KUPANG, BBC — Iman tidak hanya tumbuh melalui doa yang dipanjatkan di dalam gereja, tetapi juga melalui kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata bagi kehidupan sesama.

Pendidikan yang membuka jalan menuju masa depan, air bersih yang menjaga kesehatan, serta pelayanan yang merangkul kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari nilai-nilai iman yang menemukan maknanya ketika hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itulah yang disampaikan Bupati Kupang, Yosef Lede, saat menghadiri Ibadah Syukur Pendirian Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa, berdirinya Taman Kanak-Kanak (TK) Jeremiah, serta peresmian sumur bor dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Gereja Jeremiah Mukenafina Oeltua, Minggu (11/10/2026) pagi.

Bagi Yosef, pendirian yayasan, kehadiran lembaga pendidikan anak usia dini dan tersedianya fasilitas air bersih serta sanitasi bukan sekadar pencapaian pembangunan fisik. Lebih dari itu, seluruhnya merupakan wujud nyata iman yang diterjemahkan menjadi pelayanan, kepedulian dan tanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam perspektif pembangunan manusia, pendidikan, kesehatan dan ketersediaan air bersih merupakan unsur yang saling berkaitan. Pendidikan membentuk dasar pengetahuan, kesehatan menopang kualitas kehidupan, sedangkan air bersih dan sanitasi menyediakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat untuk hidup secara sehat dan bermartabat.

Karena itu, Yosef memandang kehadiran berbagai fasilitas tersebut sebagai bagian dari komitmen pelayanan yang manfaatnya harus dirasakan secara berkelanjutan oleh jemaat dan masyarakat sekitar.

“Melalui yayasan, pelayanan dapat dikelola secara terarah dan bertanggung jawab. Melalui taman kanak-kanak, kita menanamkan dasar bagi masa depan anak-anak. Sementara itu, sumur bor dan MCK membantu memenuhi kebutuhan air bersih serta mendukung kehidupan yang lebih sehat,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan yang bermakna tidak hanya diukur dari sesuatu yang berhasil didirikan, tetapi juga dari manfaat yang terus hidup setelah peresmian selesai.

Sebuah yayasan membutuhkan tata kelola yang bertanggung jawab, lembaga pendidikan membutuhkan komitmen terhadap kualitas pembelajaran, sementara fasilitas air bersih dan sanitasi membutuhkan pemeliharaan agar tetap berfungsi sesuai peruntukannya.

Di dalam pemikiran itu, terdapat hubungan mendasar antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia. Bangunan dapat menjadi tanda dimulainya sebuah pelayanan, tetapi kualitas pengelolaanlah yang menentukan sejauh mana pelayanan tersebut mampu bertahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati Kupang Yosef Lede juga menaruh perhatian pada kehadiran TK Jeremiah sebagai ruang awal bagi anak-anak untuk mengenal dunia pendidikan.

Pendidikan anak usia dini memiliki kedudukan penting dalam membangun fondasi perkembangan anak. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengenal lingkungan sosial, membentuk kebiasaan belajar, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu yang menjadi bekal bagi perjalanan pendidikan berikutnya.

Dalam konteks tersebut, keberadaan TK Jeremiah diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak-anak mengikuti kegiatan belajar, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, mengenali potensi diri dan membangun keberanian untuk meraih cita-cita.

Yosef berharap TK Jeremiah dapat menjadi tempat bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Harapan itu menempatkan pendidikan bukan sekadar sebagai kegiatan formal, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kupang.

Sebab, masa depan tidak dibangun dalam satu hari. Ia tumbuh perlahan melalui pengetahuan yang ditanamkan sejak dini, nilai-nilai yang diperkenalkan dengan keteladanan, serta kesempatan yang diberikan kepada setiap anak untuk mengembangkan kemampuannya.

Anak-anak yang hari ini belajar mengenal huruf, angka dan kehidupan kelak akan mengambil bagian dalam perjalanan masyarakat. Karena itu, menyediakan ruang pendidikan yang baik berarti turut mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Namun, pendirian lembaga pendidikan juga membawa tanggung jawab untuk memastikan bahwa pengelolaannya berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Di sinilah peran yayasan menjadi penting sebagai wadah yang mengatur penyelenggaraan pelayanan agar tetap berlandaskan tanggung jawab, kejujuran dan kepentingan bersama.

Yosef berharap Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa dapat menjalankan peran tersebut dengan baik, sehingga keberadaannya menjadi kekuatan bagi pengembangan pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Air Bersih dan Sanitasi, Wujud Kepedulian terhadap Martabat Kehidupan
Selain pendidikan, Yosef menekankan pentingnya keberadaan sumur bor dan fasilitas MCK sebagai sarana yang mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat.

Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Ketersediaannya berkaitan erat dengan kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, serta kemampuan masyarakat menjalankan aktivitas dengan lebih baik.

Demikian pula fasilitas sanitasi yang layak, yang berperan dalam mendukung kebersihan dan mengurangi risiko kesehatan akibat lingkungan yang tidak terpelihara.

