<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Amarasi &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<atom:link href="https://buserbindo.com/tag/amarasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<description>Buru Sergap Bhayangkara Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 01:09:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Amarasi &#8211; BuserBindo.Com</title>
	<link>https://buserbindo.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kajari Kabupaten Kupang Turun Gunung: Proyek Irigasi Rp1,7 Miliar Mangkrak di Amarasi Akhirnya Diultimatum</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/kajari-kabupaten-kupang-turun-gunung-proyek-irigasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 01:07:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[7 Miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirnya Diultimatum]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kajari Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[mangkrak]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Irigasi Rp1]]></category>
		<category><![CDATA[Turun Gunung:]]></category>
		<category><![CDATA[Yupiter selan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8500</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG,BBC — Mandeknya proyek peningkatan dan pemeliharaan bendung serta saluran irigasi di Persawahan Aika Rohon, Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, tidak lagi dipandang sekadar keterlambatan teknis biasa. Proyek strategis nasional senilai Rp1,7 miliar itu kini menjadi sorotan serius aparat penegak hukum setelah berbulan-bulan terbengkalai tanpa kepastian penyelesaian, meskipun anggaran negara telah dikucurkan dan material [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG,BBC</strong> — Mandeknya proyek peningkatan dan pemeliharaan bendung serta saluran irigasi di Persawahan Aika Rohon, Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, tidak lagi dipandang sekadar keterlambatan teknis biasa.</p>
<p>Proyek strategis nasional senilai Rp1,7 miliar itu kini menjadi sorotan serius aparat penegak hukum setelah berbulan-bulan terbengkalai tanpa kepastian penyelesaian, meskipun anggaran negara telah dikucurkan dan material proyek telah tersedia di lokasi pekerjaan.</p>
<p>Kondisi tersebut memantik respons keras dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Yupiter Selan, bahkan turun langsung ke lokasi proyek pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai bentuk pengawasan institusional terhadap pelaksanaan proyek yang menyangkut kepentingan publik, ketahanan pangan masyarakat, serta penggunaan anggaran negara.</p>
<p>Proyek peningkatan dan pemeliharaan bendung serta saluran irigasi sepanjang 900 meter itu merupakan bagian dari program strategis nasional melalui Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 2025–2026 yang bertujuan mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung agenda swasembada pangan nasional. Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan potret lemahnya tata kelola pelaksanaan proyek pemerintah.</p>
<p>Hingga Mei 2026, pekerjaan fisik belum juga rampung. Padahal, proyek tersebut semestinya menjadi instrumen vital dalam menjamin distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat di wilayah Amarasi.</p>
<p>Akibat keterlambatan itu, masyarakat petani menjadi pihak yang paling terdampak karena akses irigasi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian belum dapat dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, keterlambatan proyek yang menggunakan anggaran negara bukan hanya persoalan administratif, melainkan menyangkut prinsip akuntabilitas publik, efektivitas penggunaan keuangan negara, serta tanggung jawab hukum penyelenggara pekerjaan terhadap hak-hak masyarakat penerima manfaat.</p>
<p>Ketika proyek bernilai miliaran rupiah gagal diselesaikan tepat waktu tanpa kepastian yang jelas, maka muncul pertanyaan serius mengenai kualitas pengawasan, profesionalisme pelaksana, serta kepatuhan terhadap kontrak kerja dan target pelaksanaan yang telah ditetapkan negara.</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Yupiter Selan didampingi Kabid Pelaksanaan SDA BBWS NT II Kupang, Frengky Welkis, serta Project Manager PT Adhy Karya, Hadi Wiyono selaku kontraktor pelaksana proyek Inpres Irigasi di NTT.</p>
<p>Di hadapan pihak kontraktor, Kajari Kabupaten Kupang melontarkan ultimatum tegas agar pekerjaan segera dilanjutkan. Ia menegaskan bahwa proyek negara yang menggunakan uang rakyat tidak boleh dibiarkan mangkrak tanpa kepastian karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat petani.</p>
<p>“Kami sudah turun langsung dan melihat sendiri kondisi proyek di lapangan. Karena itu saya tegaskan kepada pihak kontraktor, PT Adhy Karya, agar segera melanjutkan pekerjaan tanpa ada lagi alasan maupun penundaan. Ini proyek negara, menggunakan uang rakyat, sehingga wajib diselesaikan secara bertanggung jawab sesuai kontrak kerja dan target pelaksanaan,” tegas Yupiter Selan.</p>
<p>Ia menilai keterlambatan yang terus berlarut menunjukkan lemahnya keseriusan pelaksanaan pekerjaan dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.</p>
<p>“Jangan sampai proyek strategis yang diperuntukkan bagi kepentingan petani justru terbengkalai dan merugikan masyarakat. Kalau pekerjaan ini terus dibiarkan mangkrak, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat petani yang membutuhkan akses irigasi untuk mempertahankan produktivitas pertanian mereka,” lanjutnya.</p>
<p>Yupiter juga menegaskan bahwa proyek yang dibiayai negara wajib dijalankan secara profesional, transparan, dan memiliki kepastian penyelesaian.</p>
<p>Menurutnya, keterlambatan proyek pemerintah yang berdampak terhadap masyarakat harus menjadi perhatian serius semua pihak.</p>
<p>“Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian pelaksanaan proyek. Setiap pekerjaan yang dibiayai APBN harus memiliki kepastian penyelesaian. Karena itu kami akan terus melakukan pengawasan lapangan agar pekerjaan ini benar-benar berjalan dan tidak kembali berhenti di tengah jalan,” tandas Kajari Kabupaten Kupang.</p>
<p>Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum tidak ingin proyek strategis nasional berubah menjadi beban baru bagi masyarakat akibat lemahnya pengawasan dan buruknya manajemen pelaksanaan pekerjaan.</p>
<p>Dalam konteks hukum administrasi negara maupun pengelolaan keuangan publik, setiap keterlambatan proyek yang berdampak terhadap masyarakat wajib menjadi perhatian serius karena menyangkut asas kepastian hukum, kemanfaatan, efektivitas penggunaan anggaran negara, serta perlindungan terhadap kepentingan umum.</p>
<p>Menanggapi ultimatum tersebut, Project Manager PT Adhy Karya, Hadi Wiyono, memastikan pihaknya akan kembali melanjutkan pekerjaan pada Selasa, 12 Mei 2026.</p>
<p>“Hari Selasa tanggal 12 Mei 2026 pekerjaan sudah mulai berjalan kembali. Kami juga sudah menyiapkan tim baru untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan,” ujar Hadi.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa keterlambatan proyek mulai terjadi sejak Februari 2026 akibat tingginya intensitas curah hujan yang menghambat proses pengerjaan fisik di lokasi proyek.</p>
<p>“Pada tahap awal memang ada kendala musim penghujan sehingga pekerjaan mengalami penundaan,” jelasnya.</p>
