<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gubernur Melki Laka Lena &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/gubernur-melki-laka-lena/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2025 22:34:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Gubernur Melki Laka Lena &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keteladanan Veronika Tan dalam Mengarusutamakan Empati Ekonomi Restoratif melalui Kolaborasi Multi-Sektor Berbasis Kearifan Alam NTT</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/keteladanan-veronika-tan-dalam-mengarusutamakan-empati-ekonomi-restoratif-melalui-kolaborasi-multi-sektor-berbasis-kearifan-alam-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 22:34:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Agroekologi]]></category>
		<category><![CDATA[ASTACITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bambu NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Restoratif]]></category>
		<category><![CDATA[Empati Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Multi-Sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Veronika Tan]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Bambu Lingkungan Lestari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=7267</guid>

					<description><![CDATA[Labuan Bajo, BBC — Dalam semangat kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan keberlanjutan dan nilai kemanusiaan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronika Tan, hadir dalam High Level Round Table “Belajar Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif” di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo, Selasa (28/10/2025). Forum strategis ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Labuan Bajo, BBC</strong> </a>— Dalam semangat kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan keberlanjutan dan nilai kemanusiaan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronika Tan, hadir dalam High Level Round Table “Belajar Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif” di Kampus Bambu Komodo, Labuan Bajo, Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Forum strategis ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, daerah, akademisi, pelaku industri kreatif, hingga komunitas lokal.</p>
<p>Turut hadir Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wamen Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Catur Prasetyani, serta sejumlah kepala daerah dari NTT dan luar provinsi.</p>
<p>Dalam konteks ekonomi berkelanjutan, Veronika Tan menegaskan bahwa pembangunan tidak semata diukur oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh sejauh mana kebijakan mampu menghadirkan empati dan keadilan sosial bagi masyarakat akar rumput.</p>
<p>Menurutnya, ekonomi restoratif bukan hanya pendekatan ekonomi baru, melainkan etika pembangunan yang menyeimbangkan hubungan antara manusia, alam dan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>“Empati harus menjadi fondasi ekonomi masa depan. Ekonomi yang tidak memulihkan manusia dan lingkungan adalah ekonomi yang kehilangan arah moralnya,” ujar Veronika Tan dalam sesi diskusi lintas kementerian.</p>
<p>Pernyataan tersebut menggambarkan perspektif humanistik dan inklusif yang menjadi ciri kepemimpinan Veronika Tan — mengedepankan pengarusutamaan nilai empati, kesetaraan gender dan partisipasi sosial dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi multi-sektor dapat melahirkan inovasi kebijakan ekonomi hijau berbasis lokal.</p>
<p>Melalui pendekatan agroekologi bambu, YBLL mengembangkan Sistem Hutan Bambu Lestari (HBL) yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberikan apresiasi terhadap kiprah YBLL dan seluruh peserta yang berkomitmen memperkuat rantai nilai bambu di NTT.</p>
<p>“Bambu bukan sekadar komoditas, tetapi simbol kehidupan dan kemandirian. Jika dikelola secara kolaboratif, bambu dapat menjadi poros ekonomi restoratif NTT,” ungkap Gubernur Melki Laka Lena.</p>
<p>Kolaborasi lintas sektor yang dihadiri Veronika Tan menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat, pemerintah daerah, industri kreatif, serta komunitas lokal.<br />
Pendekatan ini sejalan dengan semangat ASTACITA (Arah, Strategi dan Kebijakan Pembangunan Indonesia) yang menempatkan pembangunan manusia dan pelestarian alam sebagai prioritas nasional.</p>
<p>Kehadiran Veronika Tan dalam forum ini mempertegas bahwa ekonomi restoratif tidak dapat dipisahkan dari kearifan lokal.<br />
Konteks Nusa Tenggara Timur yang kaya akan sumber daya bambu, budaya gotong royong, serta solidaritas sosial, menjadikan daerah ini laboratorium sosial-ekologis bagi penerapan ekonomi hijau berbasis nilai kemanusiaan.</p>
