<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Amfoang selatan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/amfoang-selatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 15:06:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Amfoang selatan &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gedung RPS SMK Negeri 2 Amfoang Selatan Diresmikan, Bukti Nyata Investasi SDM Kabupaten Kupang</title>
		<link>https://buserbindo.com/pendidikan/gedung-rps-smk-negeri-2-amfoang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 15:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bukti Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Diresmikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung RPS SMK Negeri 2]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi SDM]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[kain maus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8510</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperlihatkan komitmen strategisnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan pendidikan vokasi yang berbasis kompetensi, kreativitas dan pemberdayaan potensi lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) di SMK Negeri 2 Amfoang Selatan pada Jumat (8/5/2026). Peresmian gedung tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan syukuran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong></a> — Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperlihatkan komitmen strategisnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan pendidikan vokasi yang berbasis kompetensi, kreativitas dan pemberdayaan potensi lokal.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) di SMK Negeri 2 Amfoang Selatan pada Jumat (8/5/2026).</p>
<p>Peresmian gedung tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan syukuran kelulusan siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026 serta pameran hasil karya peserta didik dalam program One School One Product (OSOP).</p>
<p>Kehadiran Gedung RPS ini merupakan bentuk dukungan konkret Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap penguatan pendidikan kejuruan, khususnya pada konsentrasi keahlian Kriya Kreatif Kayu dan Rotan.</p>
<p>Sambutan Bupati Kupang pada kesempatan tersebut dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kain Maus.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Kupang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTT atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah Kabupaten Kupang.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-8512 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072.jpg" alt="IMG 20260510 WA0072" width="650" height="433" title="Gedung RPS SMK Negeri 2 Amfoang Selatan Diresmikan, Bukti Nyata Investasi SDM Kabupaten Kupang 3" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0072-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Menurut Bupati, pembangunan fasilitas praktik tersebut bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, produktif dan memiliki daya saing di tengah dinamika pembangunan global yang terus berkembang.</p>
<p>“Kehadiran gedung ini memiliki makna sangat penting, karena menjadi sarana utama bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan berbasis kekayaan sumber daya alam dan budaya yang kita miliki,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan Kain Maus.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kupang memiliki kekayaan sumber daya lokal yang sangat potensial, khususnya dalam bidang kerajinan kayu dan rotan.</p>
<p>Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan agar mampu menghasilkan produk ekonomi kreatif bernilai tambah yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperluas ruang pemberdayaan generasi muda.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-8513 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070.jpg" alt="IMG 20260510 WA0070" width="650" height="433" title="Gedung RPS SMK Negeri 2 Amfoang Selatan Diresmikan, Bukti Nyata Investasi SDM Kabupaten Kupang 4" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260510-WA0070-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Dalam kerangka pembangunan daerah yang berbasis potensi lokal tersebut, program OSOP yang dijalankan SMK Negeri 2 Amfoang Selatan dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun kultur kewirausahaan, inovasi dan kemandirian ekonomi di lingkungan pendidikan kejuruan.</p>
<p>“Program OSOP ini langkah tepat membangun jiwa kewirausahaan siswa. Di sini mereka tidak hanya belajar teori, tapi dilatih menciptakan karya yang kreatif, inovatif dan punya nilai jual. Ini sejalan dengan arah pembangunan daerah: meningkatkan kualitas SDM, mengembangkan ekonomi kreatif, dan membentuk pemuda mandiri, produktif, serta siap bersaing,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, kepada para siswa kelas XII yang telah menyelesaikan proses pendidikan, Bupati Kupang menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian akademik yang telah diraih.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir dari proses pembelajaran, melainkan fase awal menuju tanggung jawab sosial yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Bupati juga mendorong para lulusan agar terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas moral serta membangun semangat pengabdian bagi daerah melalui kreativitas dan kerja produktif yang berorientasi pada kemajuan bersama.</p>
