, kerja sama menjelma menjadi solidaritas dan persaudaraan bertumbuh menjadi kekuatan sosial yang menopang pembangunan.</p>
<p>Dari lapangan sederhana di Amfoang Barat Laut itulah lahir pesan yang sederhana namun sangat mendalam: bahwa daerah akan menjadi besar bukan semata karena megahnya bangunan yang didirikan, melainkan karena kokohnya karakter manusia yang membangunnya. Ketika iman, sportivitas dan persaudaraan berjalan beriringan, di sanalah fondasi Kabupaten Kupang yang maju, berdaya saing, bermartabat dan berkelanjutan sesungguhnya sedang dibangun.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iman, Pangan dan Kesehatan: Tiga Pesan Strategis Bupati Kupang bagi Jemaat Golgota Haumoro</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/iman-pangan-dan-kesehatan-tiga-pesan-strategis-bupati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 10:52:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[bagi Jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Golgota Haumoro]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Pesan Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8075</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC — Atmosfer spiritual yang sakral dan penuh kekhusyukan menyelimuti ibadah Minggu di Jemaat Golgota Haumoro, Desa Tesbatan I, Kecamatan Amarasi, Minggu (22/02/2026). Momentum religius tersebut tidak hanya menjadi ruang kontemplasi iman, tetapi juga bertransformasi menjadi forum moral dan sosial yang sarat pesan pembangunan. Dalam kesempatan itu, Bupati Kupang Yosef Lede hadir bersama jajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong> </a>— Atmosfer spiritual yang sakral dan penuh kekhusyukan menyelimuti ibadah Minggu di Jemaat Golgota Haumoro, Desa Tesbatan I, Kecamatan Amarasi, Minggu (22/02/2026).</p>
<p>Momentum religius tersebut tidak hanya menjadi ruang kontemplasi iman, tetapi juga bertransformasi menjadi forum moral dan sosial yang sarat pesan pembangunan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Kupang Yosef Lede hadir bersama jajaran pemerintah daerah, menyampaikan refleksi kebijakan yang memadukan nilai spiritualitas dengan agenda strategis pembangunan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas desa.</p>
<p>Dalam sambutannya, <a href="http://Bupati">Bupati</a> Yosef Lede mengekspresikan rasa syukur atas kesempatan beribadah bersama jemaat. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di ruang ibadah bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan representasi kedekatan emosional dan tanggung jawab moral negara terhadap masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis sebagai institusi sosial yang tidak hanya membentuk karakter spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator perubahan sosial dan mitra penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah.</p>
<p>Dengan bahasa yang reflektif dan penuh kebijaksanaan, ia menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat bertumbuh dari fondasi nilai-nilai etika, solidaritas dan kesadaran kolektif masyarakat.</p>
<p>Dalam dimensi ekonomi, Bupati Yosef Lede secara tegas menyoroti urgensi dukungan masyarakat terhadap program pemerintah, khususnya SPPG dan MBG, yang dipandang sebagai instrumen strategis pembangunan kesejahteraan berbasis pangan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa program MBG bukan semata intervensi sosial, melainkan peluang ekonomi bernilai tinggi yang harus dioptimalkan oleh masyarakat Kabupaten Kupang.</p>
<p>“Ratusan miliar uang MBG diberikan ke Kabupaten Kupang. Kita mesti menangkap peluang ini dengan menjual hasil tanam, sayur mayur, buah bahkan beras di dapur MBG. Sehingga memberikan keuntungan bagi kita sendiri, jangan bahan makanan ambil di luar Kabupaten Kupang,” tegas orang nomor satu kabupaten kupang</p>
<p>Secara akademis, ia memposisikan program tersebut sebagai mekanisme penguatan ekonomi lokal melalui pendekatan local value chain, di mana produksi, distribusi dan konsumsi terintegrasi dalam ekosistem ekonomi desa.</p>
<p>Program MBG sendiri melayani kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, serta tenaga pendidik, sehingga menciptakan permintaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.</p>
<p>Karena itu, ia mengimbau jemaat untuk memanfaatkan lahan produktif dengan menanam komoditas jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam rantai pasok pangan daerah.</p>
<p>Kesehatan sebagai Investasi Peradaban<br />
Selain ketahanan pangan, Bupati juga menempatkan kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan manusia.</p>