<p>Namun Hadi mengakui hambatan proyek tidak hanya berasal dari faktor cuaca. Menurutnya, persoalan internal di tingkat rekanan pelaksana turut memperburuk keterlambatan pekerjaan.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa rekanan awal dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target, sehingga pihak kontraktor mengambil langkah dengan menambah rekanan baru guna mempercepat progres pembangunan.</p>
<p>“Ketika kami memasukkan rekanan baru untuk membantu percepatan pekerjaan, justru muncul hambatan lain di lapangan. Rekanan lama tidak menerima keputusan tersebut dan melakukan pemalangan akses masuk menggunakan excavator. Hal itu yang kemudian membuat pekerjaan kembali terhambat,” tambah Hadi.</p>
<p>Sementara itu, Kabid Pelaksanaan SDA BBWS NT II Kupang, Frengky Welkis, memastikan pihaknya bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang akan melakukan pengawasan langsung terhadap kelanjutan pekerjaan proyek tersebut.</p>
<p>“Selasa nanti tanggal 12 Mei kita akan turun cek lagi ke lokasi. Yang paling penting sekarang pekerjaan fisik harus mulai berjalan terlebih dahulu sambil mengejar sisa waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa minggu,” kata Frengky.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pengawasan lapangan akan terus dilakukan agar proyek strategis tersebut tidak kembali mengalami penghentian pekerjaan yang berpotensi merugikan masyarakat.</p>
<p>Secara akademik dan hukum administrasi pembangunan, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya mitigasi risiko pelaksanaan proyek dan rendahnya efektivitas kontrol internal pelaksana pekerjaan.</p>
<p>Konflik antarrekanan tidak seharusnya menjadi alasan pembenar terhambatnya proyek yang dibiayai uang negara dan diperuntukkan bagi kepentingan publik.</p>
<p>Apalagi proyek tersebut merupakan bagian dari 66 titik proyek Inpres Irigasi Tahun 2025 di NTT dengan total nilai anggaran mencapai lebih dari Rp100 miliar. Dengan nilai anggaran sebesar itu, pengawasan, transparansi, disiplin kontrak dan tanggung jawab pelaksanaan semestinya dijalankan secara ketat dan profesional.</p>
<p>Pemerintah berharap seluruh proyek strategis tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Namun apabila pengawasan tidak dijalankan secara serius dan konsisten, proyek-proyek bernilai miliaran rupiah itu berpotensi berubah menjadi preseden buruk tata kelola pembangunan nasional.</p>
<p>Pada titik inilah kehadiran aparat penegak hukum menjadi penting, bukan semata untuk memastikan proyek berjalan, tetapi juga menjaga agar anggaran negara benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat, bukan justru meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat petani yang selama ini menggantungkan hidupnya pada keberadaan jaringan irigasi yang layak dan berfungsi optimal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Sonraen untuk Kabupaten Kupang: Strategi Besar Pemerintah Jaga Pangan dan Redam Beban Rakyat</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/dari-sonraen-untuk-kabupaten-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 05:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[: Strategi Besar Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Sonraen]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Redam Beban Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8460</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC — Pemerintah Kabupaten Kupang secara resmi menginisiasi penyaluran bantuan pangan berskala daerah yang terintegrasi dengan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) tingkat kabupaten, yang dipusatkan di Kelurahan Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Intervensi kebijakan ini merepresentasikan pendekatan struktural pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mereduksi tekanan ekonomi rumah tangga, khususnya dalam konteks pemulihan pascapandemi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong></a> — Pemerintah Kabupaten Kupang secara resmi menginisiasi penyaluran bantuan pangan berskala daerah yang terintegrasi dengan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) tingkat kabupaten, yang dipusatkan di Kelurahan Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan.</p>
<p>Intervensi kebijakan ini merepresentasikan pendekatan struktural pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mereduksi tekanan ekonomi rumah tangga, khususnya dalam konteks pemulihan pascapandemi dan fluktuasi harga komoditas pokok yang masih berlangsung.</p>
<p>Secara konseptual, peluncuran program ini melampaui dimensi seremonial dan lebih tepat dipahami sebagai artikulasi kehadiran negara dalam menjamin terpenuhinya hak dasar masyarakat atas pangan yang layak, terjangkau, dan berkeadilan.</p>
<p>Dalam kerangka pembangunan inklusif, stabilitas pangan ditempatkan sebagai variabel kunci yang tidak hanya berdampak pada aspek konsumsi, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap stabilitas sosial dan daya tahan ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Kupang menegaskan pentingnya orkestrasi kolaboratif lintas sektor sebagai prasyarat utama efektivitas kebijakan distribusi bantuan.</p>
<p>Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta lembaga distribusi seperti Perum BULOG dinilai krusial untuk memastikan bahwa seluruh bentuk intervensi publik benar-benar menjangkau kelompok sasaran secara tepat dan berdaya guna. Bupati juga mengapresiasi pendekatan distribusi “jemput bola” yang diterapkan Perum BULOG, terutama dalam menjangkau wilayah-wilayah dengan keterbatasan aksesibilitas.</p>
<p>&#8220;Ini adalah tanggung jawab kita bersama sesuai arahan Presiden. Kerja kolaborasi ini harus bermanfaat dan tepat sasaran agar kesulitan yang dihadapi masyarakat perlahan dapat teratasi,&#8221; ujar Bupati.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati menggarisbawahi bahwa bantuan pangan tidak dapat direduksi sebagai kebijakan karitatif jangka pendek semata, melainkan harus diposisikan sebagai bagian integral dari strategi negara dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi secara lebih luas dan berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Penyaluran ini bukan sekadar bantuan bagi masyarakat kurang mampu, melainkan bentuk perhatian negara dalam menjaga stabilitas pangan pasca-pandemi dan di tengah tantangan ekonomi.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum BULOG NTT, Rahim Kanan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan periode ini mencakup bulan Februari hingga Maret dengan pendekatan berbasis data yang lebih presisi.</p>
<p>Basis data penerima manfaat kini mengacu pada sistem yang dikelola oleh Kementerian Sosial, khususnya kelompok Desil 1 hingga 4, yang secara metodologis dirancang untuk meningkatkan validitas, akurasi, serta akuntabilitas distribusi bantuan.</p>
<p>Dalam konteks lokal, Kabupaten Kupang mengalami peningkatan signifikan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dari sekitar 46.000 menjadi 53.800 KPM.</p>
<p>Secara agregat, volume bantuan yang didistribusikan mencapai 1.053.740 kilogram beras dan 210.748 liter minyak goreng yang tersebar di 24 kecamatan.</p>
<p>Skala distribusi ini mencerminkan intensifikasi peran negara dalam menjamin ketersediaan dan aksesibilitas pangan bagi masyarakat.</p>
