<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Camplong II &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/desa-camplong-ii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Aug 2025 05:58:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Desa Camplong II &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>402 Kepala Keluarga di Desa Camplong II Terima Bantuan Beras dari Pemerintah</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/402-kepala-keluarga-di-desa-camplong-ii-terima-bantuan-beras-dari-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 05:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[402 Kepala Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[beras bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Camplong II]]></category>
		<category><![CDATA[Fatuleu]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Terima Bantuan Beras dari Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6253</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Sebanyak 402 kepala keluarga (KK) di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menerima bantuan beras dari pemerintah dalam program penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP). Penyaluran bantuan ini berlangsung di Kantor Desa Camplong II pada Kamis, 31 Juli 2025, dengan pengawasan langsung dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> — Sebanyak 402 kepala keluarga (KK) di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menerima bantuan beras dari pemerintah dalam program penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP).</p>
<p>Penyaluran bantuan ini berlangsung di Kantor Desa Camplong II pada Kamis, 31 Juli 2025, dengan pengawasan langsung dari pemerintah desa setempat.</p>
<p>Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot, dalam keterangannya kepada media ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi rumah tangga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).</p>
<p>“Hari ini sebanyak 402 kepala keluarga menerima bantuan beras yang disalurkan langsung dari gudang Bulog melalui pemerintah desa. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi dan cuaca ekstrem yang kita hadapi belakangan ini,” ujar Melianus Faot.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa proses distribusi dilakukan secara transparan, adil, dan mengacu pada data resmi, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.</p>
<p>Program bantuan beras ini merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Badan Urusan Logistik (Bulog), yang bertujuan menstabilkan pasokan dan harga pangan serta mencegah kerawanan pangan di daerah-daerah.</p>
<p>Melianus Faot menyampaikan apresiasinya terhadap semua pihak yang telah berkolaborasi dalam proses distribusi ini, termasuk perangkat desa, petugas lapangan dan masyarakat penerima manfaat yang tertib dan kooperatif.</p>
<p>“Kami terus berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam setiap program bantuan. Pemerintah desa juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan pengawasan terhadap proses ini,” tambahnya.</p>
<p>Pemerintah Desa Camplong II berharap agar bantuan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus untuk membangun solidaritas sosial dan kemandirian pangan di tingkat lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Desa Menjadi Sekolah Kehidupan: 35 Kader Posyandu Dididik Jadi Penjaga Masa Depan</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/ketika-desa-menjadi-sekolah-kehidupan-35-kader-posyandu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 09:02:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dana desa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Camplong II]]></category>
		<category><![CDATA[Fatuleu]]></category>
		<category><![CDATA[kader posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Ntt sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan desa]]></category>
		<category><![CDATA[posyandu modern]]></category>
		<category><![CDATA[Revilitasi posyandu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6204</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Dalam ikhtiar membangun fondasi kualitas sumber daya manusia sejak dini, Pemerintah Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas bagi 35 kader Posyandu pada 30–31 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Camplong II dan menjadi buah dari kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa, Yayasan Seribu Hari dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> – Dalam ikhtiar membangun fondasi kualitas sumber daya manusia sejak dini, Pemerintah Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas bagi 35 kader Posyandu pada 30–31 Juli 2025.</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Camplong II dan menjadi buah dari kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa, Yayasan Seribu Hari dan Puskesmas Camplong, dengan dukungan Dana Desa Tahun 2025 senilai Rp9.445.000.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas desa dalam kerangka memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat, khususnya dalam masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK).</p>
<p>Dalam perspektif pembangunan manusia, periode 1000 HPK merupakan fase emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif.</p>
<p>Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara sistematis dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2025, sebagai bagian dari strategi peningkatan pelayanan berbasis data dan partisipasi masyarakat.</p>
<p>“Posyandu bukan sekadar tempat timbang bayi. Ia adalah pilar pertama layanan kesehatan berbasis komunitas. Kader yang dibekali dengan ilmu dan keterampilan hari ini, kelak menjadi penjaga masa depan desa,” ujar Faot.</p>
<p>Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Yayasan Seribu Hari, yang memaparkan materi tentang gizi seimbang, intervensi Gisi dan edukasi kesehatan ibu-anak.</p>
