<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ilmu &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/ilmu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Dec 2025 03:59:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Ilmu &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SPK Menautkan Pengabdian dan Ilmu, Aula SD GMIT SoE 2 Sebagai Infrastruktur Harapan Pendidikan Berkeadaban TTS</title>
		<link>https://buserbindo.com/pendidikan/spk-menautkan-pengabdian-dan-ilmu-aula-sd-gmit-soe-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 03:59:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aula SD GMIT SoE 2]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Berkeadaban TTS]]></category>
		<category><![CDATA[Putra tts]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Simon Petrus Kamlasi]]></category>
		<category><![CDATA[SPK Menautkan Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=7631</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Di halaman sekolah yang dulu menjadi saksi langkah-langkah kecilnya, Simon Petrus Kamlasi (SPK) kembali berdiri. Bukan lagi sebagai murid yang memikul tas sederhana dan mimpi yang belum bernama, melainkan sebagai seorang anak bangsa yang pulang membawa ingatan, tanggung jawab dan pengabdian. Dari ruang kelas sederhana SD GMIT SoE 2 itulah, masa kecilnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> — Di halaman sekolah yang dulu menjadi saksi langkah-langkah kecilnya, Simon Petrus Kamlasi (SPK) kembali berdiri. Bukan lagi sebagai murid yang memikul tas sederhana dan mimpi yang belum bernama, melainkan sebagai seorang anak bangsa yang pulang membawa ingatan, tanggung jawab dan pengabdian.</p>
<p>Dari ruang kelas sederhana SD GMIT SoE 2 itulah, masa kecilnya pernah dibentuk—dalam keterbatasan, keheningan dan harapan yang tumbuh perlahan.</p>
<p>Kenangan itu kini menjelma menjadi tindakan nyata. SPK, Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup Koordinator Kementerian Pangan Republik Indonesia, menyerahkan dan meresmikan aula portable SD GMIT SoE 2 sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sebuah bangunan yang tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi memuat makna historis, etis dan kultural.</p>
<p>Peristiwa ini melampaui seremoni pembangunan. Ia adalah pertemuan antara masa lalu dan masa depan, antara anak kecil yang pernah belajar dalam keterbatasan dan generasi baru yang berhak tumbuh dalam ruang pendidikan yang lebih manusiawi.</p>
<p>Dalam refleksinya, SPK menyebut sekolah GMIT bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan ruang pembentukan nilai dan ketahanan hidup. Di sanalah ia belajar membaca dunia, memahami disiplin dan mengenal arti bertahan di tengah keterbatasan sarana.</p>
<p>“Sekolah di tengah kota tanpa aula adalah kontradiksi. Ruang bersama ini penting untuk membangun interaksi, karakter dan nilai kolektif peserta didik,” ujar SPK dengan nada reflektif.</p>
<p>Aula yang kini berdiri merupakan jawaban atas pengalaman masa kecil yang penuh keterbatasan—sebuah upaya agar generasi berikutnya tidak lagi tumbuh dalam kekosongan ruang bersama.</p>
<p>Pembangunan ini dilakukan tanpa proposal dan tanpa muatan politik, lahir dari kesadaran personal dan etika pengabdian sosial.</p>
<p>Pendekatan tersebut mencerminkan model pengabdian akademis yang responsif, di mana keputusan diambil berdasarkan kebutuhan riil dan tanggung jawab moral, bukan kepentingan simbolik.</p>
<p>Peresmian aula dirangkaikan dengan Festival Literasi dan peluncuran buku antologi karya guru dan siswa. Momentum ini menjadi penanda bahwa pembangunan fisik tidak pernah berdiri sendiri, melainkan harus berjalan seiring dengan pembangunan intelektual dan kultural.</p>
<p>Menurut SPK, literasi adalah ruang tempat anak-anak dari daerah seperti TTS belajar menyusun suara mereka sendiri—dari sunyi menjadi makna.</p>
<p>“Dari tulisan anak-anak, kita dapat membaca cara berpikir, luka, harapan dan arah masa depan mereka. Di situlah pendidikan karakter bekerja secara paling jujur,” ungkapnya.</p>
<p>Aula SD GMIT SoE 2 kini diharapkan menjadi ruang dialog dan refleksi, tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan nilai iman dan pendidikan tidak hanya mengajarkan kecerdasan, tetapi juga empati.</p>
<p>Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Blegur, mengapresiasi langkah SPK sebagai bentuk pengabdian yang lahir dari kesadaran sejarah dan kerendahan hati seorang alumni.</p>
<p>“SPK adalah putra terbaik TTS. Ia membuktikan bahwa keberhasilan tidak memutus hubungan dengan asal-usul, tetapi justru menguatkannya,” tuturnya.</p>
<p>Kepala SD GMIT SoE 2, Yusak M. A. Neolaka, S.Pd, menyebut bantuan aula ini sebagai pengalaman yang langka dan penuh makna.</p>
<p>“Kami tidak mengajukan proposal. Kami hanya berkomunikasi, dan bangunan ini hadir. Ini adalah pelajaran tentang kepekaan, kepercayaan dan kasih,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran aula SD GMIT SoE 2 menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan bangunan, melainkan tentang ingatan kolektif dan keberlanjutan nilai. Aula ini berdiri sebagai monumen sunyi bagi masa kecil yang pernah kekurangan, sekaligus janji bagi masa depan yang lebih adil.</p>
