BB – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memimpin rapat percepatan penanggulangan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki secara virtual pada Selasa (12/11/2024).
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat termasuk Penjabat (Pj.) Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P., Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.

Dalam arahannya, Wapres Gibran menekankan pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi untuk merelokasi para pengungsi yang terdampak erupsi serta memastikan pemulihan wilayah terdampak berjalan sesuai rencana.
“Pengungsi mandiri yang masih tinggal di daerah bahaya mohon segera difasilitasi untuk relokasi. Perencanaan relokasi harus dimatangkan agar sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Wapres Gibran.
Tiga Prioritas Penanganan
Wapres Gibran menyampaikan tiga prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Pertama, pemerintah daerah dan kementerian terkait diinstruksikan untuk mempercepat relokasi pengungsi dari wilayah berbahaya ke tempat yang lebih aman.

Kedua, Wapres menegaskan pentingnya akurasi data terkait kerusakan rumah dan kondisi pengungsi. Data ini, lanjutnya, perlu mengklasifikasikan pengungsi berdasarkan kelompok seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan anak-anak agar bantuan lebih tepat sasaran.
Ketiga, beliau meminta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana susulan, terutama karena musim hujan telah dimulai dan risiko banjir lahar meningkat.
Tindakan Pemerintah Daerah
Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, mengucapkan terima kasih atas dukungan cepat dari pemerintah pusat dan memaparkan beberapa langkah yang sudah ditempuh oleh Pemprov NTT.
“Kami telah mengoptimalkan pos komando darurat bencana, mengkoordinasikan distribusi logistik dan obat-obatan, serta memantau kerusakan yang terus berkembang. Kami juga mempersiapkan skenario kontingensi untuk pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya di wilayah rawan bencana,” ungkap Dr. Andriko.

Beliau juga menambahkan bahwa Pemprov NTT telah menyediakan 1.000 kelambu dan 2.000 vaksin untuk antisipasi penyakit malaria dan rabies yang mungkin muncul di lokasi pengungsian.
Dukungan dari BNPB dan Kementerian PKP
Kepala BNPB, Suharyanto, menyebutkan bahwa hingga hari ke-8 tanggap darurat, erupsi Gunung Lewotobi masih berlanjut dengan 54 letusan yang tercatat. Saat ini terdapat 11.553 pengungsi yang tersebar di delapan titik pengungsian.
Ia menegaskan bahwa BNPB telah mengoordinasikan bantuan logistik dan mendistribusikannya ke lokasi pengungsian dengan dukungan dari TNI, yang telah mengerahkan KRI Ahmad Yani untuk membantu distribusi bantuan.
Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait, menuturkan bahwa kementeriannya telah bekerja sama dengan BNPB dan pemerintah daerah untuk menentukan lokasi relokasi bagi masyarakat yang terdampak.

“Kami sudah menyediakan dua titik relokasi seluas 50 hektare dan bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga selama enam bulan,” ujar Maruarar.
Dengan kerja sama berbagai pihak, pemerintah berharap kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dan proses pemulihan pasca-erupsi Gunung Lewotobi dapat berjalan lancar.
Wapres Gibran direncanakan akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana dalam beberapa hari mendatang, setelah menyelesaikan agenda di Toraja dan Makassar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