<p>“Teruslah belajar dan berkarya. Jadilah generasi berkarakter, disiplin, dan punya semangat membangun daerah. Saya berpesan: jangan hanya jadi pencari kerja, tapi ciptakanlah lapangan kerja sendiri dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di tanah kelahiran kita,” pesannya.</p>
<p>Dalam sambutannya, penghargaan turut disampaikan kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang selama ini telah menjalankan tanggung jawab pendidikan dengan dedikasi dan pengabdian yang tinggi.</p>
<p>Menurut Bupati, peran tenaga pendidik memiliki dimensi strategis dalam membentuk kualitas generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter dan sosial.</p>
<p>Ia menilai bahwa tugas mendidik generasi muda merupakan proses peradaban yang memerlukan ketekunan, kesabaran serta komitmen moral yang kuat demi memastikan keberlanjutan pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.</p>
<p>Di akhir sambutan, Bupati Kupang berharap agar SMK Negeri 2 Amfoang Selatan terus berkembang menjadi institusi pendidikan kejuruan unggulan yang mampu melahirkan lulusan terampil, kreatif, inovatif, berkarakter serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha secara mandiri.</p>
<p>Peresmian Gedung RPS ini sekaligus menjadi representasi nyata arah kebijakan pembangunan pendidikan di Kabupaten Kupang yang menempatkan penguatan pendidikan vokasi sebagai instrumen strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia berbasis kompetensi dan potensi lokal.</p>
<p>Melalui pendekatan pendidikan yang adaptif, kontekstual dan berbasis keterampilan, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap generasi muda Amfoang Selatan mampu tumbuh menjadi insan-insan produktif yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi ekonomi baru yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah yang maju, mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekda NTT Ir. Yohanes Oktavianus, MM, anggota DPRD Kabupaten Kupang, Camat Amfoang Selatan, para lurah dan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua siswa, serta insan pers.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Damai Tercapai: Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan Berhasil Satukan Dua Pihak yang Bersengketa</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/damai-tercapai-pemerintah-kecamatan-amfoang-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 10:28:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Berhasil Satukan Dua Pihak]]></category>
		<category><![CDATA[Damai Tercapai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Yan tamoes]]></category>
		<category><![CDATA[yang Bersengketa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=7526</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas sosial melalui keberhasilan memediasi sengketa tanah yang telah berlangsung cukup lama antara dua kelompok masyarakat. Kasus ini melibatkan pihak pelapor, Bapak Dominggus Baitanu bersama Bapak Yunus Tapatab, dan pihak terlapor, Bapak Gabriel Nait, Ek dan rekan-rekan, terkait dugaan penyerobotan lahan seluas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/ buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a> — Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas sosial melalui keberhasilan memediasi sengketa tanah yang telah berlangsung cukup lama antara dua kelompok masyarakat.</p>
<p>Kasus ini melibatkan pihak pelapor, Bapak Dominggus Baitanu bersama Bapak Yunus Tapatab, dan pihak terlapor, Bapak Gabriel Nait, Ek dan rekan-rekan, terkait dugaan penyerobotan lahan seluas lebih dari 3 hektare.</p>
<p>Proses mediasi dilaksanakan di Kantor Camat Amfoang Selatan dan dipimpin langsung oleh Plt. Camat Yan Tamoes, S.H. Mediasi berlangsung sejak pukul 13.00 WITA hingga sekitar pukul 20.00 WITA, dengan dukungan penuh dari staf kecamatan serta anggota Satpol PP.</p>
<p>Meskipun dialog berlangsung alot, suasana tetap kondusif berkat fasilitasi profesional oleh pemerintah kecamatan.</p>
<p>Dalam proses tersebut, pihak pelapor hadir bersama kuasa hukum yang mendampingi mereka. Plt. Camat Yan Tamoes, S.H. menjelaskan bahwa kehadiran kuasa hukum sangat dihargai, namun ia meminta agar penanganan kasus penyerobotan tanah ini diserahkan terlebih dahulu kepada pemerintah kecamatan sesuai kewenangannya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-7528 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5.jpg" alt="5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5" width="650" height="366" title="Damai Tercapai: Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan Berhasil Satukan Dua Pihak yang Bersengketa 6" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5-300x169.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5-360x203.jpg 360w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5-24x14.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5-36x20.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/11/5a878c77e3624dfb81b4c7dff0096cb5-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Kuasa hukum akhirnya menerima permintaan tersebut dan tetap hadir menyaksikan jalannya mediasi hingga tercapai kesepakatan damai.</p>