<p>Melalui model produksi Bambu Laminasi Mosedia yang dikelola oleh BambuCoop, YBLL menghadirkan inovasi yang menggabungkan pengetahuan tradisional dan teknologi modern, menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa merusak ekosistem.Pendekatan ini mencerminkan cita-cita ekonomi yang memulihkan, yakni ekonomi yang memberi kehidupan, bukan mengambil kehidupan.</p>
<p>Forum lintas sektor di Labuan Bajo ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi manifestasi dari cita-cita baru pembangunan nasional: membangun ekonomi dengan hati, berbasis empati dan keberlanjutan.</p>
<p>Melalui kehadirannya, Veronika Tan menunjukkan bahwa kebijakan publik dapat bersifat ilmiah sekaligus berperasaan; akademis namun tetap humanis.</p>
<p>Dari serat bambu yang tumbuh di tanah kering NTT, lahir narasi baru tentang pembangunan: bahwa ekonomi sejati bukan tentang mengejar pertumbuhan, tetapi tentang memulihkan kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Melki Tegaskan Standar Baru Pendanaan Sekolah untuk Pendidikan Unggul, Transparan dan Inklusif di Seluruh NTT</title>
		<link>https://buserbindo.com/tak-berkategori/gubernur-melki-tegaskan-standar-baru-pendanaan-sekolah-untuk-pendidikan-unggul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 04:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Pendidikan.]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Transparan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pergub Pendanaan Pendidikan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi pendidikan ntt]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah SMA SMK SLB Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Dana Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=7257</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pendanaan Pendidikan bagi SMA, SMK dan SLB di Aula SMAN 2 Kupang, Senin (27/10/2025). Peluncuran regulasi ini menandai babak baru dalam pengelolaan dana pendidikan di NTT yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas dan keadilan sosial, serta menjadi langkah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC —</strong></a> Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pendanaan Pendidikan bagi SMA, SMK dan SLB di Aula SMAN 2 Kupang, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Peluncuran regulasi ini menandai babak baru dalam pengelolaan dana pendidikan di NTT yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas dan keadilan sosial, serta menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan menengah yang unggul, inklusif dan berkarakter.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pergub ini disusun sebagai instrumen hukum untuk memastikan tidak ada lagi pungutan tanpa dasar hukum, serta menjamin bahwa setiap rupiah yang dikelola oleh sekolah dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.</p>
<p>“Melalui Pergub Pendanaan Pendidikan ini, Pemerintah Provinsi NTT ingin memastikan pengelolaan dana di sekolah berjalan lebih transparan, adil, dan akuntabel, sehingga tidak ada lagi ruang abu-abu dalam tata kelola keuangan sekolah,” tegas Gubernur Melki.</p>
<p>Pergub ini juga mengatur prinsip subsidi silang, di mana siswa dari keluarga mampu membantu meringankan beban siswa kurang mampu. Setiap sekolah diwajibkan melakukan verifikasi ekonomi orang tua/wali peserta didik untuk menentukan kategori iuran secara proporsional dan berkeadilan.</p>
<p>Sebelum peluncuran resmi Pergub, Gubernur Melki menggelar dialog terbuka bersama para Koordinator Pengawas, Kepala Sekolah, dan Ketua OSIS SMA/SMK se-Kota Kupang. Dalam forum itu, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan tiga batu tungku: sekolah, keluarga dan masyarakat.</p>
<p>“Pendidikan yang kokoh hanya bisa tumbuh ketika tiga unsur ini bersinergi. Sekolah mendidik, keluarga menanamkan nilai dan masyarakat menjadi ruang praktik nilai moral serta tanggung jawab sosial,” ujarnya.</p>
<p>Dalam penutupnya, Gubernur Melki menyampaikan harapan agar seluruh pihak dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini.</p>
<p>“Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar prinsip administrasi, tetapi nilai moral yang harus hidup di setiap sekolah. Inilah hadiah Sumpah Pemuda bagi anak-anak NTT — pendidikan yang jujur, terbuka dan berkeadilan,” tutupnya.</p>
<p>Dialog ini menjadi ruang partisipatif untuk menyerap aspirasi, kritik dan gagasan dari para pelaku pendidikan dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan menengah di NTT.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan bahwa Pergub ini lahir dari hasil evaluasi dan masukan masyarakat terhadap sistem pendanaan sekolah selama ini.</p>
