<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bpjs kesehatan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/bpjs-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Sep 2025 00:00:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Bpjs kesehatan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Skrining Wajib! Peserta JKN Kini Bisa Deteksi Penyakit Lebih Awal</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/skrining-wajib-peserta-jkn-kini-bisa-deteksi-penyakit-lebih-awal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buserbindo.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 00:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bpjs kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi dini penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[FKTP]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile JKN]]></category>
		<category><![CDATA[Program JKN 2025.]]></category>
		<category><![CDATA[promotif preventif]]></category>
		<category><![CDATA[Rizzky Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Skrining Riwayat Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[skrining wajib peserta JKN]]></category>
		<category><![CDATA[SRK JKN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6854</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, BBC &#8211; Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mengalami transformasi untuk memperkuat layanan promotif dan preventif. Mulai September–Oktober 2025, BPJS Kesehatan resmi mewajibkan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi seluruh peserta sebelum mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, maupun praktik dokter mandiri. Kebijakan ini menandai langkah serius BPJS Kesehatan dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, <a href="https://buserbindo.com/tag/kesehatan">BBC</a></strong> &#8211; Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mengalami transformasi untuk memperkuat layanan promotif dan preventif. Mulai September–Oktober 2025, BPJS Kesehatan resmi mewajibkan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi seluruh peserta sebelum mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, maupun praktik dokter mandiri.</p>
<p>Kebijakan ini menandai langkah serius BPJS Kesehatan dalam membangun budaya pencegahan di masyarakat. Tidak hanya fokus pada pengobatan, Program JKN kini hadir lebih proaktif untuk mencegah penyakit sejak dini.</p>
<p>Skrining Riwayat Kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan fleksibel. Peserta hanya perlu mengisi kuesioner singkat mengenai riwayat penyakit pribadi, keluarga, serta gaya hidup. Formulir dapat diakses melalui berbagai kanal, mulai dari Aplikasi Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, layanan WhatsApp (Pandawa), hingga dengan bantuan langsung dari petugas FKTP.</p>
<p>Bagi pengguna aplikasi Mobile JKN, notifikasi pengisian SRK akan muncul otomatis. Peserta juga bisa secara proaktif memilih fitur skrining tanpa harus menunggu jadwal berobat.</p>
<p>Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, kebijakan ini bukan sekadar prosedur administratif, melainkan strategi penting untuk menjaga kualitas hidup peserta.<br />
“Budaya pencegahan harus menjadi fondasi Program JKN. Dengan skrining, peserta punya kesempatan mengenali potensi penyakit lebih awal sehingga intervensi bisa dilakukan sebelum kondisi menjadi serius,” tegasnya.</p>
<p>Melalui SRK, peserta dapat mengetahui potensi risiko berbagai penyakit serius, di antaranya Diabetes Mellitus Tipe 2, hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, tuberkulosis, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus, PPOK, talasemia, hepatitis B dan C, hingga anemia remaja putri.</p>
<p>Data tahun 2024 mencatat lebih dari 45 juta peserta JKN telah mengikuti skrining. Hasilnya, banyak kasus risiko tinggi berhasil teridentifikasi lebih awal sehingga FKTP dapat menetapkan tata laksana medis yang tepat. Hal ini berdampak pada berkurangnya angka komplikasi dan meningkatnya kualitas hidup peserta.</p>
<p>“Dengan skrining, risiko komplikasi bisa ditekan karena penanganan lebih cepat. Bagi fasilitas kesehatan, skrining juga memudahkan pemetaan penyakit sehingga layanan yang diberikan lebih tepat sasaran,” tambah Rizzky.</p>
<p>Selain deteksi medis, SRK juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Peserta yang mengetahui hasil skrining cenderung lebih peduli menjaga pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, serta mengurangi faktor risiko seperti merokok atau kurang tidur.</p>
<p>“Melalui skrining, peserta seperti bercermin pada kondisi kesehatannya. Dari situ tumbuh kesadaran untuk lebih menjaga tubuh, yang pada akhirnya mendorong terciptanya masyarakat yang sehat sejak awal, bukan hanya menunggu sembuh setelah sakit,” jelas Rizzky.</p>
<p>BPJS Kesehatan menganjurkan agar peserta melakukan skrining setidaknya sekali dalam setahun. FKTP juga diimbau untuk memperluas cakupan layanan skrining bagi peserta di wilayahnya. Dengan demikian, transformasi JKN menuju layanan berbasis pencegahan dapat berjalan optimal.</p>