<p>Setiap KPM memperoleh alokasi bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan. Proses distribusi dilakukan melalui Gudang BULOG Alak dengan dukungan sistem digitalisasi, yang memungkinkan pencatatan, verifikasi, serta pelacakan distribusi secara lebih transparan dan akuntabel. Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya reformasi tata kelola bantuan sosial berbasis teknologi.</p>
<p>Di luar pendekatan yang bersifat konsumtif, pemerintah daerah juga mengarahkan kebijakan pada transformasi struktural menuju kemandirian pangan berbasis produksi lokal. Penyediaan kuota 22.000 ton jagung merupakan salah satu instrumen strategis untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan serta peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi rumah tangga pedesaan.</p>
<p>&#8220;Jangan hanya menerima beras, tapi kita juga harus menanam. Manfaatkan bibit jagung yang ada agar ekonomi keluarga kuat, anak-anak bisa sekolah dengan baik dan aset lahan tetap terjaga untuk masa depan,&#8221; pesan Bupati kepada warga.</p>
<p>Pernyataan tersebut menegaskan orientasi kebijakan yang tidak hanya berfokus pada aspek proteksi sosial, tetapi juga pada penguatan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat serta peninjauan langsung lapak Gerakan Pasar Murah yang menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Intervensi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat lokal sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Perum BULOG NTT, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Yorim Banu, pimpinan perangkat daerah, Camat Amarasi Selatan Ros Alselinda Langkameng, para lurah dan kepala desa, unsur TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat dan insan pers.</p>
<p>Melalui pendekatan kebijakan yang terintegrasi—meliputi distribusi bantuan sosial, stabilisasi harga melalui mekanisme pasar murah, serta penguatan sektor produksi—Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya dalam membangun sistem ketahanan pangan yang tidak hanya responsif terhadap krisis, tetapi juga adaptif terhadap dinamika ekonomi dan berorientasi pada keberlanjutan.</p>
<p>Dalam perspektif pembangunan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma dari sekadar pertumbuhan ekonomi menuju distribusi kesejahteraan yang lebih adil dan inklusif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Pelukan Ibu ke Masa Depan Bangsa: Aurum Obe Titu Eki Meneguhkan Posyandu sebagai Nafas Kehidupan</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/dari-pelukan-ibu-ke-masa-depan-bangsa-aurum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 10:33:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aurum Obe Titu Eki]]></category>
		<category><![CDATA[Dari Pelukan Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa ponain]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Meneguhkan Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai Nafas Kehidupan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8393</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC — Dalam lanskap pembangunan manusia yang kerap direduksi menjadi angka-angka statistik dan indikator makro, Desa Ponain di Kecamatan Amarasi justru menghadirkan sebuah refleksi epistemik yang lebih dalam: bahwa kehidupan, pada hakikatnya, dirawat dalam ruang-ruang kecil yang sunyi, melalui sentuhan yang nyaris tak tercatat, namun menentukan arah peradaban. Peringatan Hari Posyandu Nasional Tingkat Provinsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong> </a>— Dalam lanskap pembangunan manusia yang kerap direduksi menjadi angka-angka statistik dan indikator makro, Desa Ponain di Kecamatan Amarasi justru menghadirkan sebuah refleksi epistemik yang lebih dalam: bahwa kehidupan, pada hakikatnya, dirawat dalam ruang-ruang kecil yang sunyi, melalui sentuhan yang nyaris tak tercatat, namun menentukan arah peradaban.</p>
<p>Peringatan Hari Posyandu Nasional Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di desa ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan artikulasi kolektif atas kesadaran bahwa masa depan bangsa bertumpu pada kualitas perhatian terhadap fase paling rentan dalam siklus kehidupan manusia.</p>
<p>Hadir dalam momentum tersebut Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, bersama Ketua TP Posyandu Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsing Laka Lena, serta Wakil Ketua TP Posyandu Provinsi NTT, Vera Christina Asadoma Sirait.</p>
<p>Kehadiran mereka, dalam perspektif tata kelola pembangunan, merepresentasikan interkonektivitas aktor-aktor kunci dalam sistem kesehatan berbasis masyarakat—sebuah sistem yang tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga empati, konsistensi dan keberlanjutan praksis sosial.</p>
<p>Dalam konstruksi pemikirannya, Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa peringatan Hari Posyandu Nasional memiliki signifikansi strategis dalam kerangka pembangunan kesehatan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.</p>
<p>Ia menyatakan secara eksplisit bahwa posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita—entitas biologis sekaligus sosial yang menjadi locus utama intervensi negara dalam menjamin keberlangsungan kualitas generasi.</p>
<p>Lebih lanjut, Aurum mengelaborasi bahwa posyandu tidak dapat direduksi semata sebagai titik layanan kesehatan. Ia adalah ekosistem edukatif yang berkelanjutan, ruang praksis preventif terhadap risiko kesehatan, serta instrumen pemantauan tumbuh kembang anak yang secara langsung berkorelasi dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.</p>
<p>Dalam kerangka ini, posyandu menjelma sebagai representasi paling konkret dari kehadiran negara yang humanistik—dekat, menyentuh dan berdenyut bersama kehidupan masyarakat.</p>
<p>“Kehadiran kita semua di Desa Ponain hari ini menunjukkan bahwa peran posyandu masih sangat relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara Pemerintah, Kader, dan Masyarakat telah berjalan dengan baik,” ujar Aurum Obe Titu Eki, menegaskan realitas kolaboratif yang menjadi fondasi keberlanjutan layanan tersebut.</p>
<p>Dalam horizon yang lebih luas, ia mengajukan sebuah seruan normatif sekaligus strategis kepada seluruh pemangku kepentingan—mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa—untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan posyandu mensyaratkan keterlibatan aktif kader, dukungan tenaga kesehatan yang memadai, serta partisipasi masyarakat sebagai subjek sekaligus mitra pembangunan.</p>
<p>Pada titik ini, Aurum menempatkan kader posyandu dalam posisi yang tidak sekadar operasional, tetapi fundamental. Ia memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh kader, khususnya di Kabupaten Kupang, yang telah bekerja dengan dedikasi dan keikhlasan dalam melayani masyarakat—sebuah bentuk pengabdian yang sering kali berlangsung dalam senyap, jauh dari sorotan, namun memiliki dampak eksistensial bagi keberlangsungan kehidupan.</p>
<p>“Paling penting disini saya memberi apresiasi kepada seluruh Kader Posyandu khususnya yang ada di Kabupaten Kupang yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan keikhlasan dalam melayani masyarakat. Pengabdian para Kader Posyandu adalah pilar utama dalam menjaga dan meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Pernyataan tersebut, dalam perspektif etika publik, merupakan pengakuan atas dimensi moral dari kerja-kerja sosial yang tidak selalu terukur secara kuantitatif. Para kader, dalam realitasnya, adalah penjaga kehidupan yang bekerja di antara keterbatasan, mengisi celah-celah yang tidak selalu mampu dijangkau oleh sistem formal.</p>