<p>Ia mengajak seluruh jemaat untuk mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan implementasi kebijakan nasional guna memastikan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>“Bapa mama saudara semuanya, selesai kebaktian nanti diharapkan jangan pulang dulu karena akan ada cek kesehatan gratis. Ini program bapak Presiden untuk ditindaklanjuti semua unsur pemerintahan agar dapat memastikan semua masyarakat itu sehat dengan cara diperiksa kesehatannya,” ujarnya.</p>
<p>Pesan tersebut mencerminkan paradigma pembangunan modern yang menempatkan kesehatan bukan sekadar layanan, melainkan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.</p>
<p>Dalam dialog bersama jemaat, Bupati juga merespons aspirasi terkait kondisi akses jalan menuju gereja yang dinilai belum ramah bagi kelompok lansia.</p>
<p>Ia secara langsung meminta Dinas PUPR Kabupaten Kupang untuk segera menindaklanjuti pembangunan akses jalan belakang gereja, sekaligus menyatakan komitmen pemerintah dalam mendukung penyelesaian pembangunan rumah pastori bagi pelayan gereja.</p>
<p>Kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan inklusif yang sensitif terhadap kebutuhan kelompok rentan serta memperkuat infrastruktur sosial berbasis komunitas.</p>
<p>Ketua Majelis Jemaat, Pendeta Dorkas Beeh Nyake Wiwi, S.Th, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran pemerintah dalam ibadah tersebut.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati dan semua jemaat tamu yang hadir bersama kami Jemaat Golgota Haumoro,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan akses jalan gereja dapat segera direalisasikan, mengingat hal tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi jemaat, khususnya para lansia.</p>
<p>Kehadiran Bupati Kupang dalam ibadah tersebut menegaskan paradigma pembangunan yang holistik — bahwa kemajuan daerah tidak semata ditentukan oleh pembangunan fisik dan indikator ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan nilai spiritual, solidaritas sosial, serta kemandirian masyarakat.</p>
<p>Pesan tentang iman, pangan dan kesehatan yang disampaikan menjadi refleksi mendalam bahwa pembangunan berkelanjutan lahir dari sinergi antara moralitas publik, kebijakan yang berpihak pada rakyat dan partisipasi aktif komunitas.</p>
<p>Dalam perspektif pembangunan modern, ketiga aspek tersebut bukanlah entitas yang terpisah, melainkan satu kesatuan ekosistem sosial yang menentukan kualitas peradaban dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Jabatan Senyap, Panggilan Tetap Bernyanyi dalam Hidup dan Pelayanan Pdt. Adolfina Uy</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/ketika-jabatan-senyap-panggilan-tetap-bernyanyi-dalam-hidup-dan-pelayanan-pdt-adolfina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 23:37:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Obe Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yosef Lede:]]></category>
		<category><![CDATA[ebenheaser matani]]></category>
		<category><![CDATA[GMIT]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketika Jabatan Senyap]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan Tetap Bernyanyi dalam Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Pdt. Adolfina Uy]]></category>
		<category><![CDATA[Penfui Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=7971</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Dalam keheningan yang khusyuk dan doa-doa yang mengalun lirih, Kebaktian Emeritasi Pendeta (Pdt.) Adolfina Uy, S.Th dilangsungkan di Gedung Kebaktian GMIT Ebenhaezer Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Minggu (8/2/2026) sore. Ibadah ini bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah masa tugas, melainkan sebuah perayaan iman atas 34 tahun pengabdian yang dijalani dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> — Dalam keheningan yang khusyuk dan doa-doa yang mengalun lirih, Kebaktian Emeritasi Pendeta (Pdt.) Adolfina Uy, S.Th dilangsungkan di Gedung Kebaktian GMIT Ebenhaezer Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Minggu (8/2/2026) sore.</p>
<p>Ibadah ini bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah masa tugas, melainkan sebuah perayaan iman atas 34 tahun pengabdian yang dijalani dengan kesetiaan, kerendahan hati dan cinta pastoral yang tak pernah menuntut balasan.</p>
<p>Emeritasi ini menjadi ruang reflektif bagi gereja dan masyarakat untuk mengenang perjalanan seorang hamba Tuhan yang telah menenun hidupnya bagi umat—dari mimbar ke rumah-rumah jemaat, dari doa-doa yang terucap hingga air mata yang disimpan dalam diam.</p>
