<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ayam petelur &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/ayam-petelur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jul 2025 03:23:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>ayam petelur &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolam Nila, Ayam Petelur: Desa Tolnaku Mantapkan Langkah Wujudkan Pangan Berkelanjutan</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/kolam-nila-ayam-petelur-desa-tolnaku-mantapkan-langkah-wujudkan-pangan-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 03:21:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[ayam petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Bank ntt oelamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[Dana desa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[desa program pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tolnaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan fatuleu]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolam ikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyarakat desa]]></category>
		<category><![CDATA[Tpk ketahanan pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6002</guid>

					<description><![CDATA[BBC – Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, resmi mengalokasikan 20% dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 untuk program Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Fokus utama program ini adalah pengembangan budidaya ikan Nila dan ayam petelur yang telah disepakati melalui musyawarah bersama masyarakat. Program ini dikelola langsung oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan Desa Tolnaku yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BBC</strong></a> – Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, resmi mengalokasikan 20% dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 untuk program Ketahanan Pangan Berkelanjutan.</p>
<p>Fokus utama program ini adalah pengembangan budidaya ikan Nila dan ayam petelur yang telah disepakati melalui musyawarah bersama masyarakat.</p>
<p>Program ini dikelola langsung oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan Desa Tolnaku yang terdiri dari seorang ketua, sekretaris, bendahara, serta dua orang anggota. Langkah awal sudah dimulai, di antaranya dengan proses penggalian kolam untuk budidaya ikan Nila.</p>
<p>Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Bait, bersama Ketua Ketahanan Pangan Desa, Yonris Tuka, meninjau langsung lokasi persiapan pada Jumat (11/07).</p>
<p>Dalam keterangannya, Jemi Bait menyampaikan bahwa sekitar 20 persen pekerjaan fisik telah berjalan.</p>
<p>“Kolam untuk pemeliharaan ikan Nila sedang dalam proses dan dana sebesar 20 persen dari total Dana Desa sudah ditransfer ke rekening kegiatan ketahanan pangan,” jelasnya.</p>
<p>Langkah Desa Tolnaku ini merupakan bentuk nyata dari implementasi kebijakan nasional yang mendorong desa untuk mandiri dalam sektor pangan.</p>
<p>Dengan pendekatan partisipatif dan penggunaan anggaran secara transparan, program ini diharapkan menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang.</p>
<p>“Pangan adalah kebutuhan dasar dan dengan budidaya ikan serta ayam petelur, masyarakat bisa merasakan manfaat langsung. Ini bukan sekadar proyek, tapi langkah menuju kedaulatan pangan dari desa,” tutup Jemi Bait.</p>
<p>Sementara itu, Yonris Tuka menyebutkan bahwa timnya sedang menyusun pengajuan dana ke Bank NTT Cabang Oelamasi guna melanjutkan pembangunan dua komponen utama, yaitu kolam ikan dan rumah ayam.</p>
<p>“Kami sudah berkoordinasi dengan tukang dan tenaga kerja. Semua elemen teknis sedang disiapkan agar pekerjaan bisa segera dimulai,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Jitu Desa Nonbaun: Ayam Petelur Jadi Senjata Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/strategi-jitu-desa-nonbaun-ayam-petelur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 10:04:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[ayam petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Dana desa 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Desa nonbaun]]></category>
		<category><![CDATA[Fatuleu Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[strtegi desa mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Tpk]]></category>
		<category><![CDATA[zet koib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5624</guid>

					<description><![CDATA[BB – Pemerintah Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, meluncurkan program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur. Program ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dengan alokasi sebesar 20 persen sesuai dengan ketentuan nasional. Kepala Desa Nonbaun, Zet Koib dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis, 12 Juni 2025 di Kantor Camat Fatuleu Tengah, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Pemerintah Desa Nonbaun, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, meluncurkan program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur.</p>
<p>Program ini bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dengan alokasi sebesar 20 persen sesuai dengan ketentuan nasional.</p>
<p>Kepala Desa Nonbaun, Zet Koib dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis, 12 Juni 2025 di Kantor Camat Fatuleu Tengah, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis desa dalam mendukung agenda nasional terkait pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.</p>
<p>“Kondisi wilayah Desa Nonbaun sangat cocok untuk pengembangan peternakan ayam petelur. Oleh karena itu, kami menjadikan sektor ini sebagai andalan dalam program ketahanan pangan desa,” ujar Zet Koib.</p>
<p>Zet menjelaskan bahwa sebesar 20 persen dari total Dana Desa 2025 telah dialokasikan khusus untuk mendukung ketahanan pangan, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi Dana Desa oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan bibit ayam, pakan, serta pembangunan kandang dan sarana pendukung lainnya.</p>
<p>Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik, Pemerintah Desa Nonbaun telah membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebanyak lima orang. Tim ini bertugas mengelola program secara teknis, melakukan dan memastikan keberlanjutan program melalui pendekatan partisipatif.</p>
<p>“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. TPK yang dibentuk sudah kami bekali pemahaman dan tanggung jawab yang jelas,” tambah Zet.</p>
<p>Program ketahanan pangan Desa Nonbaun juga dimaksudkan untuk menjawab program nasional “Makan Bergizi Gratis” yang saat ini tengah digencarkan pemerintah pusat.</p>
<p>Menurut Zet Koib, pemerintah desa memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi di tingkat akar rumput, khususnya melalui pendekatan berbasis potensi lokal.</p>
<p>“Ini bukan sekadar program formalitas, tapi bagian dari strategi desa untuk turut serta dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan kuat sejak dari desa,” tegasnya.</p>
<p>Zet berharap program ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di wilayah Fatuleu Tengah maupun di Kabupaten Kupang secara umum.</p>
<p>Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga melalui hasil produksi telur yang berkelanjutan.</p>
<p>“Kami berkomitmen bahwa setiap rupiah dari Dana Desa harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketahanan pangan adalah pondasi menuju desa mandiri dan sehat,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