<p>Lebih jauh, Aurum juga menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Posyandu Nasional tahun 2026 dapat menjadi momentum reflektif sekaligus akseleratif dalam memperkuat komitmen bersama untuk mendorong transformasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa posyandu harus terus berevolusi menjadi lembaga pelayanan yang adaptif, inovatif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berubah—sebuah tuntutan yang tidak hanya teknokratis, tetapi juga etis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iman, Pangan dan Kesehatan: Tiga Pesan Strategis Bupati Kupang bagi Jemaat Golgota Haumoro</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/iman-pangan-dan-kesehatan-tiga-pesan-strategis-bupati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 10:52:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[bagi Jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Golgota Haumoro]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Pesan Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=8075</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, BBC — Atmosfer spiritual yang sakral dan penuh kekhusyukan menyelimuti ibadah Minggu di Jemaat Golgota Haumoro, Desa Tesbatan I, Kecamatan Amarasi, Minggu (22/02/2026). Momentum religius tersebut tidak hanya menjadi ruang kontemplasi iman, tetapi juga bertransformasi menjadi forum moral dan sosial yang sarat pesan pembangunan. Dalam kesempatan itu, Bupati Kupang Yosef Lede hadir bersama jajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>KUPANG, BBC</strong> </a>— Atmosfer spiritual yang sakral dan penuh kekhusyukan menyelimuti ibadah Minggu di Jemaat Golgota Haumoro, Desa Tesbatan I, Kecamatan Amarasi, Minggu (22/02/2026).</p>
<p>Momentum religius tersebut tidak hanya menjadi ruang kontemplasi iman, tetapi juga bertransformasi menjadi forum moral dan sosial yang sarat pesan pembangunan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Kupang Yosef Lede hadir bersama jajaran pemerintah daerah, menyampaikan refleksi kebijakan yang memadukan nilai spiritualitas dengan agenda strategis pembangunan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas desa.</p>
<p>Dalam sambutannya, <a href="http://Bupati">Bupati</a> Yosef Lede mengekspresikan rasa syukur atas kesempatan beribadah bersama jemaat. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di ruang ibadah bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan representasi kedekatan emosional dan tanggung jawab moral negara terhadap masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis sebagai institusi sosial yang tidak hanya membentuk karakter spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator perubahan sosial dan mitra penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah.</p>
<p>Dengan bahasa yang reflektif dan penuh kebijaksanaan, ia menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat bertumbuh dari fondasi nilai-nilai etika, solidaritas dan kesadaran kolektif masyarakat.</p>
<p>Dalam dimensi ekonomi, Bupati Yosef Lede secara tegas menyoroti urgensi dukungan masyarakat terhadap program pemerintah, khususnya SPPG dan MBG, yang dipandang sebagai instrumen strategis pembangunan kesejahteraan berbasis pangan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa program MBG bukan semata intervensi sosial, melainkan peluang ekonomi bernilai tinggi yang harus dioptimalkan oleh masyarakat Kabupaten Kupang.</p>
<p>“Ratusan miliar uang MBG diberikan ke Kabupaten Kupang. Kita mesti menangkap peluang ini dengan menjual hasil tanam, sayur mayur, buah bahkan beras di dapur MBG. Sehingga memberikan keuntungan bagi kita sendiri, jangan bahan makanan ambil di luar Kabupaten Kupang,” tegas orang nomor satu kabupaten kupang</p>
<p>Secara akademis, ia memposisikan program tersebut sebagai mekanisme penguatan ekonomi lokal melalui pendekatan local value chain, di mana produksi, distribusi dan konsumsi terintegrasi dalam ekosistem ekonomi desa.</p>
<p>Program MBG sendiri melayani kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, serta tenaga pendidik, sehingga menciptakan permintaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.</p>
<p>Karena itu, ia mengimbau jemaat untuk memanfaatkan lahan produktif dengan menanam komoditas jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam rantai pasok pangan daerah.</p>
<p>Kesehatan sebagai Investasi Peradaban<br />
Selain ketahanan pangan, Bupati juga menempatkan kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan manusia.</p>
<p>Ia mengajak seluruh jemaat untuk mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan implementasi kebijakan nasional guna memastikan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>“Bapa mama saudara semuanya, selesai kebaktian nanti diharapkan jangan pulang dulu karena akan ada cek kesehatan gratis. Ini program bapak Presiden untuk ditindaklanjuti semua unsur pemerintahan agar dapat memastikan semua masyarakat itu sehat dengan cara diperiksa kesehatannya,” ujarnya.</p>
<p>Pesan tersebut mencerminkan paradigma pembangunan modern yang menempatkan kesehatan bukan sekadar layanan, melainkan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.</p>
<p>Dalam dialog bersama jemaat, Bupati juga merespons aspirasi terkait kondisi akses jalan menuju gereja yang dinilai belum ramah bagi kelompok lansia.</p>
<p>Ia secara langsung meminta Dinas PUPR Kabupaten Kupang untuk segera menindaklanjuti pembangunan akses jalan belakang gereja, sekaligus menyatakan komitmen pemerintah dalam mendukung penyelesaian pembangunan rumah pastori bagi pelayan gereja.</p>
<p>Kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan inklusif yang sensitif terhadap kebutuhan kelompok rentan serta memperkuat infrastruktur sosial berbasis komunitas.</p>
<p>Ketua Majelis Jemaat, Pendeta Dorkas Beeh Nyake Wiwi, S.Th, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta jajaran pemerintah dalam ibadah tersebut.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati dan semua jemaat tamu yang hadir bersama kami Jemaat Golgota Haumoro,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan akses jalan gereja dapat segera direalisasikan, mengingat hal tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi jemaat, khususnya para lansia.</p>
<p>Kehadiran Bupati Kupang dalam ibadah tersebut menegaskan paradigma pembangunan yang holistik — bahwa kemajuan daerah tidak semata ditentukan oleh pembangunan fisik dan indikator ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan nilai spiritual, solidaritas sosial, serta kemandirian masyarakat.</p>
<p>Pesan tentang iman, pangan dan kesehatan yang disampaikan menjadi refleksi mendalam bahwa pembangunan berkelanjutan lahir dari sinergi antara moralitas publik, kebijakan yang berpihak pada rakyat dan partisipasi aktif komunitas.</p>
<p>Dalam perspektif pembangunan modern, ketiga aspek tersebut bukanlah entitas yang terpisah, melainkan satu kesatuan ekosistem sosial yang menentukan kualitas peradaban dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Kupang Yosef Lede Lihat Danau Nefokou Sebagai Syair Ekonomi dan Ekologi Desa</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/bupati-kupang-yosef-lede-lihat-danau-nefokou-sebagai-syair-ekonomi-dan-ekologi-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 03:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekologi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[ekonnomi rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[ikan nila]]></category>