<p>Hadir dalam kebaktian tersebut Bupati Kupang Yosef Lede bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, jajaran Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), para pendeta, jemaat, serta keluarga besar Pdt. Adolfina Uy.</p>
<p>Kehadiran pemerintah daerah dalam ibadah gerejawi ini memperlihatkan bahwa pelayanan iman dan pembangunan sosial berjalan dalam relasi yang saling menopang, saling menyapa dan saling menguatkan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan penghargaan yang mendalam atas dedikasi panjang Pdt. Adolfina Uy. Ia menegaskan bahwa pelayanan kependetaan tidak hanya membentuk spiritualitas jemaat, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan etika sosial, kepekaan moral, serta harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian dan penggembalaan Ibu Pendeta bagi jemaat, yang pada hakikatnya juga merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Kupang,” ujar Yosef Lede.</p>
<p>Lebih jauh, ia menekankan bahwa emeritasi secara struktural tidak pernah dapat mematikan panggilan ilahi. Menurutnya, jabatan dapat berakhir, tetapi nilai, keteladanan dan jejak pelayanan akan terus hidup dalam ingatan kolektif umat.</p>
<p>“Pelayanan boleh berakhir secara organisatoris, tetapi karya pelayanan tidak pernah selesai. Selama hidup masih menjadi persembahan, panggilan sebagai hamba Tuhan akan terus berjalan,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Yosef Lede, berkomitmen untuk tetap melibatkan Emerita Pdt. Adolfina Uy dalam pelayanan iman di wilayah pemerintahan. Komitmen ini merupakan bentuk penghormatan atas kebijaksanaan rohani dan pengalaman panjang yang telah ditempa oleh waktu, doa dan pengorbanan.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Saneb Ena Blegur, S.Th, dalam suara gembala menyampaikan bahwa 34 tahun masa pelayanan Pdt. Adolfina Uy adalah anugerah ilahi yang tidak semua hamba Tuhan peroleh. Ia menempatkan emeritasi ini sebagai mahkota kesetiaan, bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan.</p>
<p>“Banyak pendeta GMIT yang bercita-cita mencapai titik ini dalam kesetiaan pelayanan. Bahwa Ibu Pendeta dapat sampai pada fase emeritasi ini merupakan anugerah terbesar yang Tuhan karuniakan,” tuturnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa perjalanan pelayanan Pdt. Adolfina Uy telah menjadi teks hidup yang dibaca oleh gereja—tentang ketekunan yang sunyi, kesetiaan yang tidak selalu disorot, dan pelayanan yang dilakukan bukan untuk dikenang, tetapi untuk mengasihi.</p>
<p>Saneb Ena Blegur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat GMIT yang selama ini berjalan bersama para hamba Tuhan.</p>
<p>Menurutnya, pelayanan gereja adalah karya kolektif yang lahir dari perjumpaan antara panggilan pendeta dan kesetiaan jemaat dalam memuliakan nama Tuhan.</p>
<p>“Atas nama Gereja Masehi Injili di Timor, serta atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan selamat memasuki masa emeritasi. Selamat berada dalam ruang pelayanan yang baru—ruang di mana jabatan boleh senyap, tetapi panggilan tetap bernyanyi,” ujarnya dengan suara penuh makna.</p>
<p>Ia kembali menegaskan bahwa berakhirnya jabatan kependetaan tidak pernah berarti berakhirnya panggilan. Panggilan itu, menurutnya, akan terus menemukan bentuk baru sesuai dengan talenta dan karunia yang Tuhan titipkan.</p>
<p>Dalam ungkapan suara hati yang sarat syukur dan keharuan, Emerita Pdt. Adolfina Uy, S.Th menyampaikan terima kasih atas penyertaan Tuhan yang setia sepanjang perjalanan pelayanannya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Sinode GMIT, Pemerintah Kabupaten Kupang, rekan-rekan pelayanan, keluarga, serta Jemaat GMIT Ebenhaezer Matani yang setia berjalan bersamanya hingga tiba pada masa emeritasi.</p>
<p>“Dari tempat ini saya menyampaikan terima kasih kepada semua rekan pelayanan selama masa pengabdian saya di Gereja Masehi Injili di Timor. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas dukungan yang telah diberikan,” ungkapnya dengan nada penuh kerendahan hati.</p>
<p>Ia menutup kesaksiannya dengan pernyataan iman yang merangkum seluruh hidup pelayanannya—bahwa kependetaan bukan sekadar jabatan, melainkan identitas yang melekat seumur hidup.</p>
<p>“Saya telah mengakhiri pelayanan secara organisatoris, tetapi sebagaimana amanat yang saya terima, kependetaan itu dibawa sampai mati,” tutupnya.</p>
