<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gotong Royong &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/gotong-royong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2026 08:22:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Gotong Royong &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Semangat Gotong Royong Satukan TNI dan Warga, Jembatan Kali Litsusu Dibangun untuk Perkuat Konektivitas</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/semangat-gotong-royong-satukan-tni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 08:22:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kali Litsusu Dibangun]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Konektivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Satukan TN]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8952</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC – Pembangunan infrastruktur pada hakikatnya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran maupun kemampuan teknis pelaksana, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kuatnya modal sosial masyarakat dalam membangun kolaborasi. Ketika institusi negara dan masyarakat mampu bersinergi dalam semangat kebersamaan, pembangunan tidak sekadar menghasilkan sarana fisik, melainkan juga memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi publik dan memperkokoh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong></a> – Pembangunan infrastruktur pada hakikatnya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran maupun kemampuan teknis pelaksana, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kuatnya modal sosial masyarakat dalam membangun kolaborasi.</p>
<p>Ketika institusi negara dan masyarakat mampu bersinergi dalam semangat kebersamaan, pembangunan tidak sekadar menghasilkan sarana fisik, melainkan juga memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi publik dan memperkokoh fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>
<p>Nilai-nilai tersebut tercermin dalam pembangunan Jembatan Kali Litsusu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pekerjaan pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui pola kerja kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari seluruh dusun di Desa Kiuoni.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, seluruh kebutuhan material pembangunan disediakan oleh jajaran TNI AD, sedangkan kontribusi tenaga kerja sepenuhnya berasal dari masyarakat melalui mekanisme gotong royong. Model kolaborasi ini mencerminkan implementasi pembangunan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.</p>
<p>Kepala Desa Kiuoni, Dedi Suan, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Kali Litsusu merupakan wujud nyata sinergi antara negara dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar warga terhadap infrastruktur transportasi yang aman, layak dan berdaya guna.</p>
<p>&#8220;Seluruh material pembangunan disiapkan oleh TNI, sedangkan masyarakat memberikan dukungan tenaga melalui kegiatan gotong royong. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan akan berjalan lebih efektif apabila setiap pihak mengambil peran sesuai dengan fungsi, kewenangan dan kapasitasnya masing-masing. Inilah bentuk kerja sama yang patut dipertahankan dalam setiap agenda pembangunan desa,&#8221; ujar Dedi Suan kepada tim media, Selasa (14/7/2026).</p>
<p>Menurut Dedi, keterlibatan masyarakat bukan didorong oleh kewajiban formal, melainkan lahir dari kesadaran kolektif bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa masyarakat dari empat dusun di Desa Kiuoni terlibat secara sukarela dalam proses pembangunan. Kehadiran mereka mencerminkan masih kuatnya budaya gotong royong yang menjadi identitas masyarakat pedesaan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-8954 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_2026-07-14-16-06-38-809_com.whatsapp-edit.jpg" alt="Screenshot 2026 07 14 16 06 38 809 com.whatsapp edit" width="650" height="360" title="Semangat Gotong Royong Satukan TNI dan Warga, Jembatan Kali Litsusu Dibangun untuk Perkuat Konektivitas 2" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_2026-07-14-16-06-38-809_com.whatsapp-edit.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_2026-07-14-16-06-38-809_com.whatsapp-edit-300x166.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_2026-07-14-16-06-38-809_com.whatsapp-edit-24x13.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_2026-07-14-16-06-38-809_com.whatsapp-edit-36x20.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/07/Screenshot_2026-07-14-16-06-38-809_com.whatsapp-edit-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>&#8220;Seluruh masyarakat dari empat dusun hadir memberikan tenaga secara sukarela. Mereka bekerja dengan semangat persatuan karena memahami bahwa jembatan ini merupakan fasilitas publik yang manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh warga. Tidak ada kepentingan pribadi yang dikedepankan. Semua bekerja dengan satu tujuan, yaitu membangun desa demi kepentingan bersama,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Dedi menilai bahwa gotong royong merupakan modal sosial yang memiliki nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan modal sosial tersebut menjadi faktor penting yang mampu mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.</p>