<p>Kesepakatan itu sendiri diperoleh setelah berbagai syarat dan ketentuan dirumuskan, dibahas, dan disetujui oleh kedua belah pihak. Pemenuhan syarat dilakukan secara langsung dalam proses mediasi, menunjukkan komitmen bersama untuk mengakhiri perselisihan secara damai. Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas pendekatan mediasi dialogis dan kolaboratif dalam penyelesaian konflik pertanahan.</p>
<p>Sebelumnya, penyelesaian sengketa telah diupayakan di Kantor Desa Oelbanu, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Atas dasar itu, kasus kemudian dinaikkan ke tingkat kecamatan untuk penanganan yang lebih mendalam dan komprehensif.</p>
<p>Pada Kamis, 27 November 2025, Plt. Camat Yan Tamoes, S.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan itikad baik dan menjaga ketertiban selama proses berlangsung.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa keberhasilan mediasi ini diharapkan menjadi solusi permanen sekaligus model penyelesaian konflik berbasis musyawarah, keadilan, dan harmoni sosial.</p>
<p>Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penanganan konflik agraria secara damai dan inklusif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demi memperkuat stabilitas sosial serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pohon Mati Ditanam Kembali, Amfoang Selatan Hijaukan Harapan Lewat Anakan Trambesi dan Tabebuya</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/pohon-mati-ditanam-kembali-amfoang-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 06:59:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Hijaukan Harapan Lewat Anakan Trambesi dan Tabebuya]]></category>
		<category><![CDATA[humon]]></category>
		<category><![CDATA[plt camat]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon Mati Ditanam Kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Yan tamoes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=7315</guid>

					<description><![CDATA[Amfoang,BBC – Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan kembali melakukan penanaman ulang anakan pohon jenis Trambesi dan Tabebuya sebagai upaya mengganti tanaman yang mati akibat musim panas panjang beberapa waktu terakhir. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperindah wilayah kecamatan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Amfoang Selatan, Yan Tamoes, mengungkapkan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Amfoang,BBC –</strong></a> Pemerintah Kecamatan Amfoang Selatan kembali melakukan penanaman ulang anakan pohon jenis Trambesi dan Tabebuya sebagai upaya mengganti tanaman yang mati akibat musim panas panjang beberapa waktu terakhir.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperindah wilayah kecamatan</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Camat Amfoang Selatan, Yan Tamoes, mengungkapkan bahwa penanaman ulang dilakukan untuk mengganti sebagian kecil pohon yang tidak berhasil tumbuh. Dari ratusan bibit yang sebelumnya ditanam, sekitar 105 anakan harus diganti karena tidak mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.</p>
<p>“Pohon yang mati kami tanam ganti dengan anakan Trambesi dan Tabebuya untuk generasi ke depan. Ini penting agar lingkungan tetap hijau dan sejuk,” ujar Yan Tamoes ketika ditemui media ini pada senin 03/11/2025</p>
<p>Menurutnya, langkah penggantian ini juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menambahkan, sebagian bibit cadangan telah disiapkan sejak awal kegiatan penghijauan agar bisa digunakan untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan baik.</p>
<p>Selain ditanam di sekitar perkantoran dan jalan utama kecamatan, bibit Trambesi dan Tabebuya juga dibagikan ke sekolah-sekolah. Sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) turut berpartisipasi dalam gerakan menanam tersebut.</p>
<p>“Kami sudah bagikan anakan ke tiap sekolah. Anak-anak sekolah juga ikut menanam agar mereka belajar mencintai lingkungan sejak dini,” tambah Yan Tamoes.</p>
<p>Ia menjelaskan, musim panas yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penghijauan. Banyak bibit yang tidak mampu beradaptasi dengan suhu panas dan kekurangan air. Karena itu, pihak kecamatan kini telah menyusun jadwal penyiraman rutin agar bibit yang baru ditanam dapat tumbuh dengan baik.</p>
<p>Kegiatan ini juga dilakukan secara bergotong royong bersama perangkat desa dan para guru di sekolah-sekolah. Mereka berupaya memastikan bahwa setiap bibit yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi juga dirawat dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p>Pohon Trambesi dipilih karena dikenal memiliki kanopi lebat yang mampu memberikan keteduhan, sementara Tabebuya dipilih karena keindahan bunganya yang mampu mempercantik suasana desa. Kombinasi kedua jenis pohon tersebut diharapkan menciptakan lingkungan yang asri, teduh dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung.</p>
<p>“Kami ingin pohon-pohon ini menjadi warisan hijau untuk anak cucu kami nanti. Sekalipun musim panas datang lagi, kami akan tetap menanam,” tutur Yan Tamoes penuh harap.</p>
<p>Kegiatan penanaman ulang ini juga menjadi simbol semangat masyarakat Amfoang Selatan untuk tidak menyerah pada tantangan alam. Meski sebagian pohon mati, semangat untuk menjaga bumi tetap hidup dan tumbuh bersama generasi muda.</p>
<p>Dengan adanya program penghijauan berkelanjutan ini, pemerintah kecamatan berharap agar Amfoang Selatan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal pelestarian lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.</p>