<p>“Masih ditemukan ketidakteraturan dalam pengelolaan dana di sejumlah sekolah. Karena itu, Pergub ini hadir sebagai pedoman operasional yang mengikat, memastikan seluruh penerimaan dan pengeluaran sekolah dapat dipantau secara transparan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, mekanisme pengawasan akan dilakukan secara berlapis oleh pengawas sekolah, Dinas Pendidikan dan Inspektorat Daerah. Masyarakat juga diberikan akses pengaduan melalui hotline dan situs resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.</p>
<p>Dukungan terhadap Pergub ini datang dari unsur legislatif. Wakil Ketua II Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, menyebut kebijakan ini sebagai “angin segar bagi keluarga NTT” yang selama ini terbebani oleh pungutan tidak resmi.</p>
<p>“Pergub ini menjadi solusi nyata untuk menghadirkan pendidikan yang lebih terjangkau, bermutu dan berkeadilan. Ke depan, tidak boleh ada lagi pungutan tanpa regulasi yang jelas,” ungkap Winston.</p>
<p>Ia menegaskan, DPRD bersama pemerintah daerah akan mengawal implementasi dan sosialisasi Pergub ke seluruh sekolah di NTT agar kebijakan ini benar-benar berdampak pada masyarakat.</p>
<p>Peluncuran Pergub Pendanaan Pendidikan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Melki, sebagai simbol dimulainya penerapan standar baru tata kelola pendidikan di NTT.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Melki Laka Lena: Sinergi Asperindo adalah Jalan Penghubung Produk Lokal ke Dunia</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/gubernur-melki-laka-lena-sinergi-asperindo-adalah-jalan-penghubung-produk-lokal-ke-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 00:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Penghubung Produk Lokal ke Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi Asperindo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6921</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Bertempat di Hotel Sahid T-More, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri logistik. Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan Asperindo memiliki peran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> – Bertempat di Hotel Sahid T-More, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri logistik.</p>
<p>Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan Asperindo memiliki peran vital dalam mempercepat laju perekonomian daerah, khususnya dalam mendukung arus distribusi barang di wilayah kepulauan.</p>
<p>“Kami mengapresiasi Asperindo sebagai mitra pemerintah yang telah berperan penting dalam kelancaran distribusi produk, baik lokal maupun nasional, terlebih di NTT yang terdiri dari banyak pulau. Sinergi ini adalah jalan penghubung produk lokal menuju pasar nasional hingga internasional,” ungkap Gubernur.</p>
<p>Melki Laka Lena menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi di NTT semakin mendukung ekosistem logistik. Saat ini, NTT telah memiliki 14 bandara aktif dan hampir seluruh wilayah telah memiliki pelabuhan yang berfungsi sebagai jalur vital distribusi.</p>
<p>“Konektivitas ini sangat membantu kelancaran distribusi dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan dukungan infrastruktur, maka produk masyarakat tidak hanya dapat bergerak cepat di tingkat lokal, tetapi juga bersaing di pasar nasional,” tambahnya.</p>
<p>Lebih jauh, Gubernur menekankan pentingnya program One Village One Product (OVOP) yang kini telah berkembang menjadi One Community One Product. Program ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan daya saing produk lokal.</p>
<p>“Kita perlu memastikan bahwa setiap produk memiliki kualitas yang baik, izin edar dari BPOM, hingga sertifikasi halal. Semua ini adalah syarat utama agar produk NTT bisa masuk dan bertahan di pasar global,” tegasnya.</p>
<p>Dalam forum Muswil ini, Gubernur berharap lahir gagasan baru dan program kerja yang mampu memperkuat peran Asperindo sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem logistik yang sehat, aman dan berdaya saing.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Asperindo, Budi Paryanto, menegaskan bahwa Asperindo berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah melalui jasa pengiriman yang profesional.</p>
<p>“Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kami juga membutuhkan dukungan dan perlindungan pemerintah agar industri pengiriman tetap bertahan di tengah tantangan,” jelas Budi.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua DPW Asperindo NTT, Anatji Efrolina Ratu Kitu Jan, yang menekankan pentingnya pengawasan distribusi logistik agar tidak disalahgunakan, sembari terus membangun kolaborasi dengan pemerintah maupun aparat penegak hukum.</p>