<p>&#8220;Gotong royong bukan sekadar warisan budaya yang perlu dipertahankan, melainkan merupakan instrumen sosial yang mampu memperkuat efektivitas pembangunan. Ketika masyarakat merasa memiliki sebuah program, mereka akan berpartisipasi secara sukarela, menjaga hasil pembangunan, serta memastikan manfaatnya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi berikutnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI AD yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan Jembatan Kali Litsusu.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan kemitraan antara institusi negara dan masyarakat dalam membangun desa.</p>
<p>&#8220;Kami menyampaikan penghargaan dan rasa hormat kepada TNI AD yang telah memberikan dukungan material sekaligus bekerja bersama masyarakat di lapangan. Kehadiran mereka memberikan motivasi yang sangat besar kepada masyarakat sehingga pekerjaan berlangsung dalam suasana kebersamaan, disiplin dan saling mendukung. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh praktik pembangunan yang mengedepankan semangat pengabdian kepada masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dedi menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Kali Litsusu memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Desa Kiuoni. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, infrastruktur tersebut akan memperlancar mobilitas penduduk, mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.</p>
<p>&#8220;Setiap pembangunan infrastruktur sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, menurunkan biaya transportasi, memperluas akses terhadap pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh sebab itu, pembangunan jembatan ini memiliki manfaat yang jauh melampaui fungsi fisiknya sebagai sarana penghubung,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia berharap semangat sinergi yang terbangun antara TNI dan masyarakat dapat terus dipelihara sebagai model pembangunan kolaboratif dalam berbagai program pembangunan desa pada masa mendatang.</p>
<p>&#8220;Kami meyakini bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas kolaborasi antarlembaga dan tingginya partisipasi masyarakat. Ketika pemerintah, TNI dan masyarakat bekerja dalam satu semangat yang sama, pembangunan akan berlangsung lebih efektif, efisien, akuntabel, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,&#8221; tutup Dedi.</p>
<p>Pembangunan Jembatan Kali Litsusu menjadi representasi bahwa semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama pembangunan pedesaan di Kabupaten Kupang. Sinergi antara TNI dan masyarakat tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membangun kepercayaan publik, memperkokoh solidaritas sosial, serta meneguhkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, partisipasi dan tanggung jawab bersama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merah Putih di Hati, Bersih di Bumi: Nunsaen Giatkan Gotong Royong HUT RI</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/merah-putih-di-hati-bersih-di-bumi-nunsaen-giatkan-gotong-royong-hut-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 23:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nunsaen]]></category>
		<category><![CDATA[Fatuleu]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[hut ri ke 80]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[litherheart niuflapu]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan berbasis masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Umbul umbul merah putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6298</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggencarkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang terpatri kuat di tengah masyarakat desa. Sejak awal bulan Agustus, warga bersama aparat desa bergotong [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggencarkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang terpatri kuat di tengah masyarakat desa.</p>
<p>Sejak awal bulan Agustus, warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan lingkungan rumah, pekarangan hingga bahu jalan desa. Di sepanjang jalan utama Desa Nunsaen, umbul-umbul dan bendera merah putih telah dipasang rapi dan serentak, menciptakan suasana semarak kemerdekaan yang khas dan membangkitkan rasa kebangsaan.</p>
<p>Kepala Desa Nunsaen, Litherheart Niuflapu, saat diwawancarai pada Selasa (5/8/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah desa dan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial serta perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kami pemerintah dan masyarakat Desa Nunsaen bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan dan menghiasi desa dengan atribut kemerdekaan. Ini bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali rasa syukur dan semangat gotong royong,” ujar Litherheart Niuflapu.</p>