<p>Pohon-pohon muda yang kini tumbuh di tanah Amfoang Selatan bukan hanya sekadar tanaman, tetapi juga simbol harapan, keteguhan dan cinta masyarakat terhadap bumi yang mereka pijak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yan Tamoes Membawa Tetes Air, Menyiram Pohon, Menyemai Harapan di Bukit Humon</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/yan-tamoes-membawa-tetes-air-menyiram-pohon-menyemai-harapan-di-bukit-humon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 01:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[air kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[camat amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyemai Harapan di Bukit Humon]]></category>
		<category><![CDATA[Menyiram Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[pohon masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Yan tamoes]]></category>
		<category><![CDATA[Yan Tamoes Membawa Tetes Air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6869</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Di tanah Timor yang retak oleh panas, angin berhembus membawa kabar kesedihan. Bukit Humon, yang pernah menjadi saksi penanaman harapan pada Maret 2025 lalu, kini merintih dalam diam. Anak-anak pohon yang ditanam Bupati Kupang Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, satu per satu mulai layu. Mereka haus, mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC –</strong></a> Di tanah Timor yang retak oleh panas, angin berhembus membawa kabar kesedihan. Bukit Humon, yang pernah menjadi saksi penanaman harapan pada Maret 2025 lalu, kini merintih dalam diam.</p>
<p>Anak-anak pohon yang ditanam Bupati Kupang Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, satu per satu mulai layu. Mereka haus, mereka menanti air, mereka menanti kehidupan.</p>
<p>Namun air semakin menjauh. Sumur-sumur menipis, sungai-sungai menyusut dan matahari tak berhenti menyalakan bara. Dalam kesenyapan itu, muncul langkah seorang anak negeri: Yan Tamoes, Plt Camat Amfoang Selatan.</p>
<p>Ia tidak datang dengan janji, ia datang dengan jerigen. Ia tidak membawa kata-kata kosong, ia membawa air kehidupan.</p>
<p>Dengan mobil pribadinya, ia mengangkut jerigen-jerigen air bersama stafnya, menaiki jalan terjal menuju Bukit Humon. Setiap tetes yang ia tuangkan ke tanah kering adalah semacam doa.</p>
<p>Doa agar pohon kecil itu tidak mati, agar harapan tidak layu, agar masa depan anak cucu tidak hilang ditelan kemarau.</p>
<p>“Cuaca di Timor makin panas, air semakin berkurang. Kalau tidak disiram, pohon ini bisa mati,” ujar Yan Tamoes lirih. Kata-katanya sederhana, tapi beratnya seperti beban bumi: tanpa air, kehidupan hanyalah kesepian panjang.</p>
<p>Di tengah keheningan bukit, suara air yang jatuh ke tanah terdengar seperti lagu duka. Pohon itu seakan bernapas kembali, daunnya yang lemah merayakan sedikit kesejukan.</p>
<p>Pohon ini bukan sekadar batang yang tumbuh—ia adalah janji. Janji kepada anak cucu, bahwa alam akan diwariskan, bahwa tanah ini tidak akan dibiarkan gersang selamanya.</p>
<p>Yan Tamoes tahu, langkah kecilnya mungkin tidak menyelamatkan dunia. Tetapi ia percaya, menjaga satu pohon sama artinya dengan menjaga secercah masa depan. Karena pohon adalah penjaga udara, peneduh jiwa dan pengikat kesetiaan manusia kepada bumi.</p>
<p>Air dalam jerigen itu mungkin sedikit. Tetapi bagi pohon yang merana, ia adalah kehidupan. Bagi tanah yang retak, ia adalah pelipur lara. Bagi anak cucu, ia adalah warisan yang tak ternilai: udara bersih, tanah yang bernyanyi dan bayangan teduh di masa depan.</p>
<p>Bukit Humon kini menyimpan cerita. Tentang pohon-pohon kecil yang hampir mati, lalu diselamatkan oleh tangan sederhana. Tentang seorang Yan Tamoes yang mengajarkan bahwa cinta pada alam bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata. Tentang air yang tak hanya membasahi akar, tetapi juga menghidupkan doa.</p>
<p>Karena pohon bukan sekadar tanaman. Pohon adalah doa yang berakar dan air adalah jawaban yang menghidupkan.</p>
<p>“Manusia tidak mewarisi bumi dari leluhur, melainkan meminjamnya dari anak cucu.” – Kutipan reflektif ini seakan menegaskan langkah Yan Tamoes: menyiram pohon hari ini adalah menyelamatkan kehidupan esok hari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesadaran Mengakar di Amfoang Selatan, Yan Tamoes Menanam Jambu, Merawat Alam, Menyemai Generasi</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/kesadaran-mengakar-di-amfoang-selatan-yan-tamoes-menanam-jambu-merawat-alam-menyemai-generasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 01:17:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Camat amfoang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Merawat alam]]></category>
		<category><![CDATA[pohon jambu untuk masa depan amfoang]]></category>
		<category><![CDATA[sdn 2 lelogaman]]></category>