<p>Melalui pengabdian ini, SPK menautkan ilmu yang pernah ia terima dengan tanggung jawab yang kini ia pikul—membuktikan bahwa pendidikan sejati selalu berangkat dari ingatan, tumbuh dalam kesadaran dan berakhir sebagai warisan moral bagi generasi berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Etika, Ilmu, dan Integritas FKKH Undana Kukuhkan 18 Dokter Muda Siap Bertugas</title>
		<link>https://buserbindo.com/pendidikan/etika-ilmu-dan-integritas-fkkh-undana-kukuhkan-18-dokter-muda-siap-bertugas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 02:40:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[18 Dokter Muda Siap Bertugas]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas FKKH Undana]]></category>
		<category><![CDATA[Kukuhkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=4237</guid>

					<description><![CDATA[BB – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi melantik 18 dokter baru dalam acara Pengangkatan Sumpah dan Pelantikan Dokter XLIII, yang digelar pada Selasa (04/02/2025). Para dokter muda ini kini siap mengabdi bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi etika, ilmu, dan integritas dalam praktik kedokteran mereka. Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi melantik 18 dokter baru dalam acara Pengangkatan Sumpah dan Pelantikan Dokter XLIII, yang digelar pada Selasa (04/02/2025).</p>
<p>Para dokter muda ini kini siap mengabdi bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi etika, ilmu, dan integritas dalam praktik kedokteran mereka.</p>
<p>Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan FKKH Undana, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), orang tua, serta para dosen yang telah membimbing para dokter selama masa pendidikan.</p>
<p>Salah satu dokter yang baru dilantik, dr. Putu Dinda Pramesti, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan mereka menjadi dokter.</p>
<p>&#8220;Terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan inspirasi yang telah diberikan. Kami berjanji akan menjaga sumpah ini dengan penuh tanggung jawab demi kebaikan sesama,&#8221; ungkapnya penuh haru.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan orang tua dokter baru, Herman Abatan, mengingatkan para dokter muda untuk selalu mengedepankan skill, mindset, attitude, dan karakter dalam menjalankan tugasnya.</p>
<p>&#8220;Jadilah dokter yang berintegritas, empati, dan penuh solusi bagi masyarakat. Kehadiran kalian harus menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan,&#8221; pesannya.</p>
<p>Ketua PDUI Cabang NTT, dr. Yudith M. Kota, M.Kes, menegaskan pentingnya profesionalisme dalam praktik kedokteran.</p>
<p>&#8220;Jangan pernah memberikan resep tanpa pemeriksaan! Selalu patuhi regulasi yang berlaku dan bersikaplah ramah kepada pasien, karena mereka datang dalam kondisi yang rentan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Senada dengan itu, Ketua IDI NTT, dr. Stefanus Dhe Soka, Sp.B, mendorong para dokter baru untuk terus meningkatkan kompetensi mereka dengan memperbarui ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Saat ini ada program Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) yang mengajarkan kita untuk memberikan pengobatan lebih presisi. Jangan pernah berhenti belajar,&#8221; katanya.</p>
<p>Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, menekankan bahwa etika dan moral adalah landasan utama bagi seorang dokter.</p>
<p>&#8220;Etika dan integritas adalah harga mati, bahkan lebih tinggi dari hukum itu sendiri. Dokter harus memiliki hati nurani dalam menjalankan profesinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan, kerja sama tim, serta perhatian terhadap kesehatan mental para dokter.</p>
<p>&#8220;Banyak tenaga medis menghadapi tekanan mental yang tinggi. Jangan abaikan kesehatan mental kalian sendiri saat melayani orang lain,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dengan pelantikan ini, 18 dokter muda resmi bergabung dalam dunia medis, siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.</p>
<p>Mereka diharapkan tidak hanya menjadi dokter yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.</p>
<p>Berikut nama dokter yang diambil sumpah dan janji :</p>
<p>Gloria Harpazo Lai, S.Ked, dr. Rambu Hana Pandarangga, S.Ked, dr. Putri Amelinda Lubalu, S.Ked, dr. Lidya Lyke Sonbait, S.Ked, dr. Merizaputri Wihelmina Kotta, S.Ked, dr. Bintang Musa Bessie, S.Ked, dr. Gilberth Umbu Kaledi Sagabulang, S.Ked, dr. Rosina Wiwin So’o, S.Ked, dr. Clarensius Giovani Boni Kefi, S.Ked, dr. Vinsensius Idelfonus Fence Masu, S.Ked, dr. Lorenza Aurelia Eli Abatan, S.Ked, dr. Dania Ekasanti Maryono Seran, S.Ked, dr. Maria Klaudia Redlich Galut, S.Ked, dr. Stevania Vicenisia Nau, S.Ked, dr. Irwanda Vinarti Saputri Tegu, S.Ked, dr. Anggi Rahmadinah Susilowati, S.Ked, dr. Juniar Sanjar Fajareni, S.Ked, dan dr. Putu Dinda Pramesti, S.Ked.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
