KUPANG, BBC — Samudera menyimpan kisah tentang perjalanan, perjuangan dan kehidupan yang terus bergerak di antara gelombang.
Bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar bentangan air yang memisahkan daratan, melainkan jalan penghidupan, tempat perahu menjemput rezeki dan ruang tempat harapan keluarga nelayan bertahan dari hari ke hari.
Di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), harapan itu mulai menemukan dermaganya.
Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Rakyat Bolok pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kupang untuk meningkatkan akses transportasi laut, mendukung aktivitas nelayan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, Wakil Ketua Majelis Jemaat Elim Bolok Pdt. Felpina Ataupah, M.Th., Kepala Stasiun Bakamla Kupang, General Manager ASDP Kupang, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Kupang, serta Pelaksana Tugas Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang.
Bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut, sebuah pelabuhan memiliki arti lebih luas daripada sekadar bangunan fisik. Di sana, perjalanan dimulai, hasil tangkapan dibawa menuju pasar dan aktivitas ekonomi bertemu dengan kebutuhan hidup. Dermaga menjadi titik pertemuan antara luasnya samudera dan harapan manusia yang menggantungkan kehidupan pada laut.
Bupati Kupang Yosef Lede menjelaskan bahwa Pelabuhan Rakyat Bolok dirancang untuk menjalankan dua fungsi utama, yakni sebagai sarana penyeberangan masyarakat, khususnya dari dan menuju Pulau Semau, serta sebagai tempat pendaratan dan pemasaran hasil tangkapan ikan.
Dua fungsi tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan transportasi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Penyeberangan bukan sekadar perjalanan dari satu pulau menuju pulau lainnya. Di dalamnya terdapat kebutuhan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengakses pelayanan, serta menggerakkan usaha.
Sementara itu, bagi nelayan, tersedianya tempat pendaratan dan pemasaran ikan merupakan bagian penting dari perjalanan hasil laut, sejak ditangkap di tengah perairan hingga sampai kepada pembeli.
Yosef menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Rakyat Bolok merupakan bagian dari pelaksanaan visi dan misi kepala daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kupang.
Menurutnya, anggaran daerah harus dikelola secara bertanggung jawab dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata.
“Anggaran yang kita kelola adalah uang negara yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya kami bersama Wakil Bupati untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari anggaran yang diperjuangkan melalui APBD,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama penggunaan anggaran pembangunan. Sebab, nilai sebuah proyek tidak hanya terletak pada besarnya dana yang dialokasikan atau bangunan yang berdiri, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah fasilitas itu digunakan.
Dalam konteks wilayah kepulauan dan pesisir, pembangunan infrastruktur laut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas, membuka akses mobilitas dan memperluas ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat.
Yosef Lede menjelaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Rakyat Bolok merupakan salah satu upaya mencari solusi atas kebutuhan penyeberangan masyarakat Pulau Semau.
Aktivitas masyarakat yang terus berlangsung membutuhkan akses transportasi yang memadai, baik untuk mobilitas warga maupun untuk mendukung kegiatan ekonomi. Karena itu, penyediaan fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari perencanaan pembangunan daerah.
Di antara Bolok dan Pulau Semau, laut menjadi ruang yang menghubungkan sekaligus menantang perjalanan masyarakat. Gelombang dan jarak merupakan bagian dari kehidupan pesisir, tetapi kebutuhan untuk bekerja, berusaha dan menjalankan aktivitas sehari-hari tidak pernah berhenti mengikuti pasang surut air laut.
Kehadiran pelabuhan yang direncanakan sesuai kebutuhan masyarakat diharapkan dapat mendukung aktivitas penyeberangan tersebut. Dengan fasilitas yang memadai, perjalanan warga dan pergerakan kegiatan ekonomi diharapkan memperoleh ruang yang lebih baik.
Bagi masyarakat kepulauan, akses laut yang memadai bukan hanya persoalan infrastruktur. Akses itu berkaitan dengan kesempatan untuk bergerak, menjalankan usaha, serta menjangkau berbagai kebutuhan kehidupan.
Karena itu, pembangunan Pelabuhan Rakyat Bolok memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas masyarakat pesisir Kabupaten Kupang, terutama bagi warga yang memanfaatkan jalur laut dalam aktivitas sehari-hari.
Selain mendukung penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Kupang juga mendorong pembangunan fasilitas yang dapat memperkuat sektor kelautan dan perikanan.
Yosef Lede menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperjuangkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung pelayanan publik dan penguatan ekonomi masyarakat.
Selain Pelabuhan Rakyat Bolok, pemerintah daerah juga memperjuangkan pembangunan fasilitas perikanan, termasuk tempat pelelangan ikan, serta pengembangan kampung nelayan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.
Menurutnya, pembangunan sektor kelautan dan perikanan perlu didukung sarana yang memadai agar potensi sumber daya laut Kabupaten Kupang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan tersedianya fasilitas pendaratan dan pemasaran ikan, aktivitas nelayan diharapkan dapat berkembang, peluang usaha terbuka dan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah semakin meningkat.
Di balik setiap perahu yang meninggalkan pantai, ada tenaga yang dipertaruhkan dan harapan yang dibawa pulang. Hasil tangkapan bukan sekadar ikan yang memenuhi keranjang, melainkan bagian dari penghidupan keluarga yang menunggu di daratan.
Karena itu, fasilitas pendaratan dan pemasaran ikan menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan hasil laut menuju pasar. Potensi samudera tidak cukup hanya tersedia; potensi tersebut membutuhkan sarana, tata kelola dan akses ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Pelabuhan yang berfungsi sesuai perencanaan dapat menjadi salah satu simpul aktivitas tersebut. Nelayan memiliki tempat untuk mendaratkan hasil tangkapan, sementara kegiatan perdagangan dan usaha masyarakat memperoleh peluang untuk berkembang.
Namun, harapan itu tetap bergantung pada penyelesaian pembangunan yang baik, kesiapan fasilitas, serta pemanfaatannya sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Direktur Utama Perumda Kabupaten Kupang Jony Sulaiman, Pimpinan Cabang Bank NTT Oelamasi Edward Hede, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut Kupang, Camat Kupang Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kupang Barat, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kupang Barat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Bolok.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menandai dimulainya pembangunan Pelabuhan Rakyat Bolok, yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan transportasi laut dan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Samudera tidak pernah menjanjikan perjalanan tanpa gelombang. Nelayan tetap menghadapi tantangan di tengah laut, masyarakat kepulauan tetap membutuhkan akses yang dapat diandalkan dan hasil tangkapan tetap memerlukan jalur pemasaran yang memadai.
Namun, pembangunan infrastruktur dapat menjadi salah satu jalan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Pelabuhan Rakyat Bolok diharapkan tidak hanya menjadi tempat kapal dan perahu bersandar, tetapi juga menjadi penghubung perjalanan masyarakat, ruang bagi aktivitas nelayan, serta pendukung pertumbuhan ekonomi pesisir.
Batu pertama telah diletakkan di Desa Bolok. Selanjutnya, mutu konstruksi, ketepatan waktu, transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Di hadapan samudera yang luas, pembangunan bukan semata-mata tentang mendirikan bangunan di tepi pantai.
Pembangunan adalah ikhtiar menghadirkan akses, membuka kesempatan dan memastikan bahwa kekayaan laut memiliki jalan untuk memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