		<category><![CDATA[Ugm penyuluh hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Yan tamoes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6795</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Kesadaran adalah akar dari peradaban dan pohon adalah saksi dari perjalanan manusia. Kalimat itu seolah hidup dalam sebuah rangkaian kegiatan sederhana namun penuh makna di Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, pada Rabu, 17 September 2025. Pagi yang tenang menyelimuti halaman Kantor Camat Amfoang Selatan. Di sana, Camat Amfoang Selatan, Yan Tamoes memimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong> </a>– Kesadaran adalah akar dari peradaban dan pohon adalah saksi dari perjalanan manusia. Kalimat itu seolah hidup dalam sebuah rangkaian kegiatan sederhana namun penuh makna di Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, pada Rabu, 17 September 2025.</p>
<p>Pagi yang tenang menyelimuti halaman Kantor Camat Amfoang Selatan. Di sana, Camat Amfoang Selatan, Yan Tamoes memimpin Apel Kesadaran yang dihadiri oleh seluruh staf kecamatan.</p>
<p>Tidak ada keramaian besar, hanya barisan kecil pegawai yang berdiri tegak dengan wajah serius. Namun dalam kesederhanaan itu, tersimpan makna mendalam: kesadaran adalah tanggung jawab pertama seorang aparatur untuk melayani rakyat.</p>
<p>Apel tersebut bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ia adalah jeda untuk merenung, mengingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga pelayanan yang berakar pada moralitas.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-6797 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-18-09-13-01-159_com.facebook.lite-edit.jpg" alt="Screenshot 2025 09 18 09 13 01 159 com.facebook.lite edit" width="650" height="237" title="Kesadaran Mengakar di Amfoang Selatan, Yan Tamoes Menanam Jambu, Merawat Alam, Menyemai Generasi 8" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-18-09-13-01-159_com.facebook.lite-edit.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-18-09-13-01-159_com.facebook.lite-edit-300x109.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-18-09-13-01-159_com.facebook.lite-edit-24x9.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-18-09-13-01-159_com.facebook.lite-edit-36x13.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2025/09/Screenshot_2025-09-18-09-13-01-159_com.facebook.lite-edit-48x18.jpg 48w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Yan Tamoes menegaskan, “Kesadaran harus lahir dari dalam diri, karena tanpa kesadaran, tugas hanyalah rutinitas yang kering.”</p>
<p>Setelah apel usai, langkah berikutnya beralih ke SDN 2 Lelogama. Di halaman sekolah itu, suasana berubah menjadi lebih ramai. Hadir para guru, pimpinan UPTD, tokoh masyarakat, staf dewan guru, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, hingga sekretaris lurah bersama jajarannya. Mereka semua bergabung dalam satu momen: penanaman anakan jambu.</p>
<p>Jika apel hanya dihadiri staf kecamatan, maka penanaman pohon menjadi ruang perjumpaan yang lebih luas, tempat birokrasi, pendidikan dan masyarakat bersatu.</p>
<p>Di tangan Yan Tamoes, sebuah anakan jambu ditanam dengan hati-hati, seolah sedang menitipkan doa kepada bumi.</p>
<p>Menanam pohon sesungguhnya menanam kehidupan. Pohon jambu itu kelak akan berbuah, memberi rasa manis bagi generasi. Namun lebih dari sekadar buah, ia adalah simbol keberlanjutan.</p>
<p>Akar yang masuk ke tanah adalah pengingat bahwa manusia harus berpijak pada kesadaran, sedangkan daun yang merimbun adalah lambang harapan yang meneduhkan.</p>
<p>“Menanam, merawat, dan menjaga bukan hanya untuk alam, tetapi juga untuk jiwa kita sendiri,” ujar Yan Tamoes dengan nada penuh refleksi. Kata-kata itu menyalakan kesadaran bahwa hubungan manusia dengan pohon adalah hubungan yang suci: saling memberi kehidupan.</p>
<p>Di tengah semangat menanam, ada pula kesedihan yang tak bisa diabaikan. Alam kini semakin rapuh, hutan semakin berkurang dan bumi seakan kehabisan nafas.</p>
<p>Menanam satu pohon mungkin terlihat kecil, tetapi ia adalah doa dalam wujud nyata. Pohon jambu yang ditanam di Lelogama itu seakan menjadi air mata yang menetes untuk bumi, sekaligus senyum yang dititipkan untuk masa depan.</p>
<p>Anak-anak sekolah yang menyaksikan penanaman itu mungkin belum sepenuhnya mengerti. Namun suatu hari, ketika mereka memetik buah jambu dari pohon yang sama, mereka akan memahami: ada generasi sebelumnya yang menitipkan cinta dalam bentuk akar dan daun.</p>
<p>Kegiatan ini juga diperkaya dengan penyuluhan hukum oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.</p>
<p>Pendidikan hukum berjalan seiring dengan pendidikan lingkungan, mengajarkan bahwa peradaban hanya bisa tegak di atas dua pilar: hukum yang adil dan alam yang lestari.</p>
<p>Seperti pohon yang butuh akar dan batang untuk hidup, demikian pula masyarakat. Tanpa hukum, mereka akan tercerabut; tanpa kesadaran lingkungan, mereka akan kehilangan nafas.</p>
<p>Apa yang dilakukan di Amfoang Selatan mungkin tampak sederhana. Hanya apel kesadaran, penanaman pohon dan penyuluhan hukum. Namun di balik kesederhanaan itu, ada sejarah kecil yang sedang ditulis.</p>
<p>Pohon jambu yang ditanam Yan Tamoes akan tumbuh menjadi saksi bisu, bahwa pernah ada pemimpin yang memilih menanam harapan, bukan sekadar meninggalkan kata-kata. Ia akan berdiri, berbuah dan memberi naungan—sama seperti kesadaran yang terus tumbuh di hati manusia.</p>