<p>Kebaktian emeritasi ini pada akhirnya bukan sekadar perpisahan dengan sebuah jabatan, melainkan sebuah pengakuan bahwa pelayanan sejati tidak pernah selesai. Dalam iman Kristen, ia hanya berpindah ruang—dari struktur ke kesaksian, dari jabatan ke keteladanan—dan terus bernyanyi pelan dalam kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kupang Tengah Menyanyi dalam Iman: Gereja Ora Et Labora Oebaun Memulai Babak Baru Sejarahnya</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/kupang-tengah-menyanyi-dalam-iman-gereja-ora-et-labora-oebaun-memulai-babak-baru-sejarahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 07:56:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[: Gereja Ora Et Labora Oebaun Memulai Babak Baru Sejarahnya]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[kupang tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Menyanyi dalam Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6991</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, sebuah momentum bersejarah lahir ketika Bupati Kupang, Yosef Lede meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Gereja Ora Et Labora Oebaun. Momen ini tidak semata-mata seremoni, melainkan juga sebuah peristiwa yang sarat makna: iman yang bertumbuh, persatuan yang terjalin dan komitmen jemaat yang berani melangkah menghadapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC –</strong> </a>Di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, sebuah momentum bersejarah lahir ketika Bupati Kupang, Yosef Lede meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Gereja Ora Et Labora Oebaun.</p>
<p>Momen ini tidak semata-mata seremoni, melainkan juga sebuah peristiwa yang sarat makna: iman yang bertumbuh, persatuan yang terjalin dan komitmen jemaat yang berani melangkah menghadapi tantangan zaman.</p>
<p>Pembangunan rumah ibadah ini lahir dari kebutuhan riil. Pertumbuhan jumlah jemaat yang terus meningkat membuat gedung lama tak lagi mampu menampung seluruh umat.</p>
<p>Walaupun bangunan lama masih berdiri kokoh, keputusan membangun gereja baru merupakan bukti bahwa spiritualitas tidak boleh terhenti pada nostalgia, melainkan harus bertumbuh seiring perkembangan zaman dan kebutuhan komunitas.</p>
<p>Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan bahwa pembangunan gereja baru adalah bukti iman yang aktif. Iman tidak berhenti pada doa, tetapi menemukan maknanya dalam kerja keras, gotong royong dan tindakan nyata.</p>
<p>“Kita yakini bahwa apa yang dikerjakan ini adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Karena itu, kita harus percaya dengan iman bahwa rumah Tuhan ini akan selesai tepat waktu. Doa, persatuan dan kerja keras jemaat adalah modal utama agar pembangunan ini berhasil,” tegas Yosef Lede, penuh keyakinan.</p>
<p>Bupati Kupang itu juga menyoroti kekuatan sosial jemaat Ora Et Labora Oebaun yang terdiri dari 60 kepala keluarga. Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah energi kolektif yang menjadi fondasi pembangunan.</p>
<p>Bantuan dari pihak luar tentu penting, tetapi tanggung jawab utama tetap berada di tangan jemaat sendiri. Persatuan iman dan kebersamaan menjadi modal fundamental agar pembangunan ini selesai sesuai rencana.</p>
<p>Lebih jauh, Yosef Lede menekankan pentingnya sinergitas antara gereja dan pemerintah. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari nilai spiritualitas.</p>
<p>Doa dan kerja keras adalah dua pilar yang saling melengkapi, menjadikan setiap pekerjaan—baik yang ringan maupun berat—dapat diselesaikan dengan lebih kokoh dan bermakna.</p>
<p>“Pembangunan gereja bukan hanya soal membangun dinding dan atap, tetapi membangun ruang iman, ruang persaudaraan dan ruang kebersamaan yang akan menguatkan fondasi sosial kita di Kabupaten Kupang,” ujarnya penuh refleksi.</p>
<p>Kehadiran para pemimpin pemerintahan, tokoh gereja, dan warga jemaat dalam acara ini semakin mempertegas bahwa pembangunan rumah Tuhan adalah agenda bersama.</p>
<p>Kolaborasi lintas elemen membuktikan bahwa gereja bukan hanya milik umat semata, tetapi juga bagian integral dari perjalanan sosial, budaya dan pembangunan daerah.</p>
<p>Dengan demikian, peletakan batu pertama Gereja Ora Et Labora Oebaun menjadi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Ia adalah simbol lahirnya babak baru sejarah iman di Kupang Tengah, sebuah narasi tentang bagaimana doa, persatuan dan kerja keras mampu menyalakan api harapan di tengah tantangan ekonomi.</p>
<p>Rumah Tuhan yang baru ini kelak akan berdiri sebagai warisan spiritual dan sosial, bukan hanya bagi jemaat hari ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wujudkan Kebersamaan: Gedung Gereja Rehobot Oli&#8217;o, Simbol Iman yang Hidup</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/wujudkan-kebersamaan-gedung-gereja-rehobot-olio-simbol-iman-yang-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2024 12:13:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Rehobot Oli'o]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Wujudkan Kebersamaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=2353</guid>