Karena itu, peresmian sumur bor dan sarana MCK di Gereja Jeremiah Mukenafina Oeltua memiliki arti yang melampaui keberadaan infrastruktur.

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan dasar jemaat, sekaligus mengingatkan bahwa pelayanan kepada sesama harus menyentuh persoalan nyata dalam kehidupan.

Dalam pandangan pembangunan yang berorientasi pada manusia, pemenuhan kebutuhan dasar merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan ruang untuk beribadah dan memperoleh pendidikan, tetapi juga lingkungan yang memungkinkan mereka hidup sehat, bersih dan bermartabat.

Meski demikian, manfaat fasilitas tersebut akan sangat ditentukan oleh komitmen bersama untuk merawat dan mengelolanya.

Infrastruktur yang dibangun melalui kerja keras dan kebersamaan perlu dijaga agar tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan pada hari peresmian, melainkan terus menjadi sumber manfaat bagi generasi berikutnya.

Atas dasar itu, Yosef mengajak seluruh jemaat untuk menjaga kebersamaan, merawat fasilitas yang telah dibangun dan memastikan seluruh sarana tersebut dikelola dengan baik.

Ajakan tersebut mengandung pesan tentang tanggung jawab kolektif. Pembangunan dapat dimulai melalui kerja banyak pihak, tetapi keberlanjutannya membutuhkan kesadaran bersama. Apa yang telah diwujudkan melalui tenaga, pikiran, doa dan dukungan perlu dijaga sebagai amanah agar manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini.

Bagi Yosef Lede, peran gereja tidak berhenti pada pembangunan kehidupan rohani jemaat. Gereja juga memiliki panggilan untuk menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sosial, melalui kepedulian terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Pesan tersebut menempatkan iman dan tindakan sebagai dua hal yang tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Iman memberikan landasan moral bagi pelayanan, sementara tindakan nyata menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.

Yosef menegaskan bahwa jemaat perlu memaknai berkat bukan hanya sebagai sesuatu yang diterima, melainkan juga sebagai tanggung jawab untuk berbagi dan melayani.

“Gereja tidak hanya dipanggil untuk membangun kehidupan rohani jemaat, tetapi juga menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat. Jemaat hendaknya tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi sesama,” tegasnya.

Pernyataan tersebut membawa pesan filosofis bahwa nilai sebuah berkat tidak semata-mata terletak pada apa yang dimiliki seseorang atau sebuah komunitas, tetapi juga pada kemampuan menggunakan apa yang dimiliki untuk menolong kehidupan orang lain.

Kasih menjadi bermakna ketika menjelma menjadi kepedulian. Kebersamaan menjadi kuat ketika melahirkan tindakan. Sementara iman menemukan wujud sosialnya ketika mendorong manusia untuk memperhatikan kebutuhan sesama, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Dalam semangat itu, yayasan, taman kanak-kanak, sumur bor dan fasilitas sanitasi dapat dipahami sebagai bagian dari pelayanan yang saling melengkapi. Yayasan menyediakan wadah pengelolaan, pendidikan membuka kesempatan bagi generasi muda, sedangkan air bersih dan sanitasi membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Seluruhnya mengarah pada tujuan yang sama, yakni membangun kehidupan yang lebih baik melalui pelayanan yang dijalankan secara bertanggung jawab.

Yosef juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi melalui tenaga, pikiran, doa dan dukungan sehingga pendirian yayasan, penyelenggaraan pendidikan, serta pembangunan sarana air bersih dan sanitasi dapat terwujud.

Apresiasi tersebut menegaskan bahwa pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat merupakan hasil dari kontribusi dan kepedulian berbagai pihak. Tidak semua orang memberikan sumbangan dalam bentuk yang sama, tetapi setiap tenaga, pemikiran, doa dan dukungan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan tujuan bersama.

Pada akhirnya, makna dari pendirian Yayasan Yirmeyahu Dalen Mesa, kehadiran TK Jeremiah, serta tersedianya sarana air bersih dan sanitasi tidak berhenti pada sebuah peresmian.

Nilai sesungguhnya terletak pada bagaimana seluruh fasilitas tersebut dipelihara, dikelola dengan penuh tanggung jawab dan terus memberikan manfaat bagi jemaat serta masyarakat.

Sebab, pelayanan yang baik bukan hanya meninggalkan bangunan yang dapat dilihat mata, melainkan juga menghadirkan perubahan yang dirasakan dalam kehidupan manusia.

Di Oeltua, harapan itu bertumpu pada satu semangat: menjaga kebersamaan, menumbuhkan pendidikan, memenuhi kebutuhan dasar dan menghadirkan kasih melalui tindakan nyata. Sebuah pengingat bahwa ketika iman melahirkan kepedulian dan kebersamaan melahirkan pengabdian, satu hati dapat menjadi awal bagi tumbuhnya seribu harapan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.