<p>Di Lelogama, hari itu bukan sekadar menanam pohon. Hari itu adalah tentang menanam kesadaran, menanam cinta, menanam harapan untuk generasi yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatusuki Menyemai Harapan: Dana Desa 20% untuk Ketahanan Pangan Berbasis Ayam Petelur</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/fatusuki-menyemai-harapan-dana-desa-20-untuk-ketahanan-pangan-berbasis-ayam-petelur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 06:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[: Dana Desa 20% untuk Ketahanan Pangan Berbasis Ayam Petelur]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kub petelur]]></category>
		<category><![CDATA[bumdes fatusuki bione]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Fatusuki Menyemai Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[gizi warga]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Nemuel nenobahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6359</guid>

					<description><![CDATA[Kupang,BBC – Dalam lanskap pembangunan pedesaan yang kerap dihadapkan pada dinamika pasar global dan ancaman ketidakstabilan pangan, Desa Fatusuki, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, menorehkan langkah strategis yang berpadu antara visi modern dan kearifan lokal. Kepala Desa Fatusuki, Nemuel Nenobahan saat ditemui di Civic Center Oelamasi,(8/8/2025) menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, lebih dari 20 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang,BBC</strong> </a>– Dalam lanskap pembangunan pedesaan yang kerap dihadapkan pada dinamika pasar global dan ancaman ketidakstabilan pangan, Desa Fatusuki, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, menorehkan langkah strategis yang berpadu antara visi modern dan kearifan lokal.</p>
<p>Kepala Desa Fatusuki, Nemuel Nenobahan saat ditemui di Civic Center Oelamasi,(8/8/2025) menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, lebih dari 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui program unggulan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Fatusuki Bieno.</p>
<p>Inisiatif ini berfokus pada pengembangan budidaya ayam KUB petelur—sebuah langkah yang memadukan fungsi gizi, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Telur, sebagai salah satu sumber protein hewani terjangkau, mengandung asam amino esensial, vitamin B12, serta mineral penting yang menopang kesehatan dan kecerdasan generasi muda.</p>
<p>“Telur adalah pangan yang sederhana tetapi luhur nilainya. Ia memberi makan jasmani, sekaligus menguatkan daya pikir dan daya hidup. Memelihara ayam petelur adalah investasi pada masa depan yang nyata,” tutur Nenobahan.</p>
<p>Dengan produksi telur yang terpusat di desa, jalur distribusi menjadi ringkas, biaya transportasi berkurang dan harga jual menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Pendapatan yang dihasilkan tidak mengalir keluar, tetapi berputar di antara warga, menghidupkan pasar lokal dan mengokohkan kemandirian ekonomi desa.</p>
<p>Model ini juga melahirkan lapangan kerja baru—mulai dari pemeliharaan ternak, pengumpulan telur, hingga distribusi dan pemasaran. Keuntungan yang diperoleh BumDes akan direinvestasikan pada program pembangunan lain, menciptakan siklus ekonomi yang tahan uji dan berpihak pada rakyat.</p>
<p>Desa Fatusuki memiliki anugerah alam yang mendukung: iklim sejuk dan kering, yang secara alami mengurangi risiko penyakit unggas. Ketersediaan bahan pakan lokal turut menekan biaya operasional, sehingga budidaya ayam petelur dapat berlangsung dengan efisiensi tinggi.</p>
<p>Kebijakan ini mencerminkan prinsip pembangunan berkelanjutan—memanfaatkan kekuatan lingkungan tanpa menguras sumber daya, serta mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal yang telah teruji oleh waktu.</p>
<p>Pembangunan kandang ayam telah mencapai tahap akhir, sementara pengadaan bibit ayam KUB petelur sedang berjalan melalui mekanisme yang transparan dan partisipatif. Dukungan tokoh adat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan seluruh lapisan masyarakat menjadi pondasi sosial yang kokoh bagi keberhasilan program ini.</p>
<p>“Visi kami sederhana tetapi tegas: setiap rumah tangga di Fatusuki dapat mengakses pangan bergizi dan memiliki sumber penghasilan yang stabil. Dari desa, untuk desa, dan demi martabat desa,” ujar Nenobahan.</p>
<p>Program budidaya ayam petelur di Desa Fatusuki adalah paradigma pembangunan yang menyinergikan kebutuhan dasar manusia, potensi ekologis dan mekanisme ekonomi berbasis komunitas.</p>
<p>Ia membuktikan bahwa kemandirian pangan tidak lahir dari kelimpahan modal semata, melainkan dari keberanian merancang masa depan dengan sumber daya yang ada.</p>
<p>Dalam pandangan inilah, keberhasilan ini akan menjadi model studi kasus tentang integrasi ekonomi mikro, ekologi adaptif dan gizi berkelanjutan.</p>
<p>Dalam kehidupan kita,ia adalah cermin dari kesadaran kolektif bahwa kesejahteraan sejati berakar pada rasa cukup dan saling menguatkan.</p>
<p>Seperti sebuah adagium bijak yang layak dipegang:</p>
<p>“Pembangunan yang sejati bukanlah sekadar memperbanyak harta, tetapi memastikan setiap insan memiliki pangan, penghidupan dan harga diri yang lestari.</p>
<p>Sejahtera bukanlah ketika kita memiliki banyak, tetapi ketika kita cukup dan saling memberi dari apa yang kita punya.”pungkas Nenobahan sambil tersenyum lepas</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>104 Kepala Keluarga di Desa Oh Aem II Terima Bantuan Beras: Sebait Harapan di Antara Lembah dan Gunung Amfoang</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/104-kepala-keluarga-di-desa-oh-aem-ii-terima-bantuan-beras-sebait-harapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 22:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Beras untuk rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan desa]]></category>