<p>Rizzky menegaskan, kewajiban skrining tahunan akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem layanan kesehatan nasional yang lebih berorientasi pada promotif preventif. “Jika peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan konsisten melaksanakannya, kita bisa mencegah penyakit lebih awal, mengurangi biaya pengobatan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.</p>
<p>Dengan diterapkannya skrining wajib ini, BPJS Kesehatan tidak hanya meningkatkan akses layanan medis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya deteksi dini. Kebijakan ini sejalan dengan visi membentuk generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>Skrining Riwayat Kesehatan kini menjadi pintu masuk penting bagi peserta JKN. Dengan komitmen bersama, transformasi layanan JKN dapat terus berkembang, menjadikan sistem kesehatan Indonesia lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Melki Laka Lena Tegas: Jangan Urus Orang Saat Mati, Uruslah Saat Sakit dengan BPJS</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/gubernur-melki-laka-lena-tegas-jangan-urus-orang-saat-mati-uruslah-saat-sakit-dengan-bpjs/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 23:13:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Bpjs kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Folres]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Tegas: Jangan Urus Orang Saat Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Uruslah Saat Sakit dengan BPJS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6647</guid>

					<description><![CDATA[Flores, BBC – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya kepesertaan aktif dalam program BPJS Kesehatan sebagai instrumen perlindungan sosial. Pesan itu disampaikan dalam tatap muka bersama jajaran BPJS Kesehatan, camat, lurah, kepala desa dan kepala puskesmas se-Kabupaten Flores Timur, Jumat (5/9/2025). “Jangan urus orang pada saat dia sudah mati. Itu tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Flores, BBC</strong></a> – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya kepesertaan aktif dalam program BPJS Kesehatan sebagai instrumen perlindungan sosial.</p>
<p>Pesan itu disampaikan dalam tatap muka bersama jajaran BPJS Kesehatan, camat, lurah, kepala desa dan kepala puskesmas se-Kabupaten Flores Timur, Jumat (5/9/2025).</p>
<p>“Jangan urus orang pada saat dia sudah mati. Itu tidak ada guna. Malah ketika dia sakit kita tidak urus,” tegas Gubernur Melki dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Bupati Flores Timur.</p>
<p>Menurut Gubernur, kesehatan adalah urusan fundamental yang menyertai seluruh tahap kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa dari tiga aspek utama BPJS Kesehatan—kepesertaan, pembiayaan dan pelayanan—dua yang pertama merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.</p>
<p>“Orang akan jatuh tertimpa tangga ketika sakit, saat tidak menjadi anggota aktif BPJS, dan masih harus memikirkan pembayaran,” ungkapnya.</p>
<p>Melki mendorong masyarakat untuk membangun kedisiplinan membayar iuran BPJS. Baginya, literasi keuangan kesehatan harus ditanamkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ganda ketika menghadapi sakit.</p>
<p>Ia pun mengapresiasi kerja sama Pemkab Flores Timur dan BPJS Kesehatan yang telah menanggung 46.000 peserta JKN. Pemerintah Provinsi NTT turut membantu dengan membayar iuran 5.455 warga Flores Timur.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis produk lokal.</p>
<p>Program Gerakan Beli NTT dan konsep One Village One Product (OVOP) disebut sebagai strategi konkret untuk mendorong hilirisasi produk masyarakat.</p>
<p>“Dulu kita tanam, panen, jual. Sekarang kita masuk lebih dalam lagi: tanam, panen, olah dulu, kemas dulu, baru jual. Jadi ada nilai tambah yang bisa masuk ke kantong masyarakat kita,” ujarnya.</p>
<p>Selain kesehatan dan ekonomi, Gubernur Melki juga menyampaikan program bimbingan belajar bagi anak-anak SMA/SMK di NTT yang bercita-cita masuk sekolah kedinasan maupun kampus ternama di dalam dan luar negeri.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa Flores Timur akan menjadi salah satu titik awal etape ajang internasional Tour de Entete yang melintasi Timor, Sumba dan Flores. Ajang ini diharapkan mampu mengangkat citra pariwisata dan membuka peluang ekonomi baru.</p>
<p>Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur NTT terhadap program prioritas nasional, khususnya kesehatan dan penguatan ekonomi lokal.</p>
<p>“Kita jalan mau dengan kepastian apa yang digelontorkan dari nasional memiliki daya dorong untuk pertumbuhan ekonomi. Semoga cerita sukses dari kabupaten lain mendorong kami di sini,” ujarnya.</p>
<p>Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere turut memberikan apresiasi. Menurutnya, capaian kepesertaan di Flores Timur telah melampaui target nasional, namun ia berharap dukungan anggaran daerah tetap diperkuat agar lebih dari 80% peserta dapat aktif terlayani.</p>
<p>Kunjungan kerja Gubernur Melki Laka Lena ke Flores Timur menegaskan tiga agenda prioritas: kesehatan melalui kepesertaan BPJS, ekonomi melalui produk lokal dan PAD desa serta pendidikan generasi muda NTT.</p>
<p>Dengan pesan tegasnya, Melki mengingatkan bahwa investasi terbesar bukan hanya pada infrastruktur fisik, melainkan pada kesehatan, ekonomi dan sumber daya manusia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