<p>Musyawarah Wilayah II Asperindo NTT tidak sekadar forum organisasi, melainkan wadah untuk merancang strategi bersama dalam menghubungkan produk unggulan NTT dengan pasar nasional dan internasional.</p>
<p>Dengan dukungan infrastruktur, regulasi dan sinergi yang solid, NTT diproyeksikan mampu melahirkan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tour De EnTeTe 2025: Gubernur Melki Laka Lena Lepas Rider Menuju Etape Perdana</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/tour-de-entete-2025-gubernur-melki-laka-lena-lepas-rider-menuju-etape-perdana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 19:17:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[balap sepeda internasional NTT]]></category>
		<category><![CDATA[event internasional Nusa Tenggara Timur rute balap sepeda terpanjang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan Bajo destinasi wisata dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sport tourism NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Tour de Entete 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6698</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Momentum bersejarah tercipta di Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika Tour De EnTeTe 2025 resmi dimulai pada Rabu (10/9/2025). Bertempat di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma secara resmi mengibarkan bendera start, menandai dimulainya etape perdana ajang balap sepeda jalan raya bertaraf [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> – Momentum bersejarah tercipta di Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika Tour De EnTeTe 2025 resmi dimulai pada Rabu (10/9/2025).</p>
<p>Bertempat di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma secara resmi mengibarkan bendera start, menandai dimulainya etape perdana ajang balap sepeda jalan raya bertaraf internasional ini.</p>
<p>Acara pelepasan berlangsung meriah dengan sorak sorai penonton yang memadati lokasi. Kehadiran masyarakat, insan olahraga, dan tamu undangan menambah semarak event olahraga yang mengangkat citra NTT di panggung dunia.</p>
<p>Para pembalap dari berbagai negara terlihat penuh semangat, bersiap menaklukkan etape pertama sejauh 198,9 kilometer dengan titik finish di Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU).</p>
<p>Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa penyelenggaraan Tour De EnTeTe merupakan bentuk nyata kesiapan NTT untuk tampil sebagai tuan rumah event internasional.</p>
<p>Ia menilai, ajang ini bukan hanya kompetisi olahraga, melainkan juga sebuah instrumen diplomasi budaya, promosi pariwisata dan pembangunan daerah.</p>
<p>“Hari ini kita memulai sejarah baru di NTT. Tour De EnTeTe adalah lomba balap sepeda internasional yang melibatkan 13 negara dengan rute terpanjang se-Indonesia. Ini bukti bahwa NTT siap maju di panggung dunia,” ungkap Gubernur Melki.</p>
<p>Etape perdana diikuti oleh para pembalap profesional dari 13 negara, termasuk Indonesia, Mesir dan beberapa negara lain. Deska Raya Adya, pembalap Indonesia, menyampaikan optimismenya untuk menorehkan prestasi.</p>
<p>Hal serupa disampaikan Karim Gamal Abdelrazek Mohamed Ebidalla dari Mesir, yang menegaskan bahwa dirinya dan tim siap tampil maksimal.</p>
<p>Lebih lanjut, Gubernur Melki menuturkan bahwa keberhasilan Tour De EnTeTe akan menjadi landasan bagi NTT untuk menggelar berbagai event internasional lainnya, mulai dari tinju, NTT Fashion Week, hingga lomba memancing kelas dunia.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi dalam menjadikan sport tourism sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah.</p>
<p>“Kalau Tour De EnTeTe berhasil, kami sudah menyiapkan event internasional lain. Semua ini bagian dari strategi besar agar NTT semakin dikenal dan menjadi destinasi unggulan di tingkat global,” tambahnya.</p>
<p>Kemeriahan pembukaan semakin bermakna karena ajang ini diharapkan memberi multiplier effect bagi masyarakat lokal. Sektor pariwisata, ekonomi kreatif, transportasi dan kuliner diprediksi akan merasakan dampak positif dari hadirnya ribuan tamu dan peserta dari berbagai negara.</p>
<p>Tour De EnTeTe 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi atlet internasional, melainkan juga sebuah wadah kebanggaan masyarakat NTT.</p>
<p>Etape-etape berikutnya akan membawa para rider menyusuri bentang alam eksotis Flobamorata hingga mencapai garis finish di Labuan Bajo, Manggarai Barat yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata premium dunia.</p>