		<category><![CDATA[NTT Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6275</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Di antara lembah-lembah sunyi dan rimbunnya pepohonan Amfoang Selatan, gema kepedulian kembali menggema. Sebanyak 104 kepala keluarga di Desa Oh Aem II, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga dari Badan Urusan Logistik (Bulog). Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong> </a>— Di antara lembah-lembah sunyi dan rimbunnya pepohonan Amfoang Selatan, gema kepedulian kembali menggema.</p>
<p>Sebanyak 104 kepala keluarga di Desa Oh Aem II, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per keluarga dari Badan Urusan Logistik (Bulog).</p>
<p>Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan menanggulangi dampak ekonomi</p>
<p>Di pagi yang terang, saat kabut belum sepenuhnya pergi dari punggung gunung, masyarakat Oh Aem II berkumpul dalam harmoni. Bukan sekadar antrean mengambil beras, tapi sebuah perayaan sunyi tentang kehadiran negara di tengah ruang-ruang yang kerap terlupakan.</p>
<p>Menurut Alexander Ataupah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Oh Aem II, distribusi bantuan dilakukan dalam dua tahap dan menjangkau seluruh warga dari tiga dusun yang ada di desa. Penyaluran dilakukan secara transparan dan merata, berdasarkan data yang telah diverifikasi bersama para ketua dusun.</p>
<p>&#8220;Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah atas perhatian dan dukungan ini. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam masyarakat kami,&#8221; ujar Alexander Ataupah saat ditemui di kantornya,Senin 4 Agustus 2025</p>
<p>Bantuan ini bukan hanya soal logistik pangan. Di balik karung-karung beras itu, tersimpan semangat besar untuk menghapus kelaparan (SDGs Desa Tujuan 2), mendorong keadilan sosial dan memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Pemerintah Desa Oh Aem II melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pendamping lokal desa guna memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.</p>
<p>Program ini mencerminkan sinergi nyata antara pemerintah pusat dan desa dalam menghadirkan kebijakan inklusif berbasis data yang menyentuh akar persoalan masyarakat.</p>
<p>Dalam konteks wilayah perbatasan seperti Amfoang Selatan, keberadaan program ini menjadi penopang penting dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga, sekaligus mengurangi potensi kerentanan ekonomi akibat perubahan iklim dan dinamika global.</p>
<p>Amfoang, dengan bukit-bukitnya yang berundak dan tanahnya yang keras namun setia, menyimpan cerita ketangguhan yang tak lekang oleh waktu. Bantuan beras ini hanyalah satu bab dari narasi panjang tentang bagaimana desa bertahan, bertumbuh dan bermimpi.</p>
<p>Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari arus besar pembangunan yang berkeadilan. Karena di desa-desa seperti Oh Aem II, pembangunan bukan hanya statistik, melainkan rasa aman di piring makan, senyum ibu di dapur dan masa depan anak-anak yang tumbuh tanpa lapar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekdes Oh Aem II Desak SK Kades Aktif: Syarat Penting Pencairan Dana Desa Tahap 2</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/sekdes-oh-aem-ii-desak-sk-kades-aktif-syarat-penting-pencairan-dana-desa-tahap-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 11:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[desa defenetif]]></category>
		<category><![CDATA[Desak SK Kades Aktif:]]></category>
		<category><![CDATA[Sekdes Oh Aem II]]></category>
		<category><![CDATA[Syarat Penting Pencairan Dana Desa Tahap 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6263</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC— Sekretaris Desa Oh Aem II, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Alexander Ataupah, menyampaikan permohonan terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Kupang untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali Kepala Desa Oh Aem II yang telah diberhentikan sementara. Hal ini disampaikan Ataupah saat ditemui di Kantor Desa Oh Aem II pada Senin, 4 Agustus 2025. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong></a>— Sekretaris Desa Oh Aem II, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Alexander Ataupah, menyampaikan permohonan terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Kupang untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali Kepala Desa Oh Aem II yang telah diberhentikan sementara. Hal ini disampaikan Ataupah saat ditemui di Kantor Desa Oh Aem II pada Senin, 4 Agustus 2025.</p>
<p>Dalam keterangannya, Ataupah mengungkapkan kondisi desa saat ini yang mengalami kekosongan kepemimpinan definitif. Akibatnya, ia harus merangkap tiga jabatan sekaligus: Sekretaris Desa, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa, dan Kepala Urusan Pemerintahan.</p>
<p>“Saya hanya ingin menyampaikan dengan hati yang tulus. Ini bukan keluhan pribadi, tapi demi keberlanjutan pembangunan dan pelayanan publik di desa kami. Saya sudah bekerja maksimal, tapi tetap ada batas kemampuan manusia,” ungkap Ataupah dengan nada haru.</p>