<p>Dari sisi teknis, Puskesmas Camplong memperkuat kompetensi kader melalui pelatihan standar operasional prosedur (SOP) Posyandu, penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan.</p>
<p>Sebanyak tujuh Posyandu aktif dari enam dusun turut serta dalam kegiatan ini. Para kader yang terlibat berasal dari Dusun I hingga VI, didampingi oleh seorang Kader Pembangunan Manusia (KPM) sebagai fasilitator dan pemantau mutu layanan.</p>
<p>Menurut Charles Ronaldi Bones, selaku KPM, pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata di lapangan.</p>
<p>“Selama ini banyak kader yang bekerja tanpa pemahaman mendalam tentang SOP dan pentingnya data. Sekarang, kami tidak hanya tahu ‘apa’ yang harus dilakukan, tapi juga ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ cara terbaik melakukannya,” ujarnya.</p>
<p>Program ini sejalan dengan regulasi terbaru dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengenai prioritas penggunaan Dana Desa. Intervensi berbasis 1000 HPK, pencegahan stunting, serta penguatan kapasitas kader lokal kini menjadi indikator utama dalam evaluasi pembangunan desa berbasis hasil.</p>
<p>Camplong II memanfaatkan ruang kebijakan ini dengan menempatkan penguatan Posyandu sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar aktivitas rutin. Posyandu diarahkan menjadi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) yang aktif, partisipatif, dan berbasis bukti.</p>
<p>Dalam kacamata akademis, kegiatan ini mencerminkan transformasi desa menjadi ruang belajar sosial (learning village), di mana transfer pengetahuan dan praktik baik dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan. Desa bukan hanya lokasi pembangunan, tetapi aktor pembangunan itu sendiri.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Camplong II menunjukkan kapasitas kelembagaan yang terus tumbuh, dengan membangun ekosistem pelayanan yang responsif, adaptif dan berakar pada realitas lokal. Kader Posyandu bukan lagi pelaksana teknis, melainkan subjek pembangunan yang mampu memengaruhi perubahan perilaku masyarakat secara kolektif.</p>
<p>Penguatan kapasitas kader Posyandu di Camplong II adalah investasi strategis dalam membangun ketahanan sosial dan kesehatan desa. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, desa yang mampu melahirkan kader-kader berkualitas akan memiliki daya lenting tinggi dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah rentan.</p>
<p>Ketika desa menjadi sekolah kehidupan, maka kader Posyandu adalah para gurunya—mendidik tanpa papan tulis, tapi dengan cinta dan komitmen yang nyata di tengah masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Camplong II Gaspol Ketahanan Pangan: 30 Sapi Siap Gemuk, Lapangan Kerja Terbuka</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/desa-camplong-ii-gaspol-ketahanan-pangan-30-sapi-siap-gemuk-lapangan-kerja-terbuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 06:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Camplong II]]></category>
		<category><![CDATA[Fatuleu]]></category>
		<category><![CDATA[Gaspol Ketahanan Pangan: 30 Sapi Siap Gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan Kerja Terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[Melianus faot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5758</guid>

					<description><![CDATA[BB — Pemerintah Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui alokasi sebesar 20% dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Camplong II fokus pada pengembangan peternakan sapi terpadu berbasis sumber daya lokal. Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot, saat diwawancarai media di Oelamasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> — Pemerintah Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Melalui alokasi sebesar 20% dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Camplong II fokus pada pengembangan peternakan sapi terpadu berbasis sumber daya lokal.</p>
<p>Kepala Desa Camplong II, Melianus Faot, saat diwawancarai media di Oelamasi pada Rabu siang (25/6), menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tahun ini difokuskan pada penggemukan ternak sapi.</p>
<p>Menurutnya, Camplong II telah memiliki fasilitas rens sapi lengkap dengan tanaman hijauan unggul seperti taramba lamtoro, rumput raja mini, dan king grass, yang sangat mendukung proses penggemukan sapi secara alami dan berkelanjutan.</p>
<p>“Dari total 20% Dana Desa, kami alokasikan untuk membeli 30 ekor sapi. Ini akan kami kelola melalui kelompok peternak desa dan sistem pendukung yang sudah terbentuk,” ujar Melianus.</p>
<p>Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan hewani, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, khususnya generasi muda.</p>
<p>Sebanyak 60% dana ketahanan pangan dialokasikan untuk kelompok penggemukan, sedangkan 40% digunakan oleh pihak desa untuk mendukung infrastruktur dan manajemen program.</p>
<p>Untuk mendukung kelancaran program, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Camplong II telah terbentuk dan saat ini tengah memproses pembukaan rekening khusus di Bank NTT, sebagai syarat administrasi untuk penyaluran dana.</p>
<p>Melianus Faot menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan makanan, tetapi juga soal keberlanjutan ekonomi dan sosial di desa.</p>
<p>Ia berharap, dengan terbukanya lapangan pekerjaan dari sektor peternakan, anak-anak muda tidak perlu lagi mencari pekerjaan ke luar negeri atau ke kota.</p>
<p>“Kami ingin anak-anak muda tetap tinggal di desa, bekerja di desa, dan sejahtera di desa. Tidak perlu lagi jadi TKI, karena potensi besar ada di sini,” katanya optimis.</p>
<p>Langkah strategis Desa Camplong II ini selaras dengan kebijakan nasional dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan tangguh terhadap krisis pangan global.</p>
<p>Melalui pendekatan yang berbasis potensi lokal, Camplong II dinilai mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