<p>Dengan dimulainya etape perdana ini, NTT menegaskan posisinya sebagai daerah yang mampu menggabungkan sportivitas, pariwisata dan diplomasi internasional. Tour De EnTeTe 2025 pun resmi tercatat sebagai tonggak sejarah baru dalam perjalanan olahraga dan pembangunan daerah di Indonesia Timur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Melki Laka Lena Tegas: Jangan Urus Orang Saat Mati, Uruslah Saat Sakit dengan BPJS</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/gubernur-melki-laka-lena-tegas-jangan-urus-orang-saat-mati-uruslah-saat-sakit-dengan-bpjs/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 23:13:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Bpjs kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Folres]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Tegas: Jangan Urus Orang Saat Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Uruslah Saat Sakit dengan BPJS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6647</guid>

					<description><![CDATA[Flores, BBC – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya kepesertaan aktif dalam program BPJS Kesehatan sebagai instrumen perlindungan sosial. Pesan itu disampaikan dalam tatap muka bersama jajaran BPJS Kesehatan, camat, lurah, kepala desa dan kepala puskesmas se-Kabupaten Flores Timur, Jumat (5/9/2025). “Jangan urus orang pada saat dia sudah mati. Itu tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Flores, BBC</strong></a> – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya kepesertaan aktif dalam program BPJS Kesehatan sebagai instrumen perlindungan sosial.</p>
<p>Pesan itu disampaikan dalam tatap muka bersama jajaran BPJS Kesehatan, camat, lurah, kepala desa dan kepala puskesmas se-Kabupaten Flores Timur, Jumat (5/9/2025).</p>
<p>“Jangan urus orang pada saat dia sudah mati. Itu tidak ada guna. Malah ketika dia sakit kita tidak urus,” tegas Gubernur Melki dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Bupati Flores Timur.</p>
<p>Menurut Gubernur, kesehatan adalah urusan fundamental yang menyertai seluruh tahap kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa dari tiga aspek utama BPJS Kesehatan—kepesertaan, pembiayaan dan pelayanan—dua yang pertama merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.</p>
<p>“Orang akan jatuh tertimpa tangga ketika sakit, saat tidak menjadi anggota aktif BPJS, dan masih harus memikirkan pembayaran,” ungkapnya.</p>
<p>Melki mendorong masyarakat untuk membangun kedisiplinan membayar iuran BPJS. Baginya, literasi keuangan kesehatan harus ditanamkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ganda ketika menghadapi sakit.</p>
<p>Ia pun mengapresiasi kerja sama Pemkab Flores Timur dan BPJS Kesehatan yang telah menanggung 46.000 peserta JKN. Pemerintah Provinsi NTT turut membantu dengan membayar iuran 5.455 warga Flores Timur.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis produk lokal.</p>
<p>Program Gerakan Beli NTT dan konsep One Village One Product (OVOP) disebut sebagai strategi konkret untuk mendorong hilirisasi produk masyarakat.</p>
<p>“Dulu kita tanam, panen, jual. Sekarang kita masuk lebih dalam lagi: tanam, panen, olah dulu, kemas dulu, baru jual. Jadi ada nilai tambah yang bisa masuk ke kantong masyarakat kita,” ujarnya.</p>
<p>Selain kesehatan dan ekonomi, Gubernur Melki juga menyampaikan program bimbingan belajar bagi anak-anak SMA/SMK di NTT yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan maupun kampus ternama di dalam dan luar negeri.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Flores Timur akan menjadi salah satu titik awal etape ajang internasional Tour de Entete yang melintasi Timor, Sumba dan Flores. Ajang ini diharapkan mampu mengangkat citra pariwisata dan membuka peluang ekonomi baru.</p>
<p>Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur NTT terhadap program prioritas nasional, khususnya kesehatan dan penguatan ekonomi lokal.</p>
<p>“Kita jalan mau dengan kepastian apa yang digelontorkan dari nasional memiliki daya dorong untuk pertumbuhan ekonomi. Semoga cerita sukses dari kabupaten lain mendorong kami di sini,” ujarnya.</p>
<p>Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere turut memberikan apresiasi. Menurutnya, capaian kepesertaan di Flores Timur telah melampaui target nasional, namun ia berharap dukungan anggaran daerah tetap diperkuat agar lebih dari 80% peserta dapat aktif terlayani.</p>
<p>Kunjungan kerja Gubernur Melki Laka Lena ke Flores Timur menegaskan tiga agenda prioritas: kesehatan melalui kepesertaan BPJS, ekonomi melalui produk lokal dan PAD desa serta pendidikan generasi muda NTT.</p>