<p>Menurutnya, Kepala Desa Oh Aem II merupakan salah satu dari 15 kepala desa di Kabupaten Kupang yang diberhentikan sementara karena keterlambatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa Tahun 2024.</p>
<p>Namun, lanjut Ataupah, LPJ tersebut sudah diselesaikan dan diserahkan sesuai prosedur. Berdasarkan regulasi, pemberhentian sementara seharusnya diakhiri dengan pengaktifan kembali setelah semua kewajiban administrasi terpenuhi.</p>
<p>“Jika LPJ sudah rampung dan tidak ada temuan besar, seharusnya hak kepala desa untuk diaktifkan kembali dipulihkan. Tetapi sampai hari ini, belum ada surat resmi dari kabupaten. Kepala desa pun tidak bisa berkantor,” jelasnya.</p>
<p>Ketiadaan SK pengaktifan kembali berdampak langsung terhadap proses pencairan Dana Desa tahap kedua. Ataupah menyebut, pencairan anggaran tidak bisa dilanjutkan tanpa tanda tangan dan keabsahan dari kepala desa definitif, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya Dinas PMD dan Bagian Pemerintahan, agar memberikan kejelasan dan kepastian hukum. Tanpa SK, proses administrasi tidak dapat berjalan dan masyarakat desa yang paling terdampak,” tuturnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa pengabdian di desa bukan semata-mata pekerjaan birokratis, tetapi menyangkut nasib ratusan warga yang menggantungkan harapan pada keberlanjutan program pembangunan desa.</p>
<p>“Jangan biarkan masyarakat menjadi korban dari ketidakpastian administrasi. Desa tidak boleh lumpuh karena keterlambatan keputusan,” tandas Ataupah.</p>
<p>Pihaknya berharap ada tindak lanjut secepatnya dari pemerintah kabupaten untuk mengakhiri ketidakjelasan status kepala desa. Ia menutup pernyataannya dengan harapan besar:</p>
<p>“Kami tidak menuntut yang muluk-muluk. Kami hanya ingin bekerja sesuai aturan dan melayani masyarakat dengan hati yang tenang. Mohon bantu kami dengan keputusan yang adil dan jelas.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMKN 1 Amfoang Selatan Dapat Perhatian Khusus dari Pemerintah Kabupaten Kupang</title>
		<link>https://buserbindo.com/pendidikan/smkn-1-amfoang-selatan-dapat-perhatian-khusus-dari-pemerintah-kabupaten-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 23:23:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Amfoang selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Obe Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan sekolah rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Bpbd kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan pendidikan ntt]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan kabupaten kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah terdampak bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5693</guid>

					<description><![CDATA[BB — Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di wilayah terpencil. Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Semi Tinenti turun langsung menyerahkan bantuan darurat ke SMKN 1 Amfoang Selatan, pasca insiden pohon tumbang yang merusak atap ruang kelas sekolah tersebut. Insiden yang terjadi beberapa waktu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> — Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di wilayah terpencil.</p>
<p>Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang, Semi Tinenti turun langsung menyerahkan bantuan darurat ke SMKN 1 Amfoang Selatan, pasca insiden pohon tumbang yang merusak atap ruang kelas sekolah tersebut.</p>
<p>Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu akibat cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan pada salah satu ruangan belajar. Situasi ini sempat menghambat proses pembelajaran karena ruang kelas tidak lagi layak digunakan.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kupang menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menjaga keberlangsungan pendidikan yang aman dan layak bagi seluruh peserta didik, tanpa terkecuali.</p>
<p>&#8220;Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan jangka panjang. Ketika infrastruktur pendidikan terganggu, maka masa depan generasi kita ikut terancam. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, tetap mendapatkan hak yang sama untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung,&#8221; ujar Aurum Obe Titu Eki saat penyerahan bantuan, Kamis (19/6/2025 ).</p>
<p>Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pelayanan publik, khususnya pendidikan dan penanggulangan bencana, harus bersifat merata dan berkeadilan.</p>
<p>Penanganan terhadap SMKN 1 Amfoang Selatan bukan sekadar aksi reaktif, tetapi bagian dari kebijakan jangka panjang Pemerintah Kabupaten Kupang untuk membangun wilayah-wilayah perbatasan dan terpencil.</p>
<p>&#8220;Kita tidak bisa hanya membangun dari pusat ke pinggiran. Justru sebaliknya, daerah-daerah terpencil seperti Amfoang Selatan harus mendapat afirmasi dan perhatian lebih. Ini bentuk keadilan pembangunan yang sesungguhnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Bantuan yang diserahkan berupa Seng dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk memperbaiki ruang kelas yang terdampak.</p>
<p>Kehadiran langsung Wakil Bupati Kupang dan tim BPBD disambut antusias oleh pihak sekolah dan masyarakat sekitar.</p>
<p>Mereka mengapresiasi langkah cepat dan responsif pemerintah dalam menghadirkan solusi konkret di tengah krisis fasilitas pendidikan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