		<category><![CDATA[Lihat Danau Nefokou Sebagai Syair Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[nefokou]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6936</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC – Dalam perspektif pembangunan kontemporer, danau bukan sekadar entitas ekologis, melainkan sebuah living laboratory yang memadukan dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan rekreasi. Pandangan inilah yang ditawarkan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede ketika menghadiri kegiatan penebaran benih ikan air tawar di Danau Nefokou, Desa Apren, Kecamatan Amarasi, Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini merepresentasikan suatu paradigma [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC –</strong> </a>Dalam perspektif pembangunan kontemporer, danau bukan sekadar entitas ekologis, melainkan sebuah living laboratory yang memadukan dimensi ekologi, ekonomi, sosial dan rekreasi.</p>
<p>Pandangan inilah yang ditawarkan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede ketika menghadiri kegiatan penebaran benih ikan air tawar di Danau Nefokou, Desa Apren, Kecamatan Amarasi, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Kegiatan ini merepresentasikan suatu paradigma kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai kerakyatan, di mana pembangunan tidak berhenti pada angka statistik, melainkan menyentuh aspek community empowerment dan socio-economic sustainability.</p>
<p>Dengan retorika yang bernuansa akademis, Yosef Lede menegaskan bahwa Danau Nefokou adalah syair kehidupan, simbol interaksi harmonis antara manusia dan alam.</p>
<p>Dalam Sambutan Yosef Lede menyampaikan bahwa penebaran benih ikan nila tidak sekadar aktivitas teknis, melainkan bagian dari strategic planning dalam pembangunan ekonomi desa.</p>
<p>Dengan proyeksi waktu tiga hingga empat bulan ke depan, hasil panen diharapkan dapat meningkatkan household income masyarakat, sekaligus memperkuat local food security.</p>
<p>&#8220;Kita jaga Danau Nefokou sehingga terpelihara secara baik. Bila ada potensi air tawar, program penebaran ikan akan terus dilakukan,&#8221; tegas Yosef, seraya menekankan konsep ecological balance sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Bupati Yosef Lede juga menawarkan grand vision: menjadikan Danau Nefokou bukan hanya sentra produksi ikan, tetapi juga multifunctional space.<br />
Sebagai pusat perikanan berkelanjutan (sustainable aquaculture).<br />
Sebagai arena rekreasi edukatif dan lomba pancing berbasis wisata lokal (community-based tourism).<br />
Sebagai ikon desa yang mengandung nilai cultural identity sekaligus economic resilience.<br />
&#8220;Orang akan tahu Apren karena danaunya. Jika kita ciptakan sesuatu yang berkesan, danau ini akan menjadi ikon desa,&#8221; ujarnya, menegaskan pentingnya branding desa dalam kerangka rural development.</p>
<p>Dengan dukungan dana desa, Yosef mendorong pembangunan infrastruktur sederhana seperti lopo-lopo yang berfungsi sebagai socio-cultural space sekaligus penunjang wisata.</p>
<p>Menurut laporan Noviana Bait, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Kupang, program ini dilaksanakan berbasis data-driven policy.<br />
Jumlah benih ikan nila: 20.220 ekor<br />
Pakan ikan: 2.250 kg<br />
Distribusi lokasi: Danau Nefokou (10.110 ekor + 1.125 kg pakan) dan Desa Ponain (10.110 ekor + 1.125 kg pakan).</p>
<p>Dengan model distribusi yang terukur, program ini merefleksikan empirical approach yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis maupun administratif.</p>
<p>Pengelolaan Danau Nefokou menegaskan konsep mutualistic symbiosis antara manusia dan alam. Ekonomi rakyat bertumbuh melalui panen ikan, sementara ekologi tetap terjaga melalui mekanisme konservasi.</p>
<p>Yosef Lede menekankan bahwa pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa memperhatikan environmental ethics akan kehilangan legitimasinya.</p>
<p>Karena itu, ia mengusung prinsip integrated development, di mana ekonomi, ekologi dan edukasi saling berkelindan membentuk fondasi peradaban lokal yang kuat.</p>
<p>Kehadiran Bupati Yosef Lede di Danau Nefokou bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan manifestasi filosofis bahwa pembangunan desa membutuhkan narasi baru: danau sebagai epistemologi pembangunan.</p>
<p>Danau Nefokou adalah syair ekonomi, ketika benih ikan tumbuh menjadi sumber penghidupan rakyat. Ia adalah syair ekologi, ketika manusia menjaga harmoni dengan alam. Dan pada saat yang sama, ia adalah syair kebudayaan, ketika masyarakat menemukan identitasnya melalui air yang mempersatukan.</p>
<p>Dengan visi visionary leadership dan pendekatan academically grounded policy, Yosef Lede menempatkan Danau Nefokou sebagai ikon transformasi Amarasi: ruang belajar, ruang rekreasi dan ruang ekonomi rakyat yang berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinergi Pemerintah, Akademisi dan Industri dalam Pengembangan Biomassa Lamtoro sebagai Energi Terbarukan di NTT</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/sinergi-pemerintah-akademisi-dan-industri-dalam-pengembangan-biomassa-lamtoro-sebagai-energi-terbarukan-di-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 07:24:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Biomassa Lamtoro sebagai Energi Terbarukan di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi Pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6337</guid>

					<description><![CDATA[Kupang,BBC — Sebuah babak baru dalam sejarah pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur resmi dimulai. Di Desa Sahraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah, kalangan akademisi dan pelaku industri menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan kemandirian energi dan penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan biomassa Lamtoro. Acara peresmian Rumah Produksi Wood Chips Energi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang,BBC</strong></a> — Sebuah babak baru dalam sejarah pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur resmi dimulai. Di Desa Sahraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten <a href="http://Kupang">Kupang</a>, kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah, kalangan akademisi dan pelaku industri menjadi pijakan kuat untuk mewujudkan kemandirian energi dan penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan biomassa Lamtoro.</p>
<p>Acara peresmian Rumah Produksi Wood Chips Energi Terbarukan yang digelar pada Kamis (7/8/2025) menjadi simbol lahirnya kerja sama visioner antara Bupati Kupang Yosef Lede, mantan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Profesor Fred Benu beserta tim peneliti Riset Inovatif-Produktif (Rispro) dan PT Timor Bio Energy.</p>
<p>Sinergi ini lahir dari kesadaran bersama bahwa pembangunan sejati hanya akan tumbuh jika pengetahuan, kebijakan dan industri berjalan seiring.</p>