<p>Dengan pesan tegasnya, Melki mengingatkan bahwa investasi terbesar bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada kesehatan, ekonomi dan sumber daya manusia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesan Haru Gubernur NTT: “Pengalaman Paskibraka Tak Akan Kalian Temukan di Tempat Lain</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/pesan-haru-gubernur-ntt-pengalaman-paskibraka-tak-akan-kalian-temukan-di-tempat-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buserbindo.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 23:01:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[agen perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi Paskibraka Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin Paskibraka.]]></category>
		<category><![CDATA[duta anti-kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-80 RI]]></category>
		<category><![CDATA[Johni Asadoma]]></category>
		<category><![CDATA[Mindriyati Astiningsih]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka NTT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan Rp1 juta Paskibraka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6484</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penuh haru kepada 44 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTT Tahun 2025. Dalam audiensi bersama para anggota Paskibraka di Resto Suka Ramai, Kupang, Senin (18/8/2025) siang, Gubernur menegaskan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka merupakan bekal berharga yang tidak akan ditemukan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, <a href="https://buserbindo.com/tag/regional">BBC</a></strong> – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penuh haru kepada 44 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTT Tahun 2025.</p>
<p>Dalam audiensi bersama para anggota Paskibraka di Resto Suka Ramai, Kupang, Senin (18/8/2025) siang, Gubernur menegaskan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka merupakan bekal berharga yang tidak akan ditemukan di tempat lain.</p>
<p>“Saya atas nama Pemerintah Provinsi NTT mengucapkan selamat dan proficiat kepada adik-adik sekalian. Sepulang dari sini, kalian akan menjadi pribadi yang berbeda. Apa yang didapat selama pelatihan Paskibraka adalah pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Itu harus dijaga dan terus diasah,” ujar Melki.</p>
<p>Audiensi ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma; Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih; pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT; Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing; para pamong, pelatih, tim medis, serta panitia Paskibraka tingkat Provinsi NTT tahun 2025.</p>
<p>Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya perubahan sikap setelah menjadi bagian dari Paskibraka.</p>
<p>“Harus ada perubahan dalam attitude. Belajarlah mandiri, jangan hanya mengharapkan hal yang mudah. Beranilah keluar dari zona nyaman. Orang sukses itu rajin, tekun, pantang menyerah, dan mau belajar,” pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ke-44 anggota Paskibraka NTT 2025 dalam mengibarkan Sang Merah Putih di Lapangan Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa komunitas Paskibraka adalah aset masa depan NTT yang istimewa.</p>
<p>“Kalian adalah aset masa depan NTT. Komunitas Paskibraka ini istimewa, dan jejaring pertemanan yang terbentuk sangat berguna ke depan. Jangan jadi pelaku dan jangan jadi korban perundungan. Jadilah agen perubahan yang punya kualitas diri yang baik,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai bentuk penghargaan, Plt. Dirut Bank NTT, Yohanis Landu Praing, memberikan apresiasi berupa tabungan senilai Rp1 juta untuk setiap anggota Paskibraka NTT 2025. Total Rp44 juta digelontorkan Bank NTT untuk mendukung semangat dan masa depan para pemuda pilihan tersebut.</p>
<p>Salah satu anggota Paskibraka asal Kabupaten Sumba Timur, Rambu Malo, mengaku bangga bisa menunaikan tugas bersejarah tersebut.</p>
<p>Ia berkomitmen akan menularkan pengalaman yang diperoleh kepada adik-adik di sekolah.</p>
<p>“Sepulang dari sini, saya akan melatih adik-adik di sekolah karena ada ekstrakurikuler Paskibra. Pengalaman ini akan saya bagikan agar semakin banyak generasi muda yang bersemangat dalam pengembangan bakatnya,” ujarnya.</p>
<p>Audiensi ditutup dengan doa bersama. Harapannya, seluruh anggota Paskibraka NTT 2025 tetap menyalakan semangat kebangsaan, menjadi teladan di lingkungan masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
