<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bantuan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/bantuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 02:18:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Bantuan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siklon Seroja Tinggalkan Duka, Cristian Laos Harap Bantuan dari Pemimpin Baru </title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/siklon-seroja-tinggalkan-duka-cristian-laos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 02:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Cristian Laos]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Siklon Seroja Tinggalkan Duka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=2911</guid>

					<description><![CDATA[BB – Cristian Laos, seorang petani asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih merasakan duka yang mendalam akibat bencana Siklon Tropis Seroja yang menghantam wilayahnya pada tahun 2021 lalu.  Rumahnya mengalami kerusakan parah, dengan atap dan beberapa tiang yang roboh diterjang badai. Namun, hingga kini, Cristian belum menerima bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak. Pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Cristian Laos, seorang petani asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih merasakan duka yang mendalam akibat bencana Siklon Tropis Seroja yang menghantam wilayahnya pada tahun 2021 lalu. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Rumahnya mengalami kerusakan parah, dengan atap dan beberapa tiang yang roboh diterjang badai. Namun, hingga kini, Cristian belum menerima bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pada Selasa (05/11), Cristian berbagi kisah pilunya kepada awak media. Ia menceritakan bagaimana saat itu, ketua RT setempat datang untuk mendokumentasikan kerusakan rumahnya dan mengirimkan laporan ke lurah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Namun, jawaban yang diterima sangat mengecewakan. Menurut lurah, kerusakan rumah Cristian dianggap &#8220;tidak parah&#8221; sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Aneh saja, kenapa rumah saya yang rusaknya lebih banyak, malah tidak dapat bantuan, sedangkan rumah lain yang hanya rusak sedikit, bisa dapat bantuan. Itu yang buat saya merasa tidak adil,&#8221;ungkap Cristian dengan nada kesal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hingga kini, rumah Cristian yang rusak belum kunjung diperbaiki, memaksanya untuk tinggal bersama anaknya dalam kondisi yang serba terbatas. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ia berharap, dengan adanya lima calon bupati dan wakil bupati Kupang yang saat ini bersaing, akan ada visi dan misi yang memperhatikan kebutuhan rumah layak huni bagi warga kurang mampu seperti dirinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Saya berharap ada kebijakan dari pemimpin baru nanti yang peduli dengan kebutuhan warga miskin untuk rumah layak huni. Semoga saya bisa mendapat bantuan agar rumah saya bisa diperbaiki,&#8221;kata Cristian penuh harap.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Bencana Siklon Seroja pada tahun 2021 memang meninggalkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Kupang. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ribuan rumah rusak, dan banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini membuat banyak warga yang menggantungkan harapan pada bantuan pemerintah agar dapat hidup dengan lebih layak.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pemilihan kepala daerah yang akan datang di Kabupaten Kupang menjadi momentum penting bagi Cristian Laos dan warga lainnya yang bernasib serupa untuk berharap adanya perubahan kebijakan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dukungan bagi korban bencana yang rumahnya rusak masih sangat dibutuhkan agar mereka bisa kembali hidup dengan aman dan nyaman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Melalui kisahnya, Cristian Laos berharap bahwa calon pemimpin yang terpilih nanti akan memberi perhatian lebih pada kebutuhan rumah layak huni bagi korban bencana. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Baginya, ini bukan hanya sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud nyata dari kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya yang terdampak bencana.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Nyata Pemkab Kupang: 54 Kelompok Nelayan Terima Bantuan, Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/aksi-nyata-pemkab-kupang-54-kelompok-nelayan-terima-bantuan-menuju-keluarga-sehat-dan-sejahtera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 11:05:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Nyata Pemkab Kupang: 54 Kelompok Nelayan Terima]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Menuju Keluarga Sehat Sejahtera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=1966</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor perikanan.  Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemkab Kupang menyalurkan bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap kepada 54 kelompok nelayan dari berbagai daerah di Kabupaten Kupang. Bantuan senilai 4,6 miliar rupiah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian nelayan sekaligus mendukung peningkatan gizi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor perikanan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemkab Kupang menyalurkan bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap kepada 54 kelompok nelayan dari berbagai daerah di Kabupaten Kupang. Bantuan senilai 4,6 miliar rupiah ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian nelayan sekaligus mendukung peningkatan gizi keluarga, terutama dalam upaya memerangi stunting.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, didampingi anggota DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Melelak-De Haan, di Pabrik Galangan Kapal milik Haji Ismael Dean, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Rabu 11/9/2024</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Bantuan yang disalurkan mencakup pengadaan kapal 1 GT untuk 15 kelompok nelayan dengan total anggaran sebesar 1,5 miliar rupiah, pengadaan perahu ketinting, mesin, dan alat tangkap untuk 2 kelompok nelayan senilai lebih dari 1 miliar rupiah, serta mesin tempel 15 PK untuk 4 kelompok nelayan dengan nilai anggaran sebesar 154 juta rupiah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam sambutannya, Alexon Lumba menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan keluarga nelayan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan gizi keluarga, terutama dalam upaya mengatasi stunting yang masih tinggi di Kabupaten Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Ikan yang ditangkap sebaiknya tidak semuanya dijual, tetapi juga dikonsumsi oleh keluarga, terutama anak-anak berusia 1 hingga 5 tahun,” ujar Alexon Lumba.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain itu, ia menyampaikan apresiasinya kepada DPRD Kabupaten Kupang atas kerjasama yang telah terjalin, sehingga bantuan dalam jumlah besar ini dapat teralokasi dengan tepat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Alexon juga meminta agar DPRD turut mengawasi distribusi bantuan agar manfaatnya dirasakan secara optimal oleh masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sementara Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Melelak-De Haan, juga memberikan apresiasi atas bantuan yang disalurkan. Ia menyoroti transparansi dalam proses penyaluran bantuan yang langsung diberikan kepada para penerima, berbeda dengan bantuan lainnya yang kerap dilakukan secara tertutup. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan penyerahan yang terbuka, penerima bantuan diharapkan memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkan bantuan dengan maksimal demi kesejahteraan keluarga.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama di sektor perikanan, yang menjadi salah satu penopang utama kehidupan di wilayah pesisir Kabupaten Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan total bantuan mencapai 4,6 miliar rupiah, diharapkan para nelayan di Kabupaten Kupang dapat lebih berdaya dalam meningkatkan perekonomian keluarga serta memperbaiki taraf gizi masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kupang dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Bantuan ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Kupang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang, Jackson Baok, serta sejumlah pejabat setempat.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