<p>Bupati Yosef Lede dalam sambutannya, menegaskan bahwa setiap inisiatif yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan rakyat adalah agenda prioritas yang wajib didukung. Program pengembangan biomassa Lamtoro ini dinilainya sebagai contoh nyata transformasi sumber daya lokal menjadi peluang ekonomi strategis.</p>
<p>“Tanaman Lamtoro memiliki daya tumbuh yang tinggi dan adaptif. Potensi alam ini harus dioptimalkan untuk mengisi lahan-lahan kosong, sehingga menjadi sumber penghasilan tetap bagi masyarakat. Bila dikelola secara berkelanjutan, ia akan menjadi denyut nadi ekonomi desa,” tutur Yos Lede penuh keyakinan.</p>
<p>Melalui integrasi hutan energi dan peternakan rakyat, program ini tidak hanya memproduksi wood chips sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk co-firing di PLTU, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi baru yang berpihak pada masyarakat.</p>
<p>Ketua Tim Peneliti Rispro, Prof. Fred Benu, menjelaskan bahwa keberhasilan riset biomassa Lamtoro telah ia mulai sejak tahun 2022. Tahun ini, inovasi tersebut meraih pengakuan nasional dengan memenangkan hibah riset dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) — pencapaian yang hanya diraih oleh dua peneliti dari ratusan peserta kompetisi.</p>
<p>“Desa Sahraen dipilih karena memiliki potensi Lamtoro seluas 3.000 hektare. Harga jual wood chips yang mengikuti nilai pasar batu bara menjadikan hasil panen masyarakat setara secara ekonomi, sekaligus ramah lingkungan,” ungkapnya.</p>
<p>Pendirian unit produksi wood chips di desa ini diharapkan menjadi pusat pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas, yang tidak hanya menghasilkan bahan bakar alternatif, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia Timur untuk mengembangkan inovasi serupa.</p>
<p>CEO PT Timor Bio Energy, Yusak Victor menegaskan bahwa kemitraan ini adalah bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility). Perusahaannya telah menyerahkan satu unit mesin produksi wood chips untuk mendukung keberlangsungan program.</p>
<p>“Kami percaya, keberlanjutan program ini memerlukan kekompakan, kerja keras, dan keuletan. Mesin yang kami titipkan diharapkan menjadi jantung produksi yang dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.</p>
<p>Pengembangan biomassa Lamtoro di Kabupaten Kupang bukan sekadar proyek energi terbarukan, melainkan manifestasi dari gagasan besar tentang kemandirian ekonomi, ketahanan energi dan pemberdayaan masyarakat desa.</p>
<p>Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri telah melahirkan model pembangunan berbasis riset yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka pintu rezeki bagi warga.</p>
<p>Dengan keberhasilan ini, Desa Sahraen tidak hanya menjadi penghasil wood chips, tetapi juga menjadi mercusuar bagi daerah lain di NTT dan Indonesia Timur — bahwa sumber daya lokal, bila dikelola dengan ilmu dan hati, dapat menghidupkan ekonomi, memelihara alam dan menyalakan harapan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang Hadirkan Ketahanan Pangan Bagi Rakyat Kecil di Pelosok Desa</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/komitmen-pemerintah-kabupaten-kupang-hadirkan-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 10:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan beras 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Desa apren]]></category>
		<category><![CDATA[Distribusi beras kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan kabupaten kupang]]></category>
		<category><![CDATA[pangan untuk miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah bantu rakyat kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Program pangan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=6194</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, BBC — Ketahanan pangan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat. Dalam semangat mewujudkan keadilan sosial serta mengatasi kerentanan pangan di wilayah tertinggal, Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmen strategis dengan mendistribusikan bantuan pangan secara merata hingga pelosok desa. Melalui skema kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan Perusahaan Umum Bulog, sebanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>Kupang, BBC</strong> </a>— Ketahanan pangan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Dalam semangat mewujudkan keadilan sosial serta mengatasi kerentanan pangan di wilayah tertinggal, Pemerintah Kabupaten Kupang terus menunjukkan komitmen strategis dengan mendistribusikan bantuan pangan secara merata hingga pelosok desa.</p>
<p>Melalui skema kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan Perusahaan Umum Bulog, sebanyak 39.061 jiwa penerima manfaat di 24 kecamatan memperoleh bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram per orang.</p>
<p>Sasaran distribusi meliputi kelompok masyarakat miskin, rawan miskin, lanjut usia tunggal serta kepala rumah tangga perempuan miskin—kategori yang secara struktural rentan terhadap fluktuasi harga pangan dan krisis ekonomi domestik.</p>
<p>Puncak penyaluran bantuan ini secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede pada Selasa (29/07/2025) di Desa Apren, Kecamatan Amarasi, sebagai bagian dari Program Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2025, berdasarkan pedoman teknis yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional Republik Indonesia.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menekankan bahwa ketahanan pangan bukan semata urusan distribusi logistik, melainkan hak dasar warga negara yang menjadi tanggung jawab konstitusional negara.</p>
<p>Ia menyatakan bahwa kehadiran pemerintah melalui program semacam ini menjadi wujud nyata dari peran negara dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>“Bantuan ini bukan sekadar beras. Ini adalah wujud kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar rakyat. Kami berharap masyarakat dapat terbantu dan mampu mengalihkan sebagian pengeluaran untuk kebutuhan penting lainnya,” ujar Bupati Lede.</p>
<p>Lebih jauh, Bupati Yosef juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan, termasuk camat, kepala desa, hingga lembaga adat lokal dalam membangun komunikasi yang intensif dengan warga guna mengenali dan merespons persoalan secara cepat dan kontekstual.</p>
<p>“Saya tidak melihat ukuran sebuah acara. Selama masyarakat memerlukan kehadiran saya, maka saya akan datang. Pemerintah harus dekat, mendengar dan merespons,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTT, Sugeng Hardono menjelaskan bahwa pendistribusian beras dilakukan secara serentak dan merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga pangan, mengurangi tekanan ekonomi rumah tangga dan mengantisipasi efek lanjutan dari dinamika harga beras di pasar nasional.</p>
<p>“Bulog menjalankan amanah dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional. Kami memastikan distribusi beras tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi penerima,” ujar Sugeng.</p>
<p>Salah satu penerima manfaat, Ariance Abineno menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait.</p>
<p>“Kami merasa sangat terbantu. Bantuan ini datang di waktu yang tepat. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya haru.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pimpinan perangkat daerah, antara lain: Kepala Dinas Pertanian Amin Juariah, Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Robert Amaheka, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tonci Teuf serta Camat Amarasi.</p>