<p>Gotong royong ini tidak hanya menjadi ajang bersih-bersih lingkungan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Anak-anak muda hingga tokoh adat turut berpartisipasi, menandakan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menyambut kemerdekaan dengan cara yang bermakna.</p>
<p>Selain memasang umbul-umbul, Pemerintah Desa Nunsaen juga merencanakan sejumlah kegiatan menyambut 17 Agustus, seperti lomba-lomba tradisional, upacara bendera dan diskusi reflektif mengenai kemerdekaan dan pembangunan desa.</p>
<p>Pemasangan bendera dan umbul-umbul tidak hanya sekadar formalitas tahunan, namun menjadi lambang penghormatan terhadap jasa para pahlawan serta dorongan untuk membangun desa yang bersih, sehat dan berdaya saing.</p>
<p>Kepala Desa menekankan bahwa membangun nasionalisme tidak harus menunggu momen besar—melainkan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.</p>
<p>Desa Nunsaen menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh subur dari wilayah pedesaan. Dengan gotong royong, kebersamaan, dan kerja nyata, masyarakat desa ikut berkontribusi dalam membangun bangsa dari akar rumput.</p>
<p>Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa berkelanjutan berbasis kearifan lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menanam Harapan, Menuai Masa Depan: Gotong Royong untuk Generasi Mendatang</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/menanam-harapan-menuai-masa-depan-gotong-royong-untuk-generasi-mendatang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 00:11:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Mendatang]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Menanam Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Menuai Masa Depan:]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=3533</guid>

					<description><![CDATA[BB – Dalam semangat kebersamaan yang kental, Pemerintah Kabupaten Kupang resmi membuka rangkaian Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-21. Acara ini berlangsung di halaman Kantor Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, dan diresmikan oleh Penjabat Bupati Kupang yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda), Marthen Rahakbauw,Senin 9/12 Mengusung tema &#8220;Menanam Harapan, Menuai Masa Depan: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Dalam semangat kebersamaan yang kental, Pemerintah Kabupaten Kupang resmi membuka rangkaian Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-21.</p>
<p>Acara ini berlangsung di halaman Kantor Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, dan diresmikan oleh Penjabat Bupati Kupang yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda), Marthen Rahakbauw,Senin 9/12</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Menanam Harapan, Menuai Masa Depan: Gotong Royong untuk Generasi Mendatang&#8221;, acara ini bertujuan untuk melestarikan semangat gotong royong sebagai warisan budaya asli Indonesia sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Marthen Rahakbauw menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, tetapi merupakan gaya hidup yang harus terus dipupuk, terutama di tengah tantangan individualisme dan kompetisi di era modern.</p>
<p>&#8220;Gotong royong adalah semangat yang sudah menjadi budaya bangsa kita. Ini harus diajarkan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga, agar generasi muda kita memahami pentingnya kebersamaan dalam membangun masa depan,&#8221; ujar Rahakbauw.</p>
<p>Acara pembukaan ditandai dengan aksi simbolis berupa penanaman anakan tumbuhan produktif umur panjang oleh Plt. Sekda dan para undangan.</p>
<p>Selain itu, diberikan bantuan berupa kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan serta pembagian beras premium kepada keluarga kategori miskin ekstrem di Kecamatan Fatuleu.</p>
<p>Marthen Rahakbauw menjelaskan bahwa gotong royong memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.</p>
<p>Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan memperkuat rasa kepemilikan atas hasil-hasil pembangunan.</p>
<p>&#8220;Semangat gotong royong ini harus menjadi inspirasi bagi semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk bekerja bersama demi kemajuan Kabupaten Kupang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, seperti Asisten 2 Sekda Kabupaten Kupang sekaligus Plt. Kepala Dinas PMD, Mesak Elfeto, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta warga Kecamatan Fatuleu.</p>
<p>Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pelestarian budaya gotong royong.</p>
<p>Bulan Bakti Gotong Royong ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyadarkan masyarakat tentang arti kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.</p>
<p>Dengan melibatkan generasi muda, pemerintah optimis bahwa nilai-nilai gotong royong akan terus hidup dan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Semangat &#8220;Menanam Harapan, Menuai Masa Depan&#8221; menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kunci keberhasilan setiap langkah pembangunan, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