					<description><![CDATA[BB – Momentum bersejarah tercipta di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, ketika Gedung Gereja GMIT Rehobot Oli&#8217;o resmi diresmikan dan diberkati oleh Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, serta Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie.  Acara peresmian dan penthabisan ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen iman seluruh jemaat GMIT Rehobot Oli&#8217;o,Rabu 02/10 Pengresmian Gedung Gereja ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Momentum bersejarah tercipta di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, ketika Gedung Gereja GMIT Rehobot Oli&#8217;o resmi diresmikan dan diberkati oleh Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, serta Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Acara peresmian dan penthabisan ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen iman seluruh jemaat GMIT Rehobot Oli&#8217;o,Rabu 02/10</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pengresmian Gedung Gereja ini ditandai dengan pelepasan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti, dan pengguntingan pita oleh Alexon Lumba, sementara Pdt. Samuel Pandie memimpin ibadah penthabisan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam sambutannya, Alexon Lumba menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan persekutuan yang kokoh dalam proses pembangunan gereja.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-2355 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007.jpg" alt="IMG 20241003 WA0007" width="650" height="433" title="Wujudkan Kebersamaan: Gedung Gereja Rehobot Oli&#039;o, Simbol Iman yang Hidup 3" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0007-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Gedung Gereja baru, semangat juga harus baru. Harus ada tekad dan komitmen baru untuk terus membangun jemaat di berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Alexon Lumba juga menekankan bahwa Gereja Rehobot Oli&#8217;o merupakan bagian penting dari masyarakat Kabupaten Kupang. Ia mendorong jemaat untuk terus membangun diri dan berkontribusi bagi masyarakat sekitarnya, termasuk dalam pengembangan ekonomi melalui pemberdayaan potensi jemaat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Jemaat Rehobot Oli&#8217;o harus meningkatkan ekonomi dan memberdayakan potensi masing-masing,” lanjutnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain itu, Alexon Lumba mengajak jemaat untuk terus mencatat sejarah gereja secara tertulis. Ia menekankan pentingnya penulisan sejarah gereja agar generasi mendatang dapat mengenal dan memahami perjalanan gereja dari waktu ke waktu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pdt. Samuel Pandie dalam khotbahnya menyampaikan bahwa pembangunan gedung gereja tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang iman dan kehidupan jemaat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400"> “Membangun Gereja berarti kita sedang menginvestasikan kehidupan jemaat yang akan menjadi lebih baik lagi,” jelasnya. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2356 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001.jpg" alt="IMG 20241003 WA0001" width="650" height="433" title="Wujudkan Kebersamaan: Gedung Gereja Rehobot Oli&#039;o, Simbol Iman yang Hidup 4" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241003-WA0001-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400">Gereja, menurut Pdt. Pandie, harus menjadi tempat perlindungan bagi jemaat dan memiliki dasar iman yang kuat, dengan Yesus Kristus sebagai pusat kehidupan dan tindakan gereja.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Klasis Kupang Timur, Pdt. Elomodan Naimasus, serta beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kupang, Camat Kupang Timur Yos Dokobani, serta tokoh-tokoh masyarakat dan jemaat setempat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan selesainya pembangunan Gedung Gereja Rehobot Oli&#8217;o, harapannya adalah bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan yang terjalin dalam jemaat akan terus terpelihara dan semakin kuat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Gedung gereja ini tidak hanya menjadi simbol fisik iman, tetapi juga simbol kebangkitan dan komitmen jemaat untuk terus melayani dan berkarya bagi masyarakat.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