<p>Dengan pelaksanaan program ini, Pemerintah Kabupaten Kupang tidak hanya melaksanakan mandat administratif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kedaulatan pangan, pemerataan ekonomi dan keadilan sosial dalam tata kelola pembangunan.</p>
<p>Pendekatan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pilar ke-2 yakni “Menghapus Kelaparan”, dan memperkuat kapasitas daerah dalam membangun kemandirian pangan dari bawah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Kupang Gagas Pasar Malam Oekabiti: Pusat Kuliner dan Hiburan Baru di Amarasi</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/bupati-kupang-gagas-pasar-malam-oekabiti-pusat-kuliner/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2025 07:04:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Gagas Pasar Malam Oekabiti:]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[oekabiti]]></category>
		<category><![CDATA[PAD]]></category>
		<category><![CDATA[pasar malam]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5713</guid>

					<description><![CDATA[BB — Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui rencana pembangunan Pasar Malam Oekabiti, yang akan berlokasi di Lapangan Oekabiti, Kelurahan Oekabiti, Kecamatan Amarasi. Gagasan ini diprakarsai langsung oleh Bupati Kupang, Yesef Lede dan diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi dinamika perekonomian masyarakat Amarasi dan sekitarnya. Dalam rapat koordinasi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> — Pemerintah Kabupaten Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui rencana pembangunan Pasar Malam Oekabiti, yang akan berlokasi di Lapangan Oekabiti, Kelurahan Oekabiti, Kecamatan Amarasi.</p>
<p>Gagasan ini diprakarsai langsung oleh Bupati Kupang, Yesef Lede dan diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi dinamika perekonomian masyarakat Amarasi dan sekitarnya.</p>
<p>Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Camat Amarasi, Bupati Yesef Lede menegaskan bahwa pembangunan pasar malam ini tidak hanya ditujukan sebagai sarana transaksi ekonomi, melainkan juga sebagai ruang publik yang mendekatkan kebutuhan masyarakat, menyediakan hiburan yang sehat, serta mendorong partisipasi aktif pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tiga kecamatan: Amarasi, Amarasi Selatan, dan Amarasi Timur.</p>
<p>Pasar malam dirancang untuk menjadi pusat aktivitas sosial yang terintegrasi dengan dinamika ekonomi masyarakat lokal. Dalam perspektif pembangunan daerah, kehadiran pasar malam menjadi strategi inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis masyarakat.</p>
<p>Bupati Lede menekankan bahwa pendekatan pembangunan tidak lagi boleh bersifat administratif semata, tetapi harus inklusif, cepat tanggap, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, ia memberikan arahan tegas agar seluruh proses persiapan, mulai dari pembersihan lokasi, pemasangan lampu penerangan, penyediaan sarana jualan yang fleksibel, hingga penyediaan air bersih, dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan tanpa penundaan.</p>
<p>Rencana pembangunan pasar malam ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Yorim Benu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Tonci Teuf, para Camat, Lurah, dan Kepala Desa, serta unsur masyarakat sipil.</p>
<p>Kolaborasi lintas sektor ini merupakan wujud nyata prinsip governance partisipatif yang semakin relevan dalam kerangka otonomi daerah dan desentralisasi pembangunan.</p>
<p>“Ini bukan hanya proyek pembangunan fisik, tetapi transformasi sosial-ekonomi masyarakat Amarasi. Sudah saatnya kita bangun semangat baru dan keluar dari pola pikir lama. Jangan lagi tertidur dalam kenyamanan semu,” tegas Bupati Lede dengan nada reflektif.</p>
<p>Pembangunan pasar malam juga diyakini akan menjadi medium pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan aktif pelaku UMKM. Ketersediaan lapak jualan, sarana penunjang yang layak, serta suasana pasar yang kondusif akan mendorong perputaran ekonomi dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa hiburan rakyat.</p>
<p>Secara konseptual, pasar malam Oekabiti dirancang sebagai ruang publik inklusif yang menyatukan fungsi ekonomi, rekreasi, dan sosial budaya. Di tengah dinamika globalisasi dan perubahan sosial, kebijakan seperti ini menegaskan bahwa pembangunan daerah harus bersifat adaptif, kolaboratif, dan pro-rakyat.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa visi pembangunan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen perencanaan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.</p>
<p>Instruksi Bupati Kupang untuk bergerak cepat dalam pelaksanaan pembangunan pasar malam adalah bentuk kepemimpinan transformatif yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.</p>
<p>Rencana ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk anggota legislatif, camat, lurah, dan tokoh masyarakat, yang berkomitmen untuk bekerja bersama demi terwujudnya pasar malam yang representatif dan fungsional.</p>
<p>Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan masyarakat Amarasi menuju kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Yosef  Pimpin Senam di Amarasi: Meneguhkan Komitmen Hidup Sehat Menuju Kabupaten Kupang Emas</title>
		<link>https://buserbindo.com/kesehatan/bupati-yosef-pimpin-senam-di-amarasi-meneguhkan-komitmen-hidup-sehat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 12:58:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yosef]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kupang Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Meneguhkan Komitmen Hidup Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpin Senam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=5348</guid>

					<description><![CDATA[BB – Dalam semangat membangun masyarakat yang sehat dan berdaya saing. Bupati Kupang, Yosef Lede memimpin langsung kegiatan senam pagi bersama di Lapangan Kantor Camat Amarasi pada Jumat 16 / 05 / 2025 Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepemimpinan partisipatif yang humanis, mengedepankan kedekatan emosional dan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> – Dalam semangat membangun masyarakat yang sehat dan berdaya saing. Bupati Kupang, Yosef Lede memimpin langsung kegiatan senam pagi bersama di Lapangan Kantor Camat Amarasi pada Jumat 16 / 05 / 2025</p>
<p>Kegiatan ini menjadi simbol nyata kepemimpinan partisipatif yang humanis, mengedepankan kedekatan emosional dan kehadiran langsung di tengah masyarakat.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki unsur Forkopimcam, tenaga kesehatan, pelajar, serta tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.</p>
<p>Senam pagi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mengimplementasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara konsisten dan berkelanjutan.</p>
<p>“Sehat adalah fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang produktif dan sejahtera. Dengan tubuh yang bugar, semangat kerja dan belajar akan tumbuh secara alami,” ungkap Bupati Yosef Lede di hadapan ratusan peserta yang antusias mengikuti senam.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati Lede menegaskan bahwa pembangunan menuju “Kabupaten Kupang Emas” tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sederhana seperti olahraga rutin, pola makan sehat, dan kesadaran menjaga lingkungan.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menjadi ruang dialog sosial dan interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>Usai senam, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama mendukung Germas dan penanaman anakan pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.</p>
<p>“Senam ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi harus menjadi budaya kolektif. Kami mendorong agar setiap kecamatan dan desa menjadikannya sebagai agenda rutin yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” tegas Bupati Lede.</p>
<p>Dengan pendekatan yang inklusif dan membumi, Yosef Lede terus memperlihatkan model kepemimpinan yang tidak sekadar mengandalkan instruksi administratif, melainkan hadir sebagai inspirasi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, terlihat jelas bagaimana kolaborasi dan keteladanan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Kegiatan di Amarasi hari ini menjadi gambaran konkret bahwa keberhasilan pembangunan daerah bukan hanya ditentukan oleh program-program besar, melainkan juga oleh semangat kebersamaan, kehadiran pemimpin di tengah rakyat, dan keberlanjutan gerakan hidup sehat sebagai budaya yang melekat dalam keseharian warga.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kehormatan Besar Meutya Hafid Pilih Amarasi untuk Kunjungan Pertamanya Sebagai Menteri</title>
		<link>https://buserbindo.com/regional/kehormatan-besar-meutya-hafid-pilih-amarasi-untuk-kunjungan-pertamanya-sebagai-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aminadab Bones]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 04:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Amarasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehormatan Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Meutya Hafid]]></category>
		<category><![CDATA[PertamanyaMenteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://buserbindo.com/?p=2808</guid>

					<description><![CDATA[BB — Dalam kunjungan perdananya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid hadir di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.  Kunjungan bersejarah ini menjadi momen spesial bagi Desa Oenoni, khususnya bagi SMP Negeri 6 Amarasi, yang menjadi tempat pertemuan dan dialog bersama menteri baru ini. Dalam kunjungan tersebut, Meutya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://buserbindo.com/tag/buserbindo"><strong>BB</strong></a> — Dalam kunjungan perdananya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid hadir di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kunjungan bersejarah ini menjadi momen spesial bagi Desa Oenoni, khususnya bagi SMP Negeri 6 Amarasi, yang menjadi tempat pertemuan dan dialog bersama menteri baru ini.<img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-2810 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009.jpg" alt="IMG 20241031 WA0009" width="650" height="433" title="Kehormatan Besar Meutya Hafid Pilih Amarasi untuk Kunjungan Pertamanya Sebagai Menteri 4" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0009-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam kunjungan tersebut, Meutya Hafid bertemu langsung dengan para guru dan siswa SMP N 6 Amarasi, didampingi oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Novita Foenay. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain berdialog, Menteri Komunikasi dan Digital ini juga meninjau fasilitas sekolah serta infrastruktur teknologi, termasuk fasilitas Satelit Bakti yang terletak di halaman sekolah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kunjungan ini menjadi sorotan karena merupakan langkah awal Menteri Meutya dalam mendorong digitalisasi desa, terutama di wilayah terpencil seperti Desa Oenoni.</span></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2811 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011.jpg" alt="IMG 20241031 WA0011" width="650" height="433" title="Kehormatan Besar Meutya Hafid Pilih Amarasi untuk Kunjungan Pertamanya Sebagai Menteri 5" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0011-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam kesempatan tersebut, ia berjanji akan memperkuat jaringan internet di daerah tersebut agar dapat diakses oleh masyarakat luas, tidak hanya terbatas pada SMP N 6 Amarasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses informasi dan pendidikan digital di daerah tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Untuk wilayah pemukiman dan kantor-kantor layanan desa di sini, paling lambat satu bulan dari sekarang akan diperbanyak konektivitas internetnya,&#8221; ujar Meutya Hafid. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Untuk gedung sekolah yang perlu dibenahi, saya janjikan minggu depan akan bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah guna membicarakan hal ini, termasuk potensi integrasi literasi digital dalam kurikulum,&#8221; tambahnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain memperluas jaringan internet, Menteri Meutya Hafid juga mengingatkan masyarakat Desa Oenoni untuk menggunakan akses internet secara bijak.</span></p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-2812 size-full" src="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012.jpg" alt="IMG 20241031 WA0012" width="650" height="433" title="Kehormatan Besar Meutya Hafid Pilih Amarasi untuk Kunjungan Pertamanya Sebagai Menteri 6" srcset="https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012.jpg 650w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012-300x200.jpg 300w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012-227x151.jpg 227w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012-24x16.jpg 24w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012-36x24.jpg 36w, https://buserbindo.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241031-WA0012-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ia berharap agar fasilitas yang sudah dan akan disediakan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik, demi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Di sisi lain, Kepala Sekolah SMP N 6 Amarasi, Hendrik Mau, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Baginya, kunjungan ini merupakan kehormatan besar, mengingat Amarasi menjadi pilihan kunjungan pertama Menteri Komunikasi dan Digital yang baru dilantik ini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hendrik juga menyampaikan harapannya agar fasilitas internet di sekolah dan kondisi bangunan sekolah yang sudah kurang layak dapat segera diperbaiki.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Turut hadir dalam kunjungan ini adalah Plt. Asisten I Sekda Kabupaten Kupang, Piter Sabneno, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kupang, Jawan Mau, serta sejumlah pejabat dan guru dari SMP N 6 Amarasi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kunjungan ini diharapkan membawa dampak positif bagi Kabupaten Kupang dan mempercepat tercapainya desa digital yang inklusif di Indonesia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kehadiran Meutya Hafid di Amarasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemerataan akses teknologi, terutama di wilayah yang masih minim akses digital.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